Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Hasil Yang Baik


__ADS_3

Mereka semua diam diruangan tersebut, hingga ruangan tersebut benar - benar hening, jika ada jarum jatuh saja mungkin bisa terdengar.


Tiba - tiba Asisten Hari, Mala memberikan sebuah ide " Tuan Zan bagaimana kalau lahan didaerah rumah saya saja, tepatnya di Bulak ( Kebun/sawah yang tidak ada irigasi ), disana banyak lahan yang menganggur karena musim tanamnya hanya musim hujan saja, dan juga banyak Bulak yang menganggur, ya walaupun sedikit jauh, kita bisa membangun jalan raya untuk kesana, karena Tuan ingin bisa menyejahterakan rakyat, aku rasa itu tidak masalah, dengan anda membuatkan sebuah jalan raya disana para warga disana pasti akan menyambut baik rencana anda " ucap Mala yakin.


Zan liang menatap Martin dan Hari, Mereka berdua mengangguk, Zan liang tersenyum " Lokasi tepatnya dimana ?" tanya Zan liang pada mala.


" Kecamatan larangan, lebih tepatnya Desa Karang bale, karena disana pengairan cukup susah jika musim kemarau, jadi para petani selalu mencari lahan di luar desa untuk menyambung hidup, karena itulah disana banyak lahan yang tidak di urus atau ditinggalkan, kurasa jika kita membangun pabrik disana semuanya akan berjalan lancar, dan tentunya menambah perekonomian mereka juga " jawab Mala detai.


Zan liang menggelengkan kepalanya, dia tersenyum senang " Hari, kamu memiliki Asisten yang cakap !, pertahankan dia !"


" Terimakasih Tuan " ucap Hari sopan.


Zan liang tidak menduga jika di Brebes ada lahan yang seperti itu, dia mengira jika semua Sawah ada pengairannya, tapi siapa yang menyangka jika di desa Karangbale ada hal seperti itu.


Zan liang langsung menyuruh Mala untuk membawa orang melakukan Survei ke lahan tersebut, jika nantinya Cocok, Zan liang akan langsung membangun pabriknya ditempat tersebut.


Adapun Martin dia langsung ke rencana awalnya untuk menemui pejabat daerah dan juga anaknya untuk sesegera mungkin membantunya membuat sebuah ijin pembukaan Pabrik.


Hari berganti Hari, Survei yang sudah dikumpulkan oleh semua anak buah Martin tentang apa saja yang ingin kalangan menengah kebawah inginkan sudah terkumpul semuanya sudah di pertimbangkan.


Proses pembangunan Pabrik semua sudah di atasi, ijin dari pejabat setempat dan pusat sudah di kantongi.


Zan liang juga sudah tahu Produk apa yang ingin di buat, Misalnya Bawang goreng dengan berbagai rasa, keripik jagung, keripik ketela dan yang lainnya.

__ADS_1


Semua hasil Bumi yang ada di Brebes tidak luput dari pantauan Zan liang.


Tidak nanggung - nanggung Zan liang membuat 3 pabrik besar sekaligus, tempat Pabrik tersebut berlokasi di desa Karang Bale , Dukuh Wangon Bangsari, Pamulian.


Jalan - jalan ke Pabrik tersebut di aspal dan dirapikan, para warga juga bisa menggunakannya sesuka hati mereka.


Proyek tersebut di kebut untuk cepat meralisasikan mimpi Zan liang.


Alhasil proyek tersebut berhasil di bangun setelah tujuh bulan pembangunan. karena pembangunan Pabrik berjslan dengan lancar tanpa adanya gangguan sedikitpun.


Zan liang sudah memulai memptomosikan Produknya dengan Sample buatan Rumahan.


Produk Sample tersebut langsung dikirim kesemua penjuru Indonesia, karena Zan liang menggunakan nama Axel Capital, tentu saja Produk tersebut mudah untuk diketahui.


Nama besar Axel Capital membuat Produk tersebut cepat melambung, malahan sebelum produk tersebut rilis secara Resmi, sudah banyak pesanan yang masuk.


Mala yang ditugaskan untuk mengumpulkan informasi dari seluruh perusahaan cabang dia menjelaskan dengan bersemangat.


" Tuan Zan !, produk kita diterima baik oleh masyarakat !, Bawang goreng berbagai rasa menempati posisi pertama dengan jumlah permintaan yang sangat banyak, kemasan produk kita juga menarik lerhatian mereka, karena menurut berbagai survei, dengan kemasan seperti itu mereka tidak takut jika bawang Goreng akan cepat melempem, jadi keputusan yang tepat membjat kemasan seperti itu !" ucap Mala terlihat sangat senang.


Zan liang tersenyum " Bagaimana dengan Karyawan yang mendaftar, apakah semuanya seperti kemauanku ?" tanya Zan liang lembut.


Manajer Sumberdaya buka suara " Semuanya seperti permintaan anda Tuan, kami memprioritaskan pribumi terlebih dahulu, sisanya dari luar kota !"

__ADS_1


" Bagus !, ingat ajari mereka dengan baik, jangan membuat mereka terlalu tertekan agar mereka tidak menyusahkan nantinya, jika salah hukum jika benar beri mereka bonus !, aku ingin semua karyawan sejahtera !, tidak ada perbedaan diantara mereka, bagiku semuanya sama saja !, apa kalian paham !" Zan liang berkata dengan lugas.


" Paham Tuan !" Ucap para petinggi Axel Capital Brebes kompak.


" Baiklah, Rapat cukup sampai disini !, kalian kembali ke tempat kalian masing - masing !" ucap Zan liang mengakhiri rapat.


Petinggi Perusahaan satu persatu meninggalkan ruang rapat, hingga hanya tersisa Martin dan Zan liang saja.


Martin dari tadi hanya menyaksikan bagaimana Zan liang yang mulai terlihat persis dengan Brian, cara bicaranya, ketegasan yang dilakukan semuanya hampir sama dengan Brian.


Martin bersyukur karena bisa menyaksikan dua orang hebat dalam dua generasi yang berbeda, dia sangat yakin jika Zan liang akan sangat sukses.


Zan liang yang melihat Martin terus menatapnya sambil tersenyum, dia bertanya " Paman Martin kamu kenapa ?"


Martin menggelengkan kepalanya " tidak apa - apa Tuan Muda, aku hanya sedang memperhatikan calon Milyarder baru saja " ucap Martin menggoda Zan liang.


Zan Liang tersenyum kecut " Paman Martin bisa saja, masih terlalu dini mengatakan itu, karena ini baru permulaan, aku tidak ingin lengah sama sekali "


Martin mengangguk setuju " anda benar, kita harus tetap mengawasi semuanya dengan seksama !"


Mereka berdua mengobrol diruangan tersebut sebentar, kemudian mereka keluar dari ruangan tersebut, karena mereka juga masih harus mengurus sesuatu yang lainnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2