Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Mister X


__ADS_3

Riska teramat bahagia , karena dia bisa pulang bareng Zan liang , karena waktu Zan liang pakai motor butut , Zan liang selalu menolak tawaran Riska yang ingin pulang bersamanya.


Alasan Zan liang sangat banyak, entah itu takut motor mogok , dia sedang buru - buru ,tidak bawa dua helm dan lainnya , sebenarnya Zan liang melakukan hal tersebut ,karena tidak ingin Riska ikut di cemooh oleh orang lain , jadi Zan liang berinisiatif melakukan hal tersebut.


Tapi sekarang Zan liang sudah sedikit lebih percaya diri , pasalnya dia memakai Moge kualitas international , jadi dia tidak takut mempermalukan Riska.


Zan liang dengan santai menikmati naik motor bersama Riska , dia punya perasaan yang sedikit lega, karena akhirnya bisa berduaan dengan Riska.


Tapi saat Motornya mulai mendekati Rumah Riska , Zan liang terlihat gugup , pasalnya dua takut di usir lagi oleh orang tua Riska , karena dia belum tahu jika Martin sudah menegur orang tua Riska.


Motor Zan liang berhenti didepan gerbang rumah Riska " sudah sampai sini saja yah Ris.." ucap Zan liang lembut.


Riska menggeleng masih memeluk Zan liang , dia tidak mau turun dari motor " kamu harus mampir dulu "


" Tapi Ris... Orang tua kamu kan tidak menerima aku " Zan liang berkata dengan sendu.


" Pokoknya masuk dulu , apa kamu mau menyerah begitu saja , atau aku memang tidak penting buat kamu "nada suara Riska seakan ingin menangis, membuat Zan liang tidak tega.


Zan liang menghela napas " Baiklah , kita masuk bersama , Tapi gerbangnya be...."


" Grrrrrrttt " Zan liang belum selesai bicara , gerbang sudah di buka Security , Security pun terlihat ramah dan mempersilahkan masuk motor Zan liang.


Zan liang sedikit terkejut , pasalnya dulu waktu dia ke rumah Riska dengan motor bututnya , Security seakan tidak sudi melihat dirinya.


Zan liang tersenyum kembali ke arah Security menunjukan sopan santunnya , dia kemudian langsung mengemudikan Motornya masuk ke Rumah Riska.


Kebetulan Dewi ,Ibu Riska sedang merawat tanaman kesayangannya di teras , Dewi menatap Motor gede yang masuk ke rumahnya.


Dewi terkejut saat melihat ternyata Zan liang yang mengendari motor gede tersebut , ditambah anaknya berboncengan dengan Zan liang.

__ADS_1


Dewi langsung berdiri untuk menyambut Zan liang , Motor Zan liang berhenti tepat di depan Rumah Riska .


Zan liang mematikan Motornya , dia melepaskan helem dan turun dari motor setelah Riska turun terlebih dahulu.


Zan liang langsung menyalami tangan Dewi " Selamat sore Bu " ucap Zan liang sambil mengecup tangan Dewi.


Dewi mengusap puncak kepala Zan liang " Lama tidak bertemu Zan , bagaimana kabarmu ?"


Zan liang menoleh ke Riska , sorot matanya penuh dengan pertanyaan ,tapi Riska menanggapi hal tersebut hanya dengan tersenyum manis.


Zan liang mengerutkan keningnya , dia kembali menatap Dewi dan menjawab " Saya baik Bu..., Ibu dan bapak bagaiamana kabarnya "


Dewi tersenyum " Kami juga baik , eh...Ayo masuk dulu " Dewi mempersilahkan Zan liang masuk.


Zan liang mengangguk sambil tersenyum , dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi , dulu waktu dia datang Zan liang sangat tidak di hargai , berbeda dengan sekarang ,sifat Dewi juga berubah 180 derajat.


Zan liang menarik lengan Riska dan membisikan sesuatu " Ibu kamu kesambet setan mana Ris ?"


Zan liang tersenyum kecut , dia menggenggam tangan Riska " Maaf..., aku cuma kaget saja tiba - tiba ibu kamu baik "


Riska mengangguk mengerti , pasalnya dia juga melihat kedua orang tuanya dengan lantang mengusir Zan liang waktu itu.


" Ya sudah , ayo masuk dulu .." ajak Riska sambil menarik tangan Zan liang.


Zan liang mengangguk , dia kemudian memasuki Rumah Riska tanpa sedikit bebanpun, tidak seperti waktu pertama kali dia datang ke tempat tersebut.


***


Di luar negeri ,sekelompok orang sedang berkumpul , terlihat mereka saling berdiskusi membahas Axel Capital.

__ADS_1


" Mister X , ini tidak bisa di biarkan , jika terus seperti ini ,Axel Capital akan semakin merajai penjuru Dunia , kita juga mungkin tidak bisa membalaskan dendam kita !"


" Benar Mister X, kita harus cepat bergerak ,sebelum Axel Capital tidak bisa kita sentuh !"


" Ya aku juga setuju !"


" aku juga setuju !"


Para Eksekutif kelompok tersebut sepakat ingin menjatuhkan Axel Capital ,mereka semua punya tujuan yang sama ingin menghancurkan Axel Capital.


Tapi orang yang disebut Mister X tidak menanggapi ,dia hanya menatap para Eksekutif kelompok dengan pandangan dingin.


Mister X buka suara " kita tidak bisa bertindak gegabah , bukankah kalian sudah lihat sendiri , jika orang - orang yang menghancurkan cabang Axel Capital semuanya sudah dilenyapkan , walaupun kita berhasil membunuh satu istri dan Anak Brian , tapi kerugian yang kita dapat sangat besar , kita kehilangan pasukan khusus kita ,jika kita ingin menggunakan pembunuh bayaran takutnya mereka akan berkhianat jika tertangkap karena Brian punya uang yang cukup untuk membayar mereka balik !, aku harap kalian mengerti kondisi kita !!"


Setelah Mister X buka suara , terlihat beberapa Eksekutif kelompok tersebut saling berdiskusi , ada yang setuju , ada pula yang terlihat tidak setuju.


Mereka semua punya pemikiran masing - masing , Mister X yang melihat hal tersebut menghela napas , dia kemudian buka suara lagi " begini saja , kalau kalian memang ingin melakukan penyerangan pada Axel Capital , adakah diantara kalian yang bersedia melakukannya , aku ingin melihat sampai sejauh mana pemikiran kalian !"


Seorang pria paruh baya dengan Rambut sudah mulai memutih menawarkan diri " Mister X, biar saya yang akan melakukan hal tersebut , saya akan buktikan jika saya mampu menghancurkan setidaknya 1/4 aset Axel Brian !" ucap pria itu penuh semangat.


Mister X mengangguk " Baiklah , aku serahkan padamu !" Setelah mengatakan hal tersebut , layar yang menunjukan gambar Mister X yang memakai topeng mati.


Seketika perkumpulan tersebut mulai membubarkan diri , Mereka ingin melihat apa yang bisa dilakukan pria paruh baya tersebut.


Karena anggota Mister X semuanya Orang Elite , tentu saja mereka tahu apa yang harus di lakukan sambil menunggu hasil kerja pria paruh baya tersebut , Mereka juga akan ikut bertindak jika Pria paruh baya tersebut bisa membuat kekacauan yang sangat besar untuk Axel Capital .


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2