Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Habis gelap Terbitlah Olah raga !


__ADS_3

Brian terlihat mengepalkan tangannya, dia tidak menyangka jika Zan liang benar - benar berani melawannya.


Saat Bria mau marah, tiba - tiba Husen yang ada ditempat tersebut bersama mereka terkekeh " Hahahaha.... Aku sudah menebaknya Brian !, jika dia memang mirip denganmu !"


Husen diam sebentar kemudian melanjutkan " Sudahlah Brian, lebih baik kamu setujui saja mereka, aku yakin Zahra juga tidak keberatan " ucap Husen santai.


Semua istri Brian saling menatap, mereka tidak tahu harus tertawa atau menangis, pasalnya Husen mirip dengan orang Tuan mereka yang menyetujui menikah dengan Brian walau sudah memiliki istri.


Brian menghela napas " kamu dengar sendiri apa kata Tuan Husen Zan, pulanglah dan bawa Riska kemari, aku akan merestui kalian berdua !"


Brian akhirnya menyerah, dia tahu jika sifat Zan liang sepertinya, jadi dia tidak ingin membuat Zan liang kesusahan, toh dulu juga dia seperti itu.


" Terimakasih Ayah !" Zan liang mematikan Panggilan.


Zan liang menoleh kearah Riska dan tersenyum " kamu sudah dengar sendiri kata Ayah, apa kamu mau ikut denganku ?" tanya Zan liang lembut.


Riska tanoa ragu mengangguk, dia memeluk Zan liang " Terimakasih Zan "


Zan liang mengusap puncak kepala Riska, dia sangat senang karena Ayahnya mau menerima Riska.


Zan liang menyuruh Riska mandi terlebih dahulu, zan liang menunggu di kamar Riska dengan tenang.


Saat Riska selesai Mandi dia melepaskan handuknya dan langsung duduk di pangkuan Zan liang " Zan, aku ingin menyerahkan Mahkotaku sekarang !" Ucap Riska bertekad.


Zan liang menghela napas " Ris, besok kita juga bakal menikah, kita tunggu sah aja dulu yah " jawab Zan liang menolