Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Rencana Zan liang yang berubah Setelah Menikah


__ADS_3

Zan liang duduk di sofa seberang Brian, dia kemudian bertanya " Ada apa Ayah ?" tanya Zan liang sopan.


" Zan, sebenarnya apa yang telah kamu lakukan selama tiga tahun ini ?, kenapa kamu di kejar - kejar pembunuh bayaran ?" tanya Brian penasaran.


Zan liang mengerutkan keningnya " Pembunuh bayaran ?, bukankah itu hanya sherli yang akan membunuhku Ayah ?" tanya Zan liang bingung.


Brian menghela napas " Sherli adalah penyelamatmu Zan, jika dia tidak datang mungkin kamu yang akan mati, arah tembakan tersebut tepat mengarah ke kamu, tapi Sherli yang tiba - tiba muncul tidak sengaja tertembak "


" Apaaaa !, Ayah tidak bercanda kan ?" tanya Zan liang tidak percaya.


" Yugi !, perlihatkan rekaman Cctv pembunuh bayaran tersebut " perintah Brian pada Yugi.


" Baik Tuan !" Yugi membuka Laptop dan memperlihatkan saat Dua pembunuh bayaran yang mengenakan penutup wajah sedang membidik dengan Senapan Sniper.


Mereka berdua terlihat sangat fokus mengincar sesuatu di gedung acara pernikahannya.


Tentu saja Zan liang terkejut, pasalnya dia yakin jika selama ini tidak pernah berurusan dengan orang lain, apa lagi selama tiga tahun ini dia hanya fokus dengan studinya.


" Ayah, ini...?"


" Karena itulah Ayah bertanya padamu, coba kamu ingat - ingat lagi, siapa tahu kamu pernah berurusan dengan orang yang mengincarmu ini !" ucap Brian datar, padahal dalam hati dia sangat marah karena anaknya di jadikan Target pembunuhan.


Zan liang menghela napas " Ayah beneran, Zan tidak pernah bermusuhan dengan orang lain, selama ini Zan hanya Kuliah seperti biasa saja, Zan juga mencoba untuk menghindari masalah sebisa mungkin "


Brian hanya bisa menatap anaknya tidak berdaya " Jika kamu tidak mempunyai musuh, berarti itu musuh Ayah mungkin, tapi yang membuat Ayah bingung kenapa selalu kamu yang di invar mereka, padahal masih ada yang lain "


Zan liang menggendikan bahunya " Entahlah Ayah, Zan juga ingin tahu kenapa mereka mengincar Zan "


Brian kemudian menatap Zan liang dengan serius " Zan, sekarang kamu sudah beristri, bagaimana kalau kamu melnjutkan rencana Krisna sambil belajar memegang perusahaan ?" .

__ADS_1


" Ayah, Zan juga sebenarnya ingin membahas masalah ini, Zan juga sadar jika Zan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kedua Istri Zan "


Zan liang diam sebentar kemudian melanjutkan " Zan ingin meminta maaf pada Ayah karena selama Zan tinggal disini hanya merepotkan Ayah, tapi Zan janji mulai besok Zan akan menebus semua kesalahan Zan, Zan ingin belajar berbisnis seperti Ayah !" ucap Zan liang mantap.


Brian tersenyum puas " Bagus !, itu baru anak Ayah !, mulai besok Ayah sendiri yang akan mengajari kamu agar cepat mengerti Bisnis yang bagus dan yang tidak untuk kamu !" ucap Brian tegas.


" Terimakasih Ayah !"


Zan liang sudah memutuskan untuk mulai membuat kerajaan Bisnisnya sendiri, dia tidak ingi terus menerus bergantung pada uang Ayahnya, walaupun uang Ayahnya tidak akan habis dalam tujuh turunan sekalipun.


Zan liang ingi meghidupi kedua istrinya dan Anak - anaknya nati dengan kemampuannya sendiri, bukan dari bantuan Ayahnya.


Zan liang kemudian berpamitan masuk kamar kembali.


Brian menggoda Zan liang " Malam pertama Ayah sangup sampai jam 3 pagi Zan " ucap Brian sembari tersenyum.


Zan liang memasuki kamarnya, terlihat Zahra yang sudah terlelap, sementara Riska sedang duduk bersandar di ranjang sembari melihat ponselnya.


Zan liang yang melihat hal tersebut, dia mendekat dan duduk di samping Riska.


Zan liang kemudian bertanya " Serius amat Ris ?" tanya Zan liang lembuat.


" Eh...iya nih, aku lagi baca Novel !" jawab Riska sembari tersenyum.


" Kamu juga suka membaca Novel Ris ?" tanya Zan liang.


Riska mengangguk " Iya, tapi Genre Romansa saja hehehe.."


" Kalau begitu kamu Coba baca Novel karya Alveandra, walaupun dia membuat Novel Yang bergenre Fantasi, tapi dia juga menyelipkan beberapa Romansa didalamnya, System Cashback yang menceritakan kisah Cinta dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya, System Harem yang membuat para Wanita jatuh cinta pada sang Tokoh utama, dan yang terbaru System Cek in pikiran, kisah seorang pria sebatang kara yang berusaha mempertahankan pernikahan mereka, dan masih ada lagi, kamu lihat saja profilnya " Ucap Zan liang mempromosikan karya Autor.

__ADS_1


Riska mengerutkan keningnya " Loh kenapa semuanya berhubungan dengan System ?, bukankah akan lebih menarik membahas seorang CEO yang jatuh cinta, atau CEO yang mempertahankan cinta istrinya ?"


Zan liang tersenyum " Mungkin dia ingin mempertahankan Readers setianya, jadi dia membuat Genre seperti itu terus, sudahlah kenapa malah membahas Novel, lebih baik kita melanjutkan malam pertama kita "


Zan liang langsung memegang Gunung kembar Riska dan memagut Bibir Riska.


Riska hanya bisa pasrah saja, lagi - lagi Zan liang menggarapnya, dia seperti tidak pernah bosan melakukan hal tersebut.


Zan liang menggarap Riska sampai jam 3 pagi seperti kata Ayahnya membuat Riska sudah seperti Pakaian lusu saja, yang lemah lunglai.


Zan liang membiarkan Riska yang sudah tidak berdaya dengan napas tersengal - sengal.


Karena pusakanya masih berdiri Kokoh, Zan liang menyibak selimut Zahra dan memasukan Pusakanya dalam Goa Zahra, membuat Zahra langsung terbangun karena dia masih merasakan perih.


Riska yang melihat hal tersebut tersenyum kecut " Zahra , gantian kamu yang menemani suami kita yang liar ini, aku gantian mau istirahat " ucap Riska dalam hati.


Zahra merintih kesakitan Awalnya, tapi lama - lama dia merasa sedikit enak, Zahra menoleh ke arah Riska yang sudah memejamkan matanya tanpa mengenakan sehelai benangpun di sampingnya.


Zahra tahu pasti Riska sangat kelelahan, untung saja Zan liang hanya menuntaskan saja ketika menggarap Zahra, hanya dalam hitungan menit saja Zan liang mencapai puncak.


Zahra menghela napas lega ketika Zan liang terbaring di sampingnya dan tidak melanjutkannya lagi, Zahra memeluk Zan liang sembari tersenyum.


Zahra kembali tertidur ketika Zan liang sudah tertidur, pasangan pengantin baru tersebut tertidur pulas bersama ketika menjelang subuh, mereka seolah tidak memiliki beban sedikitpun. padahal di pernikahan mereka telah terjadi kasus yang besar.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2