Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Prinsip Zan liang


__ADS_3

Zan liang berhadapan dengan Riska, dia membenarkan Rambut Riska yang acak - acakan.


Zan liang melihat wajah Riska yang pucat, area sekitar matanya bengkak.


Zan liang tersenyum " Apa kamu masih memikirkan aku Ris ?" tanya Zan liang lembut.


Riska mendongak ke atas, bukannya menjawab dia malah menangis " Hiks..Hiks..."


" Apakah aku masih penting bagimu Ris ?" tanya Zan liang lagi.


Kali ini Riska langsung memeluk Zan liang, dia menangis tersedu " Hiks...Hiks... Zan aku mencintaimu "


Zan liang menghela napas, dia membalas pelukan Riska " Kenapa kamu baru memperluhatkan perasaanmu sekarang Ris ?, kenapa kamu tidak dari dulu seperti ini ?, kamu tahu Ris, aku sudah tidak tahu akan membawa hidupku kemana semenjak di tinggalkan kamu "


Riska menggelang " Aku tidak pernah meninggalkanmu Zan, hiks...hiks... , aku selalu mencintai kamu !" jawab Riska parau.


" Di tempat ini awal hubungan kita kacau, sekarang aku juga ingin memperjelas hubungan kita disini " Zan liang memegang kedua bahu Riska dan menatap wajahnya dengan serius.


" Mungkin ini pertemuan terakhir kita, setelah aku menikah aku akan meninggalkan jakarta, aku harap kamu akan menjalani kehifupan lebih baik lagi tanpa aku, Kita bertemu dengan baik - baik, aku juga ingin berpisah baik - baik, Ris..., terimakasih selama ini sudah perhatian denganku " Zan liang meneteskan air matanya.


Zan liang mungkin berubah, dia mungkin menjadi Arogan, tapi sifat dia yang baik hati dan lemah lembut sudah terpatri dalam jiwanya, jadi sebensrnya Zan liang hanya beruba di luarnya saja, di dalam dia masih Zan liang yang dulu.


Riska menggeleng - gelengkan kepalanya " Aku tidak mau pisah denganmu Zan, Huuuu...huuuuuu " Riska kembali menangis tersedu.


Zan liang tersenyum getir " aku sebenarnya tidak mau pisah dengan kamu, tapi mau bagaimana lagi, kamu yang meminta ini semua, aku hanya mengikuti apa yang kamu mau saja, Sekali lagi terimakasih Ris !"


Zan liang mau meninggalkan Riska, tapi Riska menarik tangan Zan liang dengan Kuat hingga Zan liang berbalik.


" Cup !" Riska langsung mencium bibir Zan liang.


Riska memegang kedua tangan Zan liang, setelah melepaskan kecupannya, dia memaksakan sebuah senyum manisnya.


" Jika kamu mau meninggalkan aku, setidaknya renggutlah kesucianku dulu Zan, agar nanti aku tidak menyesal menyerahkan kesucianku untuk pria lain !" Ucap Riska tegas.

__ADS_1


Zan liang mengerutkan keningnya " Jangan Konyol Ris !, kamu masih layak mendapatkan pria yang lebih baik dariku !"


Riska menggeleng sembari tersenyum " Aku sudah yakin Zan !"


Riska langsung melepaskan seluruh pakaiannya, karena dia hanya memakai baju santai, dengan sekali hentak saja Tubuh Riska sudah polos.


Riska memperlihatkan tubuhnya tanpa malu sembari memegang kedua tangan Zan liang lagi " Mungkin kamu bukan yang pertama melihat tubuhku, tapi aku bisa meyakinkan kamu, jika kamu akan mendapatkan Mahkotaku !"


Zan liang melepas tangan Riska, dia mengambil baju Riska " Ris !, jangan seperti ini, pakai kembali !" Zan liang menyerahkan baju Riska.


Tapi Riska malah berusaha menciuum Zan liang.


Zan liang mau menahan Riska, tapi tangannya malah memegenga benda kenyal di dada Riska.


Riska tersenyum " Lakukan Zan, aku akan menyerahkannya untukmu !"


" Ris kamu sudah gila !" Zan liang membentak Riska.


