Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Luka Lama Yang Kembali Terbuka


__ADS_3

Zan liang menyipitkan matanya dia bertanya - bertanya siapa pria yang memanggilkan kakak tersebut , pasalnya ketika dia pulang ke pulau Senkuku bersama ibunya Rayaan masih masih belajar berjalan.


Rayan merupakan Anak lelaki Brian yang paling muda , dan juga kakak dari sibungsu Mindy anak Sindi.


karena diantara kelima istrinya Mira yang paling terakhir punya anak , setelah Mira melahirkan Rayan ,Sindi hamil Mindy.


" Astaga.. kakak tidak ingat aku ?, padahal kakak loh yang mengajari aku Berjalan " ucap Rayan sendu.


" Ka..mu Ra..yan ?" tanya Zan liang yang mulai berbicara walau dengan suara parau.


" Binggo !, Kakak pulang yah , kami rindu kakak , Ayah sedih sekali waktu dengar Ibu Mei dan Kakak menghilang ,kami kira kakak dan ibu Mei...., tapi syukurlah ternyata kakak selamat " ucap Rayan sambil menghampiri Zan liang.


Zan liang menitihkan Air matanya , dia teringat dengan ibunya ,Mira menjitak anaknya " Pletak !"


" Aduh..!, apa sih bu ?" Rayan memegangi kepalanya sambil menatap ibunya, tapi dia ketakutan saat ibunya memelototinya.


Viona , Sindi ,Tanti dan Mira menghibur Zan liang , mereka memberikan kasih sayang pada Zan liang seperti anaknya sendiri, pasalnya merrka tahu jika Zan liang butuh kasih sayang mereka.


Tak berselang lama, beberapa perawat masuk ke ruangan tersebut untuk memindahkan Zan liang keruang Vip.


Reynaldi mengatur Ruangan VIP terbaik , dia juga memecat Dikter muda yang membuat masalah, karena dia ingin menyenangkan hati Brian.


Kemudian Brian dan Ketiga istrinya pamit pulang , Sementara Mira menawarkan diri tinggal dirumah sakit ,untuk menemani Zan liang bersama Rayan.


Di ruangan VIP hanya tersisa Mira ,Rayan ,Riska dan Alicia yang menemani Zan liang , Mira dengan telaten mengupas buah yang sengaja tadi dia bawa untuk Zan liang.


" Tan..te Biar saya bantu " Ucap Riska menawarkan diri.


Mira tersenyum , dia dengan senang hati memberikan buah tersebut pada Riska.


" Kakak , dia pacarmu ?" Tanya Ryan tanpa tedeng aling - aling.


Seketika wajah Riska dan Zan liang langsung memerah , Walaupun mereka belum pacaran tapi mereka berdua memiliki perasaan yang sama.


Mira melihat keduanya yang tersipu dia tersenyum , Mira menegur Rayan " mulut kamu usil banget sih, jangan campuri urusan orang lain !" ucap Mira tegas pada anaknya.


" Siapa yang mencampuri urusan orang lain Bu ?, aku hanya bertanya saja " jawab Rayan.


Mira memelototinya , Rayan langsung menundukan kepalanya , Alicia terkikik geli melihat Rayan yang takut pada ibunya " Hihihi... badan saja gede , tapi tetap kalau sama ibu jadi kerupuk juga "

__ADS_1


Seketika mereka semua tertawa , Zan liang juga ikut tertawa walau tidak keras , hati Zan liang mulai luluh , pasalnya dia merasakan kehangatan keluarga setelah tiga tahun lamanya dia hidup sebatang kara.


Rayan mendengus kesal , karena dia dijadikan bahan tertawaan , tapi dia juga ikut tertawa karena dia juga ingin membuat Zan liang tidak tertekan lagi.


***


Beberapa hari kemudian Zan liang sudah di oerbolehkan pulang , dia pulang kerumah kebesaran Axel yang berada dijakarta.


Zan liang mulai ragu saat Mobil masuk kehalaman Rumah ayahnya , dia takut jika anak - anak ayahnya yang lain tidak akan menerimanya.


Pikiran Zan liang kemana - mana , banyak yang dia takutkan , pasalnya dia sudah lama tidak bersama mereka .


Mobil turun didepan Vila , Semua keluarga Axel berkumpul didepan Vila menyambut kepulangan Zan liang , mereka semua sengaja tidak berangkat kerja dan sekolah hanya untuk menyambut Zan liang.


Zan liang turun dari mobil , Krisna langsung menghampirinya dan memeluk Zan liang " Bodoh !!, kamu kemana saja !, kamu masih memiliki kami !" Krisan melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.


