
Melisa tersenyum melihat tingkah kakak adi tersebut , dia memuji suaminya dalam hati, pasalnya disaat yang lain tidak bisa mengerti Zan liang , dia dengan mudahnya merayu Zan liang.
" Sudah , sudah , Sini Zan biar kakak pilihkan baju untuk kamu " Ucap Melisa lembut.
Zan liang menatap Melisa denga seksama , Krina menegurnya " Hei !!, dia kakakmu awasa saja kalau kamu sampai jatuh cinta padanya !"
Zan liang tercengang " Kakak apa - apaan sih , siapa juga yang menyukai kakak tirinya sendiri ?, memang aku gila apa ?, lagian aku juga sudah punya wanita yang ku suka !" Zan liang buru - buru menutup mulutnya karena keceplosan.
Krisna tersenyum licik " Hooohh... jadi adik kakak sudah punya pacar nih ceritanya " ucap Krisna menggoda Zan liang.
Zan liang tersipu malu , wajahnya merah merona ,dia terlihat salah tingkah di hadapan Krisna dan Melisa.
Melisa tersenyum ".Sudah jangan dengarkan kakakmu , Ayo sini kita cari bajunya " ajak Melisa ramah.
Zan liang mengangguk , dia mengikuti Melisa dengan patuh , Zan liang menyapu pandangannya di Butik tersebut .
Zan liang melihat gaun pengantin yang srdsng dipajang , Entah kenapa dia jadi membayangkan Riska mengenakan gaun tersebut.
Melisa yang melihat Zan liang tertegun saat melihat Gaun pengantin , dia tersenyum " Nanti kalau kamu mau menikah , ajak Calon kamu kesini , biar kakak sendiri yang akan membuatkan Gaun khusus untuk kalian " ucap Melisa lembut.
Zan liang tersenyum kecut saat mendengar ucapan Melisa , pasalnya hubungan dia dengan Riska saja entah sudah sampai ditahap apa.
Kemudian Melisa mengambilkan beberapa setel pakaian pada Zan liang , dia menyuruh Zan liamg untuk mencobanya satu persatu.
Melisa sangat terpana dengan Zan liang saat dia memakai Tuxedo , Zan liang terlihat berkarismatik seperti Brian.
Tapi Melisa tidak mengatakan apapun , dia hanya menatap Zan liang yang sedang bergonta - ganti pakaian .
Setelah mencoba beberapa setel pakaian , Zan liang hanya memilih satu pakaian saja , pasalnya dia tidak mau menghambur - hamburkan uang hanya untuk pakaian.
" Jadi berapa kak ?" Zan liang bertanya harga pada Melisa.
Krisna yang mendengar itu mengerutkan keningnya " Memamngnya kamu punya uang tanya harga pakaian kakakmu ?" goda Krisna pada Zan liang.
Zan liang mendengus " punyalah , jadi berapa kak ?" tanya Zan liang pada Melisa.
Tapi Krisna yang malah menjawabnya " 10 Juta Rupiah !" Ucap Krisna menggoda Zan liang.
__ADS_1
Zan liang terkejut " Apa !!, mana mungkin sepotong pakaian harganya 10 Juta ?" jawab Zan liang tidak percaya.
" Kamu tidak percaya ?, Coba saja lihat Bandrol harganya !" Krisna masih menghoda Zan liang.
Melisa menyikut suaminya lirih , Krisna menyuruh Melisa untuk diam sebentar , karena dia ingin melihat ekspresi Zan liang saat melihat Bandrol harganya.
Zan liang mengorek - ngorek pakaian tersebut , betapa terkejutnya dia saat melihat Bandrol harganya yang ternyata Benar 10 juta , malah tertulis 11.499.000 Rupiah.
' glek ' Zan liang menelan ludah , dia menatap Melisa dengan tidak berdaya , Melisa terkikik geli.
Sementara Krisna tertawa terpingkal - pingkal karena melihat Ekspresi wajah adiknya yang sangat rumit saat melihat bandrol harga.
" Hahahaha.... " Krisna masih tertawa.
Zan liang menghela napas " Kak maaf , aku tidak jadi beli , aku mau cari yang murah saja di pasar " uvap Zan liang tidak berdaya.
