Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Menangkap Penghianat


__ADS_3

Brian tersenyum simpul menatap Riska yang terliahat malu - malu, Brian menggenggam tangan Riska " Ayah titip Zan padamu, karena kamu yang selama ini telah merawatnya, jadi Ayah yakin jika Zan akan mendengarkan ucapan kamu " Brian berkata dengan penuh harap.


Riska yang tadinya malu - malu berubah menjadi serius " Saya pasti akan menjaga Zan dengan baik A...ayah " Ucap Riska tergagap, pasalnya dia masih canggung memanggil Brian dengan sebuatan Ayah.


Brian tersenyum penuh arti, dia menepuk tangan Sindi dengan lembut, menandakan jika dia percaya dengan Riska.


***


Sementara itu disebuah hotel, Pria yang menyuruh para penculik Mindi, dia sedang menatap tajam bawahan kepercayaannya.


" Tuan Salman, ada sedikit kesalahan, seharusnya saya tidak meneyepelekan penjagaan Brian, saya janji besok akan mendapatkan salah satu anak Axel !" ucap Roso bawahan kepercayaan Nuri Salman.


Nuri tidak menjawab dia hanya menatap tajam Roso, membuat Roso berkeringat dingin, pasalnya dia tahu jika majikannya tidak puas dengan kinerjanya.


" Tuan Salman, beri saya kesempatan satu kali lagi, saya akan menyelesaikan ini semua dengan baik !" ucap Roso mencoba membujuk.


" Satu kali lagi, jika kamu tidak berhasil juga, maka...." Nuri meyobek sebuah foto keluarga Roso.


' glek ' Roso menelan ludah, tapi dia bergegas mengangguk " Dimengerti Tuan !, Terimakasih atas kemurahan hati anda" Roso membungkuk hormat kemudian meninggalkan temapat tersebut.


Nuri yang sebenarnya tidak percaya dengan Roso, dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Tumben sekali menelepon, ada apa Salman !" orang diseberang telepon terlihat menjawab dengan acuh.


Nuri menghela napas " aku ada pekerjaan untukmu, Culik anak Axel jika berhadil akan kubayar 100 juta !"


Orang diseberang telepon tertawa " Hahahaha... kamu kira aku bodoh Salman !, kamu hanya memberi 100 juta untuk menculik anak seorang Milyarder ?, apa kamu pikir dia tidak dijaga oleh pengawalnya"


Nuri mengerutkan keningnya " Berapa yang kamu inginkan ?!" ucap Nuri ketus.


" 1 Milyar !, aku akan selesaikan dalam tiga hari !" orang diseberang telepon berkata dengan yakin.


" Baiklah !, tapi ingat jangan bawa namaku jika anak buahmu tertangkap !" setelah mengucapkan itu Nuri langsung mematikan Ponselnya.


Ditempat orang yang ditelepon Nuri, dia menyeringai " Semi !, kumpulkan orang - orang cakap kita, ada pekerjaan besar untuk mereka "

__ADS_1


Semi Tangan kanan orang tersebut mengangguk " Baik Bos !" dia langsung pergi menghubungi orang - orangnya.


" Axel Brian, Entah dosa apa yang telah kamu perbuat hingga orang - orang Mister X bergerak, setelah membunuh satu Wanita dan anakmu, nampaknya mereka belum cukup untuk membuatmu hancur, maafkan aku Tuan Axel Brian !"


Orang - orang yang mengincar Brian, mereka tidak tahu jika pengawal bayangan yang sudah disiapkan Brian juga mulai melakukan penjagaan ketat.


Pengawal bayangan Brian awalnya hanya mengamati pergerakan musuh, tapi setelah kejadian Zan liang dua kali babak belur, Brian menyuruh mereka untuk segera bergerak dan memperketat penjagaan.


***


Sementara itu dirumah sakit, Yugi yang sudah mendapat innformasi, dia menemui Brian.


Brian yang tahu jika Yugi membawa informasi yang penting, dia langsung menemui Yugi di lorong rumah sakit yang sepi.


" Tuan Axel " Yugi menyapa Hormat saat Brian datang.


" Apa kamu sudah dapat sesuatu Yugi ?" tanya Brian tanpa basa - basi.


Yugi menyerahkan beberapa lembar foto " Tuan lihatlah ini "


" Foto tersebut diambil satu minggu yang lalu, artinya dia sudah tiba di Indonesia satu minggu yang Lalu Tuan Axel " Ucap Yugi cemas.


Brian meremas foto tersebut " Satu minggu yang lalu ?, tapi kalian baru mendapatkan informasi ini sekarang ?, apa yang kalian kerjakan selama ini?, apakah kematian istriku belum cukup untuk membuat kalian sadar Yugi !!?" Suara Brian meninggi.


Yugi menunduk malu, pasalnya dia sadar jika telah melakukan kesalahan karena orang yang ada difoto adalah musuh Brian dulu, bisa dipastikan jika dia dalang diblik semua kejadian yang menimpa anak Brian.


" Apa cuma ini informasi yang kamu tahu ?!" tanya Brian dingin.


" Tidak Tuan Axel, orang tersebut menghubungi Gio beberapa jam yang lalu, saya curiga jika Gio bekerja sama dengannya " Yugi berkata dengan lembut, karena dia takut Brian marah lagi.


Brian mengangguk " Seret Gio kehadapanku !, aku ingin tahu apakah daerah kekkuasaan yang aku beri masih kurang untuknya !?" Brian berkata dengan ketus.


" Dimengerti Tuan Axel !" Yugi langsung pamit undur diri, sementara Brian kembali keruangan Zan liang.


***

__ADS_1


Malam harinya di Central Bar, terlihat Yugi yang sedang memukuli Gio dihadapan puluhan anak buahnya.


" Bajingan !!, berani kamu mau menghianati Tuan Axel !!?"


" Bak


" Buk


" Bak


" Buk


Wajah Gio sudah berlumuran darah " Bos..., siapa yang bilang jika saya menghianati Tuan Axel ?, mana saya berani melakukan itu " ucap Gio berusaha mengelak.


" Masih tidak mau mengaku !!!!, bawa dia kemari !! " Yugi menyuruh anak buahnya membawa Semi.


Semi dilemparkan kedepan Gio, dia sudah tidak berdaya dengan luka diseluruh tubuhnya.


Gio terkejut , padahal dia yakin jika rencanya tidak ada yang mengetahui, tapi melihat Semi sudah babak belur, Gio jadi merinding ketakutan.


" Kamu ingin tahu kenapa aku bisa tahu semuanya ?, Rois Kemarilah !" Seorang pemuda kurus menghampiri Yugi.


Gio membelalakan matanya " Rois kamu...?"


Rois menyeringai " apa kamu pikir aku anak buahmu Gio ?, Tuanku hanya Axel Brian, kamu hanyalah anjing bodoh yang tidak tahu terimakasih, asal kamu tahu Gio, 50% anak buahmu merupakan orang - orang setia Tuan Axel, mereka tidak akan menghianati Tuan Axel !"


Wajah Gio pucat pasi, rencananya untuk mendapatkan uang 1 Milyar ambyar, pasalnya dia tidak tahu jika selama ini gerak - geriknya di awasi oleh anak Buah Brian.


Gio menundukan kepalanya tidak berdaya, karena dia yakin jika nyawanya sudah tidak ada artinya lagi dihadapan Brian.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2