Zan liang ingat betul siapa orang yang memeluknya tersebut , pasalnya sebelum adik - adik mereka terlahir dialah teman satu - satunya pada saat itu.


" Maaf ka..kak " Zan liang menundukan kepalanya.


Krisna memegang rambut Zan liang yang panjang " Hais.. apa - apaan rambut ini ?, Nanti kita potong !"


" Oh..ya lupa , Zan dia Melisa istriku " ucap Krisna percaya diri.


Zan liang terkejut " Kakak sudah menikah ?, sejak kapan ?"


" hei.. !, sudah, sudah , Ayo masuk dulu , kamu juga Krisna bukannya membawa adikmu masuk dulu !" Sindi berteriak.


Krisna menggaruk kepalanya yang tidak gatal , dia kemudian membawa masuk Zan liang , Sikembar Axel dan Mindy memperhatikan Zan liang dengan seksama , mereka ingin bertanya tapi masih Canggung.


Rayan membawa Zan liang menunjukan kamarnya , setelah mereka berkeliling sebentar , Rayan membawa Zan liang keruang keluarga , disana semua orang sudah berkumpul.


Zan liang duduk disamping Rayan , Krisna bertanya " jadi sekarang kamu sibuk apa Zan ?"


" Bukankah kalian sudah tahu ?" Zan liang malah balik bertanya.


Pada dasarnya Zan liang sudah tahu jika kehidupannya pasti sudah diketahui oleh keluarganya saat dia bertemu Martin, jadi dia langsung pada intinya.


" Hahahaha... " Krisna tertawa.

__ADS_1


" Maaf semuanya , ternyata gelar mahasiswa terbaik di UI bukan cuma bualan semata , begini saja biar aku ganti pertanyaannya , kenapa kamu menghindari kami Zan ?" tanya Krisna serius.


Zan liang menatap tajam Brian " Kenapa kakak tudak bertanya pada Dia !, seharusnya dia tahu alasan aku begitukan ?" ucap Zan liang sinis.


Zan liang juga tidak memanggil Brian Ayah , dia masih menaruh sedikit kekesalan pada Brian.


Krisna mengerutkan keningnya " Zan , bukankah kamu terlalu kasar sama Ayah ?" tanya Krisna.


Sementara yang lain tidak berani ikut berbicara , pasalnya pembicaraan tersebut mengarah pada kematian ibu Zan liang.


" Kakak bilang itu kasar ? , Aku tahu kakak juga tidak bisa memahami perasaanku , mungkin kalian juga sama , itulah kenapa aku lebih memilih hidup sendiri " Ucap Zan liang dingin.


Semua orang terkejut dengan ucapan Zan liang , Krisna berdiri , dia sedikit emosi dengan Zan liang , tapi Brian menghentikannya " duduklah Krisna !" ucap Brian lembut.


Krisna menghela napas ,dia duduk kembali setelah mendengar perintah Brian .


Brian menghela napas " jadi dugaanku selama ini benar , jika kamu membenci Ayah Zan liang ?" tanya Brian lembut.


" Kalau kamu tahu itu kenapa kamu masih bertanya !" Zan liang tidak berusaha melunak pada Brian.


Ke empat istri Brian mulai khawatir , pasalnya Zan liang benar - benar sudah tidak menaruh hormat lagi pada Brian.


" Ya... Ayah akui ,jika semuanya salah Ayah , Ayah tahu jika kamu ingin ibu kamu dilindungi seperti istri Ayah yang lain ,tapi Ayah malah sibuk mengurusi bisnis Ayah dan tidak memperhatikan ibu kamu , Tapi Ayah juga tidak bermaksud seperti itu, Ayah..."


Zan liang langsung menyela " Tidak bermaksud apa !, Ibu mati karena kamu tidak memperhatika ibu seperti kamu emperhatikan yang lain !, apa kamu tahu ,ibu selalu menangis setiap malam karena dia merasa tidak berharga di matamu , kamu selalu memperhatikan yang lain dengan sepenuh hati !, Tapi apa yang kamu lakukan untuk ibu ?!, kamu mengabaikannya , kamu pikir hanya dengan uang dia bahagia ?, Tidak Axel Brian !!!!" Zan liang meninggikan suaranya.


Zan liang menitihkan air mata , dia mengambil sebuah buku dari tasnya , sampul buku tersebut terlihat sedikit hangus karena terbakar , Zan liang melemparkan buku tersebut ke arah Brian " Itu suara hati ibu untukmu !!!" Zan liang beranjak dan meninggalkan mereka untuk kekamarnya.


" Zan liang !" Krisan berteriak memanggil tapi Zan liang tidak menggubrisnya.


Brian membuka buku tersebut , saat dia baru membaca satu halaman tangannya bergetar , dia meneteskan Air matanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2