Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Zan liang sudah pasrah jika pukulan tersebut akan mengenainya , dia hanya bisa menyilangkan tangannya di atas kepala ,berharap pukulan tongkat bisbol tersebut tidak mengenai kepalanya.


" Wuuzzzzz !!"


" Klaaappp !" Tongkat Bisbol ditangkap oleh seseorang.


Pria tersebut menoleh kebelakang , untuk melihat siapa yang menangkap tongkat Bisbolnya.


Tapi dia baru menoleh ,Bogem mentah meluncur di wajahnya " Bugggg !!"


Pria tersebut terhuyung kebelakang , dia memegangi hidungnya yang keluar darah .


Pria bertato Meraung " Bajingan !!!, " dia menyuruh anak buahnya menyerang pria yang memukulnya , tapi dia terkejut saat anak buahnya semua telah terkapar di aspal.


Pria bertato menatap Pria yang membantu Zan liang " B...B..os !" ucap Pria bertato takut.


" Siapa yang Bosmu !, aku tidak pernah punya anak buah bodoh seperti kalian !!" ucap pria tersebut dengan tegas.


Zan liang membuka matanya , dia melihat para preman yang menjegalnya sudah terkapar di aspal ,hanya tersisa si pria bertato.


" Pergilah kalian dari sini !!, berani kalian mengganggunya lagi ,aku sendiri yang akan menghabisi kalian !! " ucap Pria yang menyelamatkan Zan liang.


' glek ' pria bertato menelan ludah , dia langsung menyuruh anak buahnya cabut ,karena melihat Bosnya sangat marah.


Pria yang menyelamatkan Zan liang bergegas menghampirinya " Kamu tidak apa - apa ?" tanya pria tersebut.


Zan liang mengangguk , Walaupun wajahnya lebam tangan kirinya lecet karena aspal , Zan liang tidak mempermasalahkannya.


" Terimakasih " Ucap Zan liang sambil mengangkat motornya yang tergeletak di aspal.


Pria penyelamat Zan liang langsung membantunya " Saya Rasel ,nama kamu siapa ?" tanya Rasel pura - pura tidak tahu.


" Saya Raizan , sekali lagi terimakasih kak , maaf saya buru - buru mau bekerja " Zan liang menyelah motornya dan langsung meninggalkan Rasel sendiri.


" Habislah saya , Tuan Zan liang mana babak belur lagi , anak buah sialan !, apa mereka ingin membunuhku !!?" gerutu Rasel.


Rasel sebenarnya sudah diperintahkan Martin untuk menjaga Zan liang , tapi dia tidak menjalankan intruksi Martin dengan baik . Rasel sudah pasrah jika dia pasti akan di beri pelajaran oleh Martin .


Di kediaman Brian , informasi tentang terlukanya Zan liang langsung menyeruak masuk ke telinga Brian , Brian sangat marah.


Dia membentak pemberi informasi " Apa kerja kalian !?!, untuk melindungi anakku saja kalian tidak becus !!, panggil Martin kesini !!!"


Pemberi informasi berkeringat dingin , pasalnya dia belum pernah melihat Brian semarah itu sebelumnya , karena selama ini Brian tidak terlalu berurusan dengan anak buahnya.


Tak berselang Lama Martin sampai dihadapan Brian " ada apa Tuan Axel memanggil saya ?" ucap Martin sopan.


" Lihat itu !!" Brian melemparkan foto Zan liang yang babak belur.


Martin terkejut ,pasalnya dia tidak menyangka jika Rasel tidak bisa dipercaya " Tuan ,ini.. kejadian kapan ?"


Brian mendengus " kejadian kapan ?, seharusnya kamu tanya anak buah kamu yang menjaga Zan liang , jika dia tidak niat bekerja bunuh dia dan aku ingin yang menyakiti Zan liang hancurkan keluarganya sekaligus !!" Terlihat kilatan dingin di sorot mata Brian.

__ADS_1


Martin menghela napas " Baik Tuan Axel !" Martin langsung pamit undur diri.


Martin juga ikut geram ,karena dia pikir jika pengaturannya sangat buruk untuk menjaga Zan liang, apalagi Brian terobsesi untuk menjaga Zan liang sepenuhnya, tentu saja Brian tidak ingin terjadi kesalahan sedikitpun.


Martin langsung membawa pengawal pribadinya ,dia sengaja akan memberikan pelajaran untuk Rasel karena tidak becus menjaga Zan liang.


" Kita mau kemana Tuan Martin " tanya Zak ,pengawal pribadi Martin saat di dalam Mobil.


