Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Mengalahkan Ego


__ADS_3

Martin membawa kembali Zan liang ke kediaman Axel, dia tidak banyak bertanya lagi pada Zan liang saat pulang.


Zan liang menatap keluar Mobil sepanjang jalan, dia masih memikirkan Riska yang notabenya masih menjadi yang spesial di dalam lubuk hatinya yang terdalam.


Riska terbangun saat subuh menjelang, dia mengerjapkan matanya, ketika dia teringat dengan Zan liang dia langsung terbangun.


" Zan !, kamu kemana ?" Riska mencari - cari Zan liang, tapi dia tidak kunjung menemukannya.


Riska duduk lemah diranjang, dia lagi - lagi menangis di kamar Hotel.


Riska sudah tidak tahu harus bagaimana lagi untuk kembali dengan Zan liang, dia sekarang hanya bisa pasrah menerima kenyataan yang sedang di alaminya.


Mungkin Riska sakit hati, tapi dia mulai sadar jika itu semua juga karena kesalahannya, Riska tidak pernah menyalahkan Zan liang, dia hanya membenci dirinya sendiri yang tidak bisa memegang janjinya sendiri.


Riska memakai bajunya kembali, dia kemudian keluar dari Hotel, saat anak buah Martin mau mengantarnya pulang, Riska menolak, dia lebih memilih pulang menggunakan Taksi.


Hari berganti Hari dengan begitu cepat, undangan pernikahan Zan liang mulai di sebar ke orang - orang yang penting bagi Brian.


Keluarga Axel mulai sibuk menata ini dan itu, padahal Zan liang meminta agar pernikahannya di lakukan dengan biasa saja, tapi Brian tidak mengabulkannya.


Karena bagi Brian pernikahan adalah hal yang dilakukan sekali seumur hidup, jadi dia ingin pernikahan anaknya sangat berkenan, tidak seperti dirinya.


Zan liang juga sudah kembali ke sifat aslinya, dia sudah tidak keluyuran lagi dengan para Preman kota.


Zan liang terlihat sedang merenung di kamarnya, Krisna yang tagu jika Zan liang belum bisa sepenuhnya menerima pernikah tersebut, dia masuk ke kamar Zan liang.


" Zan, kamu tidak apa - apakan ?" tanya Krisna setelah duduk disamping Zan liang.


Zan liang menagnggukan keplanya, sembari tersenyum getir " Jika aku bilang sedang sakit memangnya kakak akan percaya ?"


Krisna menghela napas, dia menyenderkan tubuhnya di sofa " kakak percaya, hidup ini memang kadang tidak terduga Zan "


Zan liang mengerutkan keningnya, dia menoleh ke arah Krisna " ya, mungkin itu benar " jawab Zan liang datar.

__ADS_1


" Kamu tahu ?, kakak juga dulu tidak menduga jika akan menjadi suami Melisa, kakak geliasah tapi entah apa yang membuat kakak gelisah, yang pasti waktu itu kakak juga sama sepertimu belum siap untuk menikah "


Krisna dia sebentar kemudian melanjutka, sembari menegapkan tubuhnya " Mungkin perbedaan kita di percintaan, Kakak tidak pernah mencintai wanita lain, tidak seperti kamu yang sekarang, tapi kakak yakin jika masalah yang kamu hadapi sekarang akan menjadi pondasi kehidupan kamu nantinya, kakak percaya di balik cobaan yang berat pasti ada sesuatu yang lebih baik kelak dimasa depan !"


Zan liang menghela napas " Entahlah Kak... mungkin kakak benar, tapi waktu aku bergaul dengan anak - anak jalanan, sepertinya hal tersebut hanya sebuah kata kiasan saja, mereka semua sudah menjalani kehidupan dengan susah payah semenjak kecil, nyatanya masih seperti itu saja, mereka tidak mendapat manfaat apapun walau sydah melalui berbagai cobaan yang berat, aku sempat ragu dengan diriku sendiri, apakah aku bisa menemukan kebahagianku ?, sementara aku yang sekarang masih saja seperti ini !, seseorang yang tidak bisa menjadi contoh buat orang lain "


Krisna tersenyum " Sebenarnya anak - anak jalanan yang kamu maksud itu sudah mendapatkan kebahagian, tidak seperti ucapan kamu " ucap Krisna lembut.


" Maksud kakak ?" tanya Zan liang bingung.


