
Riska cemberut melihat kedekatan adik kakak tersebut , pasalnya selama ini saja dia yang sudah dengan Zan liang tidak pernah berpelukan.
Alicia yang melihat Ekspresi wajah jelek Riska terkikik geli " hihihi.... Masa adeknya saja di cemburuin sih " Goda Alicia pada Riska.
Zan liang langsung menatap Riska , dia memang sedikit melihat ekspresi kesal di wajah Riska , tapi saat Zan liang menatapnya Riska pura - pura biasa saja.
" Siapa yang cemburu " ucap Riska membuang muka.
Zan liang menggelengkan kepalanya , dia menggandeng tangan Riska " Ayo ke kelas Bareng !" Zan liang mulai sedikit berani.
Riska terkejut , dia menatap tangan Zan liang yang menggenggam tangannya , Perasaan Riska menghangat , dia langsung membalas genggaman tangan Zan liang dan mengangguk .
Giliran Alicia yang cemberut " Kakak ih... jangan bermesraan didepanku napa " ucap Alicia merajuk.
Tapi Zan liang tidak memperdulikannya , dia menarik Riska untuk segera masuk ke Universitas ,tanpa menghiraukan Alicia yang makin merajuk.
Alicia dengan menghentak - hentakan kakinya mengejar mereka berdua. Saat sampai di lorong Universitas , mereka berpisah ,karena mereka berbeda jurusan .
Zan liang seperti biasa langsung duduk di tempatnya , Teman saju jurusannya sekarang menghina dia ,akibat masalah tadi malam.
" Lihat itu , Si miskin masih berani datang ke Unuversitas , kalau aku jadi dia ,aku mungkin sudah tidak ingin berangkat lagi !"
" Sepemikiran , aku juga pasti seperti itu "
" Mungkin urat malunya sudah putus kali ,jadi dia tidak peduli lagi dengan dirinya !"
" Kasihan sudah Miskin urat malunya putus lagi !"
" Hahahaha..
" Hahaha..
Semua teman Zan liang membicarakannya , tapi Zan liang tidak menghiraukan mereka ,dia pura - pura tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.
Roy , Dosen Zan liang datang , Seketika semua orang terdiam , tidak ada yang membicarakan Zan liang lagi , Roy menatap Zan liang dengan Rumit ,dia terlihat menghela napas dan memulai Mata Kuliahnya.
__ADS_1
Setelah Mata Kuliah berakhir , Roy menegur Zan liang " Zan... kamu keruanganku sebentar " Ucap Roy lembut sambil melangkah keluar.
Ketika Roy Keluar , teman - teman Zan liang mengejeknya .
" Mampus !, pasti dia akan diskors !"
" Hahaha... Pencuri rasain kamu !"
Pasangan yang membuly Zan liang waktu di parkiran juga menghina mereka , tapi Zan liang tidak peduli sama sekali. Dia melangkahkan kakinya untuk menuju ruangan Roy.
Sherli yang khawatir jika Zan liang akan di skors ,dia bergegas mengejar Zan liang , karena dia ingin membantu Zan liang agar tetap bisa berkuliah dengannya.
Zan luang masuk ke ruangan Roy , baru Zan liang menarik Kursi Mau duduk...
" Bruuuugggg !!" Roy Berlutut di lantai.
" Tuan Muda Zan , maafkan saya karena tidak mengenali anda , saya tidak tahu jika anda anak dari Tuan Axel , Tuan Muda tolong maafkan saya !" ucap Roy dengan ekspresi cemas.
Sherli yang tadinya mau membuka pintu , dia terkejut saat mendengar Roy menyebut jika Zan liang adalah Anak Axel , tentu saja Sherli tahu siapa Axel yang di maksud Roy.
" I..ni.. apakah aku tidak salah lihat ?" gumam Sherli lirih.
Saat acara pesta berakhir , Rendi sengaja berbicara empat mata dengan Roy , dia memberi tahu identitas Zan liang , awalnya Roy tidak percaya tapi saat Rendi memperlihatkan pesan WA dari grup kantornya , Roy akhirnya percaya .
