
Sindi menyikut pelan Brian dan memberikan kode padanya, dia bertanya apa yang terjadi dengan Zan liang.
Brian yang mengerti maksud Sindi tersenyum kecut sembari menggelengkan kepalanya, pasalnya walaupun dia mempunyai banyak istri, dia tidak seperti Zan liang yang terang - terangan menunjukan wajah sukanya seperti itu.
Sindi kemudian mengantar Husen dan Zahra ke kamarnya masing - masing.
Zan liang mau mengikuti Zahra tapi Krisna menarik kerah belakang bajunya " Mau kemana Kamu !?"
" Bug ! "Sontak saja Zan liang jatuh terduduk dilantai, pantat Zan liang mendarat di lantai.
Zan liang menoleh kebelakang " Kakak !, apa yang kamu lakukan ?!"
Krisna mengerutkan keningnya " Seharusnya aku yang bertanya padamu Zan liang !" ucap Krisna tengas.
" A..ku mau kemar !" Elak Zan liang.
Krisna menghela napas " Kamu urus dulu masalah kamu dengan Riska !, baru nanti kamu bisa memutuskan mau mendekati Zahra atau tidak !" ucap Krisna ketus.
Brian terkekeh melihat kedua anaknya saling berdebat, tapi Brian tidak mencampuri urusan mereka.
Zan liang menunduk malu, dia sadsr jika seharian ini memang bertingkah konyol, dia seharusnya memikirkan perasaan Riska.
" Maaf kak " Ucap Zan liang lemah.
Krisna menghela napas " Ya sudah sana !"
Zan liang beranjak dari lantai, dia langsung ke kamarnya, kali ini dia tidak memikirkan Riska untuk sementara.
Keesokan Harinya, sesuai perjanjian Zan liang membawa Zahra untuk bertemu dengan Riska, tentu saja dia tidak lupa meminta izin pada kakek Riska.
Kali ini Zan liang meminjam Mobil Ayahnya, karena dia tidak ingin membuat Zahra kepanasan karena naik Motor.
Mobil Zan liang sampai di kafe tempat pertemuan, terlihat Riska sudah menunggu Zan liang, Riska kali ini berdandan dengan sangat Cantik, tapi tetap saja dia kalah cantik dengan Zahra.
Wajah Riska berubah menjadi jelek saat melihat Zan liang menghampirinya bersama wanita lain.
" Maaf lama " ucap Zan liang datar.
Riska berusaha untuk tetap tersenyum, dia tidak mau terlihat matah pada Zan liang, karena dia pikir jika Zan liang akan membencinya jika dia marah.
__ADS_1
Tapi tindakan Riska malah membuat Zan liang salah paham, dia saja sangat marah ketika melihat Riska dengan Mike, tapi Riska seolah tidak peduli jika dia berjalan dengan wanita lain, malahan dia tersenyum seperti itu.
Zan liang duduk di seberang Riska, Zahra juga ikut duduk disampingnya " kamu belum pesan sesuatu ?" tanya Zan liang.
Riska menggelengkan kepalanya " Sengaja menunggu kamu dulu "
Zan liang mengangguk, dia memanggil pelayan, memesan minuman dan makanan Ringan.
" Ris, dia Zahra anak teman Ayahku " Zan liang mengenalkan Zahra.
" Zahra " Zahra mengulurkan tangannya.
Riska menyambut uluran tangan Zahra " Riska, Pacar Zan liang !" ucap Riska tegas.
" Aku sudah tahu dari Zan liang, senang berkenalan denganmu " jawab Riska ramah.
Riska merasa senang, karena ternyata Zan liang masih menganggapnya sebagai pacar, keraguan dalam hatinya sekarang sudah tidak ada lagi.
Tapi tiba - tiba Zan liang bicara ketus " Yakin kamu masih menganggap aku pacar Ris ?, terus Mike mau kamu kemanakan ?" tanya Zan liang sinis.
" Maksud kamu Zan ?" tanya Riska bingung.
Zan liang mendengus " Aku tahu kamu sering keluar dengan Mike, jadi tidak usah menyembunyikannya padaku lagi Ris !"