" Kamu tahu Zan, jika anak - anak jalanan kurang perhatian, tidak dapat bekerja, mereka cenderung menghabiskan uang sekaligus setelah mendapatkannya, Tapi mereka menemukan kebahagiaan mereka walau cuma sebentar saja, itu berkat kehadiran kamu !" jawab Krisna tegas.


Note : Anak - anak jalanan yang Otor maksud, preman teman Zan liang.


Zanliang masih belum paham dengan ucapan Krisna, dia masih mencerna ucapan Krisna yang menurutnya masih ambigu.


Tapi Zan liang sedikit menyadari ucapan Krisna, jika teman - temannya sempat memiliki harapan saat dia mau merangkul Zan liang.


Jika Zan liang tahu hal tersebut sejak awal, sebenarnya dia bisa merubah kehidupan mereka, tapi Zan liang terlambat menyadarinya.


Zan liang menghela napas " Aku memang terlalu naif kak " ucap Zan liang tidak berdaya.


Krisna menggeleng " Bukan kamu yang naif, tapi ego kamu, Zan...., ketahuilah di Dunia ini tidak ada yang sempurna, begitu juga dengan kita, semuanya manusia sama saja, merek akan terus berproses walaupun sudah Sukses, Lihat saja Ayah kita, apa dia kekurangan uang ?, apa dia kekurangan Kebahagian ?, semua jawabannya tidak, Ayah sudah memiliki semuanya, tapi dia masih berproses untuk menjadi seorang Ayah dan Kakek yang baik untuk Anak Cucunya "


Krisna menatap Zan liang dengan seirus " jangan jadikan Ego kamu sebagai tolak ukur untuk menyakiti Hati kecilmu sendiri Zan, Ayah mungkin waktu muda sama seperti kamu, malah sepertinya kamu yang mewarisi sifatnya persis, tapi lihatlah dia yang sekarang, kamu tidak perlu menjadi Ayah, tapi kamu masih bisa meniru sedikit prinsip hidupnya !, karena kakak Yakin itu tidak akan menjadi masalah buat kamu !"


Semakin Krisna bicara, Zan liang semakin terngiang - ngiang dengan Riska, karena semua nasehat Krisna seolah meruntuhkan Ego Zan liang yang kekeh menolak meniru Ayahnya.


Hati Zan liang goyah, dia yang awalnya ingin melupakan Riska, nyatanya Zan liang semakin terbayang dengan Riska.


Krisna menepuk bahu Zan liang, dia berdiri dan berkata sebelum pergi " Ungkapan Buah Jatuh tidak jauh dari pohonnya, menurut kakak itu masuk akal !"


Zan liang menyenderkan tubuhnya di sofa, dia memijat pangkal hidungnya, Zan liang sekarang benar - benar bimbang.

__ADS_1


Zan liang meraih Ponselnya, dia berpikir sejenak " Aku harus menemui Riska !" ucap Zan liang yakin.


Zan liang berdiri, tapi dia ragu kembali " tapi apa yang harus kukatakan padanya ?"


Zan liang mondar - mandir dikamarnya seperti Nyamuk yang mengganggu Otor saat ini.


Pikiran Zan liang benar - benar hanya ada Riska saat ini, seperti Otor yang sulit berpikir karena ngung - ngung nyamuk sangat mengganggu !.


" Ah... Bodo amat !, aku mau menemui Riska !" Zan liang langsung berlari keluar dari kamarnya.


Karena pernikahan Zan liang besok, jelasa saja sanak saudsr keluarga Axel, dan Keluarga Husen sedang berkumpul diruamah tersebut.


Brian yang melihat Zan liang begitu tergesa - gesa menegur Zan liang " Kamu mau kemana Zan ?"


" Ada sedikit urusan Ayah !" Zan liang menjawab sambil berjalan cepat.


Brian mengerutkan keningnya, dia menatap Krisna yang tadi habis dari kamar Zan liang, Brian yakin jika Zan liang seperti itu ada hubungannya dengan Krisna.


Krusna membuang muka pura - pura tidak tahu, Brian menghela napas " Kamu ini Kris !"


Saat di luar Rumah, Zan liang memanggil Yugi " Yugi antar aku !" perintah Zan liang.


" Tap Tuan Muda ...." Yugi ragu - ragu.


" Sudah antar saja aku, aku sudah izin sama Ayah !" ucap Zan liang tegas.


Mendengar Zan liang sudah meminta izin, Yugi sedikit lega, dia akhirnya mau mengantar Zan liang.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2