Melisa mencubit Krisna " Awww !!, iya , iya maaf , hahaha..." ucap Krisna masih tertawa.
" Jangan dengarkan kakakmu Zan , pakaian itu intuk kamu dan ini juga " Ucap Melisa sambil menyerahkn peperbag lainnya.
Krisna merangkul bahu adiknya " Sudah ambil saja, itu Hadiah buat kamu karena sudah kembali ke rumah " ucap Krisna tulus.
Zan liang menatap Melisa , Melisa tersenyum lalu mengangguk, menandakan jika dia setuju dengan ucapan Suaminya.
Zan liang membungkuk Hormat " Terimakasih kak "
Zan liang dan Krisna kemudian pulang kekediaman Axel , mereka berdua mengobrol ringan disela perjalanan pulang.
***
Zan liang dan Krisna memasuki Vila ayahnya , Brian yang kebetulan melihat Zan liang dia menyapanya " Baru pulang Zan ?"
Zan liang hanya mengangguk dan berlalu begitu saja , Brian menghela napas kasar, dia tahu jika Zan liang masih marah padanya .
Tanti yang kebetulan sedang bersama Brian mengelus pundak suaminya " Jangan di ambil hati yah sayang , suatu saat nanti pasti Zan liang juga akan berubah " ucap Tanti Lembut.
Brian menganggukan kepalanya " Ya.. aku memang harus lebih sabar lagi " jawab Brian Sendu.
__ADS_1
Malam harinya , Zan liang sudah rapi , dia mengenakan pakaian yang diberi oleh Melisa.
Saat dia keluar dari kamar , Sindi yang mau mengajaknya makan malam bersama dengan yang lainnya menegur " Anak Ibu sudah rapi banget mau kemana ?" Sindi membenarkan Tuxedo Zan liang.
" Ada acara sama temen Bu " Jawab Zan liang singkat.
" Jadi kamu tidak makan malam bersama kami Zan ?" tanya Sindi lembut.
" Lain kami saja Bu , saya sudah janji sama teman - teman " Ucap Zan liang sambil berlalu meninggalkan Sindi.
Sindi menghela napas ,dia kemudian kembali ke meja makan , disana kuarga besar tersebut sudah berkumpul , pasalnya memang mereka selalu makan bersama dengan tujuan untuk mempererat hubungan mereka.
" Loh.. Zan liang mana Sin ?" tanya Viona sambil mencari Zan liang.
" Dia katanya ada acara sama temennya , baru saja pergi tadi , mana rapi banget lagi " ucap Sindi lembut.
Melisa menimpali " Dia memang punya janji sama temen Bu , tadi siang Krisna membawanya ke Butik untuk mencari pakaian, iyakan Sayang ?" tanya Melisa pada Krisna.
Krisna mengangguk " Iya Bu , Biarin saja madih ada banyak waktu buat dia berkumpul sama kita , kita jangan sampai mengekangnya , perlahan - lahan saja agar dia mau menerima kita apa adanya "
" Apakah kakak Zan Janjian sama Cewe Kak ?" tanya sikembar Axelin.
Krisna menggendikan bahunya " Kakak juga tidak tahu "
Alicia menimpali " Seharusnya sih tidak , Soalnya Riska bilang padaku jika dia malam ini mau mengerjakan Skripsinya "
" Siapa yang tahukan ?, Mungkin saja dia seperti Ayah " Ucap Rayan yang membuat seluruh kuarga menatapnya.
Rayan bergegas menutup mulutnya " Maaf " Ucap Rayan sambil menundukan kepalanya.
Tapi tiba - tiba Brian tertawa " Hahahaha... Kamu benar Rayan siapa tahu Zan liang yang meniru Ayah "
Seketika ruang makan tersebut hening ,hanya terdengar suara Tawa Brian yang masih sedikit terngiang - ngiang di kepaaereka semua.
Tapi sedetik kemudian Semua istri Brian tersenyum , pasalnya mereka baru Melihat Brian tertawa lepas lagi setelah sekian lama.
Keluarga besar tersebut menikmati makan malam dengan penuh hikmat.
__ADS_1