
Di singapura, Yugi dan anak buahnya sudah sampai di Negara tersebut.
Yugi dan anak Buahnya langsung membuat rencana agar penyergapan mereka berhasil tanpa adanya kendala.
Brian juga datang ke Negara tersebut tapi dia tidak menunjukkan diri, dia datang diam - diam agar tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
Sementara itu Mister X baru bersiap - siap akan pergi ke Singapura bersama anak buahnya.
Mister X tidak tahu jika identitasnya telah terbongkar, karena dia yang selama ini bersembunyi dibalik bayangan merasa yakin jika tidak ada yang mengenalinya.
...***...
Briaan yang sudah ada di Singapura menelpon Zan liang, hanya beberapa saat saja Zan liang mengangkat teleponnya " Halo Ayah, ada apa ?" tanya Zan liang sopan.
" Zan, jika Ayah menangkap dalang di balik peristiwa Pulau Senkuku apakah kamu yang mau memberi pelajaran atau....?" Brian sengaja memotong ucapannya.
Zan liang terdengar menghela napas " Ayah..., semuanya Zan serahkan pada Ayah saja, Zan tahu jika Zan belum cukup kuat untuk memberinya sebuah pelajaran, Zan pikir Ibu juga akan senang jika Ayah yang akan mengeksekusi Sampah itu "
Brian tersenyum " Baiklah kalau itu mau kamu, biar Ayah Nanti yang urus, kamu baik - baik disana bersama Kakek, Nenek dan istrimu " setelah mengatakan itu Brian mematikan Ponselnya.
Dia kemudian berbicara pada Yugi, sorot matanya menjadi lebih serius " Yugi !, kita eksekusi dia disini !, aku tidak peduli kamu menangkapnya hidup atau mati !"
" Dimengerti Tuan Axel !" Ucap Yugi Sopan.
Sementara itu ditempat Zan liang, dia mengepalkan tangannya, dia ingin juga menghajar orang yang menyebabkan ibunya meningga, tapi dia sadar jika belum seperti Ayahnya.
Zan liang bertekad jika dia akan menjadi lebih kuat lagi dengan bisnisnya tanpa harus merepotkan Ayahnya.
Zan liang tidak ingin orang yang dia sayang meninggalkannya lagi, walaupun Ayahnya bisa melindungi keluarganya, tapi nyatanya dia masih kecolongan ketika pulau senkuku diserang, jadi Zan liang pikir lebih baik mengandalkan kekuatannya sendiri agar bisa melindungi orang terkasihnya.
Zan liang tidak sadar jika kemauannya tersebut karena dia tidak mempercayai Ayahnya lagi, dengan kata lain sebenarnya Zan liang masih membenci Brian dalam lubuk hatinya yang terdalam.
...***...
Ke esokan Harinya di Bandara Singapura, rombongan Mister X srdang turun dari pesawat.
__ADS_1
Yugi menyeringai, ternyata informasi yang diberikan tangan kanan Mister X bukanlah sebuah omong kosong.
Brian yang melihat Mister X di Layar yang ditampilkan oleh Satelit, dia mengerutkan keningnya.
Brian tahu siapa Mister X itu, dia menghela napas " Aku kira kamu sudah menyerah, ternyata yang melakukan semuanya selama ini kamu, sepertinya Martun terlalu lembut dengan keluarga Sasongko dulu, ternyata kamu memiliki perusahaan diluar Negri sebastian !"
Sebastian Sasongkon merupakan orang yang dulu ingin mendapatkan Sindi dan Tanti, tapi karena pengaruhnya yang masih kalah dibanding Brian dengan Axel Capitalnya, Sasongko grup di hancurkan oleh Axel Capital, siapa yang menyangka jika Sebastian akan melakukan perbuatan keji pada Mei sia.
Alasan Sebastian membunuh Mei sia sebenarnya di samping karena Zan liang yang mendengar percakapannya, karena setelag dia tahu jika yang menyelamatkan hidup Brian adalah istri ketikaganya, Mei sia.
Sebastian berpikir jika dia bisa membuat Brian sakit hati dan sekalian membunuh orang yang mendengar percakapannya, hal tersebut sama saja dengan melempar satu batu mengenai dua burung sekaligus, nyatanya setelah kejadian tersebut Brian langsung jatuh sakit selama tiga tahun, artinya kalau misi Sebastian berhasil.
Tapi siapa yang menyangka jika Zan liang masih hidup, hal tersebut membuat Sebastian jengkel, dia sudah berusaha membunuh Zan liang dengan berbagai cara tapi hasilnya nihil, Entah karena keberuntungan atau karena pengawal Zan liang yang selalu menjaganya, yang pasti Zan liang selalu berhasil lolos dsri maut.
Sebastian mengendarai Mobilnya ke sebuah Hotel.
Yugi dan anak buahnya langsung mengikuti, ketika Mobil Sebastian sudah sampai di hotel tersebut.
Yugi menyuruh sebagian anak Buahnya menetralisir area sekitar, agar tidak ada warga sipil yang terlibat.
Tentu saja Manajer terkejut, karena manajer pikir Yugi adalah pihak Militer Singapura, dia menuruti perintahnya.
Manajer memberitahu pelanggan dengan hati - hati agar mereka tidak panik dan menuruti semua instruksi yang diberikan.
Butuh tiga jam ubtuk membersihkan Area hotel dari warga sipil.
Para penjaga Sebastian sebenarnya sedikit curuga ketika melihat pelanggan Hotel keluar dari kamarnya satu persatu. Tapi mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Mereka baru memberitahu Sebastian setelah semua pelanggan berhasil di evakuasi.
Anak buah Yugi langsung menyerang mereka setelah mendapat intruksi.
" Cubb
" Cubb
__ADS_1
" Cubb
Anak Buah Sebastian ditembaki dengan pistol yang sudah diberi peredam, satu persatu mereka tumbang.
Tapi ketika Pemimpin penjaga keluar, pemimpin penjaga yang Notabenya lulusan militer, dia melawan anak buah Yugi.
" Dor !
" Dor !
" Dor !
Adu tembakan terjadi di Hotel tersebut, Sebastian yang mendengar suara tembakan dari dalam kamarnya dia terkejut.
Sebastian mulai panik, karena tadi pemimpin penjaga memberitahu jika ada yang tidak beres di hotel.
" Apa yang terjadi diluar ?" Sebastian ketakutan didalam kamar, dia langsung mengambil pistolnya dan memegangnya dengan erat.
Suara adu tembakan berlangsung sekitar setengah jam, karena Yugi berhasil menumbangkan pemimpin penjaga.
Sebastian menodongkan senjata kedepan pintu, keringat dingin mulai mengucur deras di dahinya.
" Booommmm
Pintu meledak, seketika sebastian terpentela karena ledakan tersebut sangat kuat.
Yugi dan anak buahnya bergegas masuk dalam kamar.
Sebastian terlihat sedang kesakitan di lantai karena terhempas oleh ledakan tadi.
" Jangan bergerak !" Anak buah Yugi menodongkan senjatanya ke arah Sebastian.
.
.
__ADS_1
.