
Riska dan Zahra sedang di Rias di kamar Zahra, Riska mencoba mengakrabkan dirinya dengan Zahra.
" Kamu sangat Cantik Zahra " Ucap Riska yang masih di rias.
" Terimakasih Ris, Kamu juga Cantik kok " Jawab Zahra lembut.
" Oh ya Ris, katanya kamu hampir tahu semuanya tentang Zan, menurut kamu Zan suka tempat seperti apa yah ?" tanya Zahra penasaran.
Riska tersenyum " Aku tidak begitu tahu juga sih, tapi yang pasti dia tidak suka tempat ramai "
" Tempat yang sepi ?, Tempat seperti itu adanya dimana Yah ?" Zahra terlihat sedang berpikir.
" Tidak usah memikirkan tempat yang tepat dimana, Zan pasti tidak mau pergi kemanapun, lebih baik kamu memanjakannya saja di rumah, itu akan membuatnya lebih senang " jawab Riska santai.
" Apa kamu yakin Ris ?, jika Zan liang tidak suka kemanapun ?" tanya Zahra memastikan.
Riska mengangguk lirih " Aku yakin Zah, mana mungkin aku berbohong denganmu "
Zahra tersenyum senang, karena Riska ternyata orang yang mudah di ajak bicara, dia mengira jika Riska orang yang Cuek, pasalnya saat mereka pertama kali bertemu, Riska terlihat seperti Wanita yang Arogan karena tidak mau mengalah dengan Zan liang.
Mereka berdua mengobrol masalah Zan liang, kedua terlihat saling berbagi informasi untuk menyenangkan Zan liang.
Sementara itu Zan liang sedang di rias oleh Ke empat Ibunya, karena Zan liang menolak di rias oleh penata Rias pengantin.
" Bu !, Ayolah..., Zan tidak suka di Rias, Zan memakai jas saja Oke !" ucap Zan liang tegas.
" Tidak, kamu harus di Rias !, agar hasil Foto kamu nanti bagus !" Ucap Mira.
Viona menimpali " Benar Zan, Agar Nanti kenang - kenangan kamu bagus.!"
".Jangan seperti anak kecil Zan !, ini hari sakral kamu " ucap Tanti.
Sindi tersenyum " Ibu - ibumu benar Zan, jadikan pernikahan satu kali seumur hidup, dan lakukan yang terbaik dihari sakral ini, kecuali kamu mau seperti Ayahmu " goda sindi pada Zan liang.
Zan liang menghela napas, dia akhirnya lebih memilih pasrah dari pada harus berdebat dengan ke empat ibunya.
__ADS_1
Karena Zan liang tahu jika dia tidak bisa melawan emak - emak dengan jurus seribu Dakwah Maut.
***
Disebuah gedung dekat dengan gedung acara pernikahan Zan liang, terlihat Dua orang sedang mengawasi gedung temlat lernikahan Zan liang.
Mereka berdua sangat serius ketika mencari Posisi yang tepat untuk meletakan senjata Snipernya.
" Disini bagus !, panggung pengantin terlihat, kurasa ini akan jadi misi yang mudah !" ucap salah satu orang tersebut.
" Jangan lengah !, lihat para penjagaanya sangat ketat, jika kita salah langkah, kita yang akan mati disini !" Ucap seorang yang berwajah galak.
" Iya, iya, aku tahu itu !" Pria tersebut meletakkan snipernya.
Ratusan penjaga yang terus berpatroli tidak sadar jika ada dua orang yang sedang mengincar Tuan mereka.
Pasalnya kedua orang tersebut bersembunyi di gedung tertinggi, jadi tidak ada yang mengira kalau mereka ada disana.
Jarak mereka burdua dengan tempat pernikahan Zan liang 300 Meter, sementara mereka bisa menggunakan Sniper dengan jarak 500 meter.
" Bersiaplah !" ucap orang yang berwajah galak ketika dia melihat iring - iringan Mobil Zan liang dan kedua calon Istrinya.