Tapi Riska tidak menggubrisnya, dia memeluk Zan liang dengan Erat, Zan liang mendorong Riska hingga terjatuh.


" Buggg !" Riska jatuh terduduk.


Riska kembali menangis " Apakah aku sekotor itu dimata kamu Zan !?, hingga kamu tidak mau menyentuhku !, hiks ...hiks..."


Zan liang menghela napas, dia berjongkok dan melepaskan Jasnya untuk menutupi tubuh Riska " Bukan seperti itu Ris, tapi aku tidak mau menyakiti wanita yang aku cintai " Zan liang memapah Riska dan menyuruhnya duduk diranjang Hotel.


" Kalau kamu mencintaiku, kenapa kamu tidak melakukannya saja !" Suara Riska makin meninggi.


" Ris, aku sebentar lagi menikah, aku ingin kita berpisah baik - baik, aku ingin kita membuka lembaran baru lagi di kehidupan kita masing - masing !, mengertilah Ris " Zan liang menyenderkan kepala Riska di bahunya.


" Tapi aku tidak ingin berpisah denganmu Zan, hiks...hiks..." ucap Riska lembut.


Zan liang mengusap Rambut Riska " kita masih bisa menjadi teman, aku yakin hubungan seperti itu yang akan membuat kita nyaman "

__ADS_1


Zan liang mengusap - usap Rambut Riska hingga membuat Riska merasa nyaman, suara tangis Riska perlahan tidak terdengar.


Karena Riska semalaman tidak bisa tidur, sontak saja kenyamanan yang diberikan Zan liang membuatnya Rilex, hingga dia terlelap.


Saat dengkuran halus mulai terdengar, Zan liang tersenyum, Zan liang membensrkan posisi tidur Riska, dia menyelimuti Riska dan mencium keningnya sebelum pergi.


" Terimakasih karena sudah memberikan warna dalam hidupku, dan Maaf aku tidak bisa memenuhi harapanku, Riska kamu wanita pertama yang membuatku terus untuk semangat hidup, aku tidak akan oernah melupakanmu " Setelah mengatakan hal tersebut Zan liang meninggalkan Riska yang terlelap.


Zan liang menyuruh Martin agar anak buahnya menjaga pintu, sebelum Riska bangun tidak ada yang boleh memasuki kamar tersebut.


Martin mengangguk mengerti, dia langsung menyuruh dua orang penjaga untuk berjaga di depan Pintu.


Sementara Martin mengantar Zan liang Pulang, di dalam Mobil Martin bertanya " Jadi Tuan Muda memutuskan untuk meninggalkannya ?" tanya Martin memastikan.


Zan liang menatap keluar Mobil " Hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang, mungkin dia akan merasakan sakit, tapi aku yakin dia akan mendapatkan pengganti yang sepadan, karena dia wanita yang Kuat " nada suara Zan liang di penuhi ke getiran.


" Kenapa Tuan muda Zan tidak menikahi Nona Riska bersama Nona Zahra saja sekaligus ?" tanya Martin lagi.


Zan liang menghela napas " Mau aku beri makan apa mereka ?, aku saja belum bekerja ini sudah mau menikah "


" Loh, Uang Ayah anda juga tudak akan habis untuk menghidupi mereka berdua " jawab martin simpel.


" Paman Martin, apakah layak seorang pria di anggap Pria jika untuk menghidupi istrinya saja dia tidak bisa ?, aku bukan orang seperti itu !" jawab Zan liang ketus.


Zan liang memang orang yang terlalu naif, padahal dia bisa menggunakan koneksi ayahnya untuk berkembang, tapi dia melakukan hal tersebut.


Tapi sebenarnya bukan hal tersebut yang membuat Zan liang seperti itu, Zan liang hanya tidak mau saja jika nanti ada kejadian seperti ibunya jika dia menikahi banyak wanita.


Zan liang memang membenci Ayahnya yang menikahi banyak wanita, jadi dia sebisa mungkin ingin menghindari hal tersebut.


Martin tersenyum penuh Arti saat mendengar jawaban Zan liang, walaupun menurut Martin itu naif untuk anak seorang Milyarder, tapi dia cukup kagum dengan prinsip Zan liang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2