" Berteman ?, hahaha... Berteman tapi pergi ke Bioskop, ke Mall berduaan saja ?, Ya, ya, mungkin maksud kamu teman tapi mesra !" ucap Zan liang sinis.
Riska terkejut karena Zan liang mengetahui semuanya, tapi dia juga jalan dengan Mike karena ingin memperbaiki suasana hatinya.
Riska tidak pernah berpikir untuk selingkuh, tapi tetap saja tindakannya membuat Zan liang geram.
Karena mana ada pria yang mau melihat pacarnya berjalan berduaan dengan pria lain.
" Zan, itu karena kamu terus mendiamkan aku, aku juga butuh di hibur !" jawab Riska tidak berdaya.
" Apa kamu pikir hatiku terbuat dari batu Riska !?, seharusanya kamu berpikir sebelum bertindak, asal kamu tahu walau aku marah padamu tapi aku tidak pernah jalan dengan wanita manapun !" Zan liang mulai meninggikan suaranya.
Zahra merasa dia berada ditempat yang slah, dia pikir bertemu dengan Riska untuk mengobrol baik - baik dengannya, tapi siapa yang menyangka jika malah melihat Zan liang dengan Riska bertengkar.
Riska tidak mau kalah " kamu juga kemarin berboncengan motor dengannya bukan ?!, bukankah kamu juga sama saja ?"
__ADS_1
" Aku hanya mengantarnya !, aku tidak seperti kamu yang keganjenan !!" Suara mereka berdua semakin meninggi hingga orang - orang yang ada di kafe menatap tajam ke arah mereka.
Zahra yang dari tadi diam buka suara " kalian berdua Cukup !" Zahra membentak keduanya.
Seketika Zan liang dan Riska menoleh ke arah Zahra.
Zahra menghela napas " selesaikan masalah kalian baik - baik, jangan seperti ini, lihatlah semua orang menatap kita "
" Tidak perlu !" Riska mengambil tasnya dan meninggalkan Zan liang dan Zahra.
Riska denngan Emosi langsung ke mobilnya, dia tanpa pikir panjang mengajak Mike untuk ketemuan, karena dia pikir hanya Mike yang bisa menjadi sandarannya sekarang.
Zan liang menghela napas " Maaf Zahra, kamu lihat sendiri kan, itulah hubungan kami saat ini "
" Zan, dia masih mencintaimu, lebih baik kamu mengejarnya, aku takut dia bertindak bodoh " ucap Zahra lembut.
" Biarkan sajalah Ris, dia juga tidak mau mendengar ucapanku, terserah dia mau berbuat apa, yang penting aku sudah mengungkapkan kenapa aku marah padanya " Zan liang menyeruput Minuman yang baru di antar pelayan.
Zahra menggelengkan kepalanya, dia tahu jika Zan liang masih peduli dengan Riska, walaupun dia berkata seperti itu.
Mereka berdua hanya sama - sama keras kepala saja hingga tidak bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
Zahra dan Zan liang ngobrol dikafe hingga beberapa saat, mereka mengganti topik pembicaraan.
Saat minuman sudah habis, Zan liang mengajak Zahra pulang, karena tidak ada gunanya mereka berlama - lama di tempat tersebut.
Sementara itu Riska sudah bertemu dengan Mike, karena Riska sedang emosi dia tidak keberatan di bawa kemanapun oleh Mike.
Mike membawa Riska kesebuah Hotel yang terdapat Restoran di lantai bawahnya.
" Sudahlah Ris, pria seperti itu sudah tidak bisa di tolerir lagi, bukannya minta maaf malah membentak - bentak kamu " Mike memanasi Riska.
Riska menghela napas " Mungkin kamu benar Mike " Riska menyeruput minuman di depannya.
Mike tersenyum lebar saat Riska menyeruput minuman tersebut " Terus minum Ris, hari ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya !"
Mike menatap Riska seperti mau menelanjanginya, dia sangat senang karena Riska hampir mengahbiskan minumannya.
.
__ADS_1
.
.