" Ke tempat Rasel !" Martin berkata dengan dingin.


Zak mengangguk mengerti, dia langsung mengemudikan mobilnya ke Bar RedHot ,karena Rasel yang mengelola tempat tersebut.


***


Di tempat Rasel dia sedang menghajar pria bertato , yang memukuli Zan liang " Bajingan !!, apa kalian ingin membunuhku ?!!"


" Bak


" Buk


" Bak


" Buk


" Ampun Bos , kami tidak tahu jika dia dilindungi anda ?" ucap pria bertato merengek ,dengan wajah yang sudah lebam - lebam.


Anak buah Rasel semuanya menundukan kepalanya , mereka tidak berani berbicara apa lagi melerai Bosnya jika sedang marah.


Rasel mau menghajar Teo lagi , tapi tiba - tiba pintu ruangan tersebut diketuk , Rasel menoleh " buka pintunya !"


Ketika pintu di buka Rasel terkejut saat melihat Martin " Mampus... habis sudah riwayatku !!" gerutu Rasel dalam hati.


Rasel tersenyum dia menyambut Martin dengan sopan " Ah..Tuan Martin ,selamat datang , kenapa anda tidak bilang jika akan kemari ?"


Martin tidak bicara ,dia melemparkan foto Zan liang yang babak belur , Rasel mengambilnya.


' glek ' Rasel menelan ludah ,dia sudah tahu jika informasi Zan liang yang babak belur pasti akan cepat sampai di telinga Tuannya.


" Tu..Tuan Martin saya bisa menjelaskannya !" Ucap Rasel berkeringat dingin.


" Zak !!" Martin memanggil pengawal pribadinya.


" Baik Tuan !!" Zak langsung menghampiri Rasel.


Sementara Martin duduk dengan santai di tempat yang biasa Rasel duduki.


Tubuh Rasel bergetar menatap Zak yang begitu kekar , apa lagi dia tahu jika pengawal pribadi keluarga Axel kebanyakan lulusan Militer dan pensiunan Militer , bisa dikatakan semuanya ahli dalam pertarungan.


" Tuan Martin aku mohon ma..." Rasel belum selesai bicara ,Zak sudah memukulinya.


" Bak

__ADS_1


" Buk


" Bak


" Buk " Darah segar mengalir dari pelipis, hidung dan sudut bibir Rasel , karena pukulan Zak sangat keras.


Semua anak buah Rasel begidik ngeri melihat bosnya dipukuli sampai tidak berdaya , Teo sangat terkejut , dia tahu sekarang kenapa Rasel memukulinya.


Zak terus memukuli Rasel hingga dia terkapar di lantai ,dengan darah bercucuran di wajahnya.


" Jadi ... Apa kamu mengenal orang yang memukuli Tuan muda Zan ?" tanya Martin dingin.


Teo dan anak buahnya yang kebetulan ada diruangan tersebut panik , jika bosnya saja bisa dihajar tanpa melawan apa lagi mereka yang hanya keroco.


Rasel mencoba untuk duduk , dia memegangi perutnya , Rasel menunjuk ke empat orang yang memukuli Zan liang.


Martin tersenyum " Jadi mereka anak buahmu , bagus ,bagus , bagus Rasel !, Tuan Axel memberimu fasilitas dan kamu mengajari anak buahmu untuk menghajar Tuan Muda Zan ?, kamu sangat Jenius !" Ucap Martin sambil bertepuk tangan lirih.


Rasel tersenyum getir , dia tidak mau menyela , karena semakin dia menyela maka Martin akan semakin menghajarnya dia lebih baik pasrah.


" Zak !!, Patahkan tangan mereka yang berani menyentuh Tuan Muda Zan !" ucap Martin tegas.


Zak mengangguk , dia menghampiri ketiga orang yang di tunjuk Rasel , mereka begidik ngeri melihat Zak yang begitu beringas.


Mereka tidak mencoba melawan , Zak memukuli mereka seperti samsak tinju.


" Kraaakk !


" Arghhh !


" Kraaak !!


" Arghhh !


" Kraaak !


" Arghhh !


Ketiganya tersungkur di lantai dengan kedua tangan yang sudah bengkok tidak di tempat aslinya.


Teo berkeringat dingin , karena hanya dia yang belum merasakan pukulan dari Zak .


Walaupun sudah babak belur ,Rasel menyeringai dia kemudian berbicara " Tuan Martin ,dialah dalang pengroyokan Tuan Muda Zan !" Ucap Rasel sambil menahan sakit.


Jantung Teo berhenti berdetak satu detik saat Rasel mengucapkan kalimat tersebut ....


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2