Mereka di jaga dengan sangat ketat, saat keluar dari Mobil saja mereka ditutupi dengan rapat sebelaum sampai dalam gedung.
" Anak Milyarder memang beda, sampai segitunya mereka menjaganya " ucap Pria yang sedikit tengil.
Pria berwajah Galak menghela napas " Kamu bisa diam tidak sih !"
" Jangan terlalu serius seperti itu, kita akan cepat menyelesaikan misi ini !" Ucap pria tengil dengan yakin.
Pria berwajah galak tidak menanggapinya lagi, dia malas berbicara dengan orang yang menurutnya menyebalkan tersebut.
Dua pria tersebut pembunuh bayaran international Julukan mereka Dua mata Elang, pasalnya mereka berdua sangat mahir menggunakan Sniper, Mata mereka sangat Jeli jika mencari target.
Mereka berdua telah membunuh banyak orang penting dan beberapa orang Milyarder, mereka melakukan Hal tersebut untuk mendapatkan uang.
__ADS_1
Jika kliennya mampu membayar Mahal, mereka berdua tidak akan segan untuk membunuh korbannya hanya dengan satu kali tembakan menembus kepala mereka.
Dua mata Elang selalu sukses dalam menjalankan Misi, Mereka tidak pernah sekalipun gagal saat mengambil sebuah Misi.
Misi kali ini kebetulan Misi ke seratus mereka, jika Misi kali ini berhasil, bisa di pastikan mereka berdua akan menjadi pembunuh bayaran paling berbahaya di Dunia.
Mereka terus mengawasi pesta pernikan Zan liang, sayangnya pesta tersebut masih sangat lama, karena mereka menunggu ketika Momen semua orang bergantian mengucapkan selamat di atas panggung.
Sementara itu di gedung tempat pernikahan Zan liang, terlihat seorang wanita mengenakan Topi, mulutnya terlihat terkatup kuat saat melihat Zan liang dan Calon kedua istrinya.
Wanita tersebut seperti sedang sangat marah, dia diam di pojokan seperti menunggu sesuatu.
Sedangkan Zan liang sedang berbasa - basi dengan para tamu, sebenarnya dia sangat malas, tapi mau bagaimanapun hari ini adalah pernikahannya, jadi dia tidak mau terlihat buruk di depan semua orang.
Karena jika dia terlihat buruk, sama saja dia juga membuat nama keluarganya buruk, dan mempermalukan Kedua istrinya.
Krisna menggida Zan liang ketika sudah tidak ada orang yang mendekati Zan liang " Awalnya tidak mau, tapi sekarang keduanya di embat !, maruk sekali kamu Zan !"
Zan liang mengerutkan keningnya, dia tidak mau kalah dengan Krisna " Kenapa ?, kakak Mau menikah lagi ?, Nanti aku deh yang meminta ijin pada Kak Melisa " ucap Zan liang sembari menaik turunkan alisnya.
" Kamu ini tidak bisa di ajak bercanda !, padahal kakak tidak serius " ucap Krisna tidak berdaya, pasalnya Melisa memang di sampingnya.
" Jadi kamu iri dengan adikmu Ayah ?" tanya Melisa lembut, tapi suaranya tersirat sebuah ancaman.
Krisna menghela napas " Aku mana berani, aku bukan Ayah dan Zan liang, aku adalah pria yang setia dengan satu wanita !" jawab Krisna bangga.
" Heleh !, Waktu pertama kali lihat kak Zahra saja mata Kak Krisna seperti mau Copot !" Entah dari mana datangnya Rayan, dia tiba - tiba ikut nimbrung saja.
Melisa memelototi Krisna, Krisna menatap kedua adiknya tidak berdaya, dia yang awalnya hanya ingin menggoda Zan liang, tapi malah terkena serangan balik oleh Rayan.
Krisna sebenarnya sangat marah, tapi apa daya sekarang ada Melisa, jadi dia hanya bisa diam sembari berharap Melisa tidak menyuruhnya tidur di luar nantinya.
.
.
__ADS_1
.