Zan liang menghela napas " Bangunlah pak Roy " Zan liang memapah Roy untuk berdiri.
" Tuan muda Zan aku ..."
Roy belum selesai bicara Zan liang memotongnya " Lebih baik kita duduk dulu baru kita bicarakan masalah ini "
Roy mengangguk , dia langsung berinisiatif mempersilahkan Zan liang duduk di kursinya , tapi Zan liang menggelengkan kepalanya dan duduk ditempat seharusnya.
Roy menatap.tidak berdaya Zan liang , tapi Zan liang menunjuk kursi Roy agar dia duduk ditempatnya ,Roy akhirnya duduk dengan terpaksa.
Zan liang langsung buka Suara " Pak Roy perlakukan saya seperti mahasiswa lainnya walau anda sudah mengenal saya, karena saya tidak ingin menggunakan nama keluarga saya untuk pamer , biarkan mereka yang menganggap saya remeh , dengan begitu saya bisa menjadikan hal tersebut sebagai pelecut untuk kesuksesan saya di masa depan "
__ADS_1
Roy terkejut dengan pernyataan Zan liang " Tapi Tuan Muda Zan ..."
Zan luang menggeleng " tetap panggil saya Raizan Pak Roy , di kampus anda adalah orang tua bagi saya ,jadi anda tidak perlu bicara sopan dengan saya , kurasa cukup sampai disini pembicaan kita , Terimaksih Pak Roy " Zan liang beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Roy yang tertegun dengan kerendahan hati Zan liang.
" Sungguh pria yang sederhana , walaupun bergelimang harta tapi dia memanfaatkannya , dia malah menggunakan kemampuannya sendiri " Gumam Roy lirih sambil menatap punggung Zan liang.
Sherli yang tadi mengintip ,dia langsung bergegas pergi saat Zan liang akan keluar . Zan liang yang tidak menyadari hal itu ,dia langsung pergi ke parkiran.
Sherli menatap Zan liang dengan tidak percaya " Zan... jadi kamu selama ini menyembunyikan identitasmu ?" Sherli menitihkan air mata , persaannya campur aduk ,antara sedih dan bahagia.
Sedih karena dia merasakan penderitaan yang Zan liang rasakan ,dari Cacian , hinaan dan semua keburukan yang dialami Zan liang.
Bahagia karena dia bisa bilang pada ayahnya dengan bangga jika dia telah mencintai anak oranga terkaya di Indonesia.
Sherli memkirkan banyak hal , dia ingin sesegera mungkin menjalin hubungan dengan Zan liang , dia juga ingin sesegera mungkin memberitahu ayahnya .
Sementara itu Zan liang sudah berada di parkiran ,terlihat Riska yang berlari menghampirinya " Zan pulang bareng yah ?"
Zan liang mengerutkan keningnya " Mobil kamu kenapa memangnya ?"
Riska menggembungkan pipinya , Pasalnya Zan liang tidak peka sama sekali ,padahal tadi pagi dia tidak seperti itu.
Zan liang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum " Ayo naik , jangan cemberut seperti itu " Zan liang mencubit hidung Riska.
" Ih... Zan ..!" Walaupun kesal tapi Riska tetap tersenyum.
" Ayo .. mau naik gak ?, kalau tidak aku tinggal nih " Goda Zan liang pada Riska.
Riska langsung bergegas naik ke motor Zan liang , saat dia ingin memeluk Zan liang ,dia terlihat ragu - ragu.
Tapi Zan liang memegang kedua tangan Riska dan melingkarkan di perutnya " Pegangan yang Erat ,nanti jatuh " ucap Zan liang lembut.
Riska mengangguk lirih , dia memeluk Erat Zan liang ,menyenderkan kepalanya di punggung Zan liang sambil tersenyum.
Riska merasakan kehangatan yang baru pertama kali ini dia rasakan dari orang yang di cintainya , pasalnya selama ini Riska selalu berharap jika Zan liang akan terus seperti itu .
__ADS_1