Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Awal masuk ke Perusahaan


__ADS_3

Zan liang dan Kedua istrinya beristirahat di kamar yang dulunya ditempati oleh Brian, kamar tersebut masih terlihat rapi karena selalu dirawat oleh pelayan.


" Ah... akhirnya ketemu ranjang juga " ucap Zahra sembari membaringkan tubuhnya.


Riska juga ikut berbaring di samping Zahra, pasalnya mereka baru pernah melakukan perjalan dengan Mobil dengan jarak yang cukup jauh, jadi wajar saja jika mereka kecapean.


Berbeda dengan Zan liang yang fisiknya memang sudah kuat, dia terlihat biasa saja.


Zan liang buka suara " Kalian tidak mandi dulu sayang ?" tanya Zan liang yang sedang membereskan barang bawaan Mereka.


" Kami mau istirahat dulu sayang, benarkan Zah ?" Tanya Riska pada Zahra.


Tapi Zahra tidak menjawab, dia terlihat sudah tertidur, Riska menggelengkan kepalanya, karena Zahra begitu mudahnya tertidur di tempat baru.


Zan liang tersenyum ketika melihat Zahra yang sudah tertidur " Ya sudah, kamu juga istirahat gih, aku nanti mau menemui kakek dan Nenek dulu setelah membereskan barang - barang " ucap Zan liang lembut.


Riska menganggukkan kepalanya, dia memejamkan matanya, agar cepat tertidur seperti Zahra.


Zan liang tidak mengganggu mereka berdua, karena dia yakin jika kedua istrinya kecapean setelah melakukan perjalan yang cukup jauh.


Setelah selesai membereskan barang - barang, Zan liang keluar dari kamar dan langsung ke ruang keluarga.


Disana sudah terlihat Martin yang sedang ngobrol dengan kakeknya, Zan liang menghampiri mereka berdua.


Ketika Zan liamg sudah duduk, Kakek Zan liang langsung bertanya dengan bersemangat " Zan, apa benar kamu akan tinggal disini bersama kakek dan Nenek ?"


Zan liang tersenyum " Iya Kek, aku di suruh Ayah untuk mengurus perusahaan disini, dengan Paman Martin "


Seto terlihat sangat senang " Baguslah, dengan begini kakek dan Nenek tidak akan kesepian lagi "


Mereka ngobrol dengan santai, karena sudah sangat lama tidak bertemu banyak tolik yang mereka bicarakan, sampai - sampai mereka lupa waktu karena saking bersemangatnya Seto, bercerita ini itu.


Zan liang dan Martin menjadi pendengar yang baik, Walaupun mereka sebenarnya sedikit lelah, tapi mereka tidak mau mengecewakan Seto.

__ADS_1


Kemudian Nenek Zan liang datang dengan membawa segelas jamu yang dulu pernah dia berikan pada Brian.


" Zan, nanti kamu minum ini yah " ucap Risma lembut.


Zan liang bertanya " Ini apa Nek ?" tanya Zan liang penasaran, sembari memegang gelas jamu tersebut.


" Itu Jamu Kuat Zan, dulu Ayahmu jiga minum Jamu itu " Risma tersenyim penuh arti.


Martin mau tertawa tapi tidak enak hati, dia terpaksa menahan tawanya, karena dia tahu jika Jamu tradisional sangat manjur, yang artinya Bu Risma mengharapkan agar Zan liang selalu prima ketika berhubungan dwngan kedua istrinya.


Zan liang yang belum pernah minum jamu tentu saja dia kebingungan apa dari maksud ucapan Neneknya tersebut, dia meliihat Jamu yang berwarna Voklat kehitaman, baunya penuh dengan rempah.


Zan liang menyesap jamu tersebut " Hoek !" Zan liang menjulurkan lidahnya.


" Nek, kok pait banget sih ?" tanya Zan lian sembari menutup satu matanya.


" Yang namanya jamu ya pahit Zan, Minum saja itu baik buat tubuhmu, Kakek juga meminumnya kok " ucap Seto sembari tersenyum.


Martin menimpali " Tuan Muda, benar kata Tuan Besar, anda harus meminumnya, agar tubuh anda selalu kuat " Martin tersenyum penuh arti.


" Hoek !" Zan liang terlihat seperti mau muntah.


Risma langsung memberi Zan liang, wedang Jahe sebagai penawar rasa pahit.


Seto terkekeh " hahaha... anak pintar, kamu harus meminum jamu itu rutin Zan "


Zan liang mengerutkan keningnya, dia mau menolak tapi tidak bisa, karena dia ingin menyenangkan kedua pasangan sepuh tersebut.


Mereka kembali ngobrol beberapa saat, setelah hari sudah Sore, Zan liang pamit untuk Mandi, begitu juga dengan Martin.


Zan liang kembali ke kamarnya, terlihat kedua istrinya sudah rapi dan wangi.


" Kamu dari mana sayang ?" tanya Riska yang melihat Zan liang masuk kamar.

__ADS_1


Zan liang menutup pintu dia menghampiri kedua istrinya yang sedang duduk bersama didepan meja rias " Ngobrol dengan kakek dan Nenek, kalian sudah rapi mau kemana ?"


" Mau kemana apanya ?, kami merias diri untuk suami kita tercinta " ucap Zahra genit.


Zan liang meyeringai " Benarkah ?" Tangan Zan liang bergerilya ke gunung kembar kedua istrinya.


" Mandi dulu sayang ih..." ucap Riska manja.


" Apa mau kami mandiin ?" tanya Zahra.


" Boleh, Ayo.." Zan liang menarik kedua istrinya ke kamar mandi, hingga terjadilah pertempuran sengit disana.


Zan liang sangat prima hingga mampu menggarap keduanya sampai waktu malan malam tiba. Mereka pun turun dari kamar dan makan malam bersama.


...***...


Ke esokan harinya, tanpa menunggu lagi, Zan liang dan Martin langsung ke perusahaan.


Martin yang menyetir kusus untuk Zan liang, sementara Body guard mengikuti mereka dari belakang dengan Mobil lainnya.


Semua Karyawan perusahaan sudah diberitahu jika Martin dan Zan liang akan datang, jadi mereka semua tidak ada yang datang terlambat.


Hari yang merupakan CEO Axel Capital di Brebes, dia menyambut kedatangan Martin dan Zan liang di depan pintu Masuk perusahaan bersama dengan Para petinggi Axel Capital.


Zan liang dan Martin turun dari Mobil, Body guard buru - buru membukakan pintu untuk Zan liang.


Zan liang turun dengan elegan, dia terlihat berkarisma ketika turun dari Mobil.


Hari langsung bergegas menghampiri Zan liang dan menyapanya sembari membungkukkan badan " Selamat datang Tuan Muda " ucap Hari Sopan.


Zan liang menganggukkan kepalanya " Apakah kamu yang namanya Hari ?" tanya Zan liang.


" Benar Tuan Muda " jawab Hari lugas.

__ADS_1


Zan liang berkata dengan datar " Kumpulkan semua petinggi perusahaan, dalam 10 Menit aku menunggu mereka di ruang rapat !" Setelah mengatakan hal tersebut Zan liang langsung masuk ke dalam perusahaan, tanpa menunggu Hari memberikan sebuah jawaban, Martin mengikuti Zan liang dari belakang.


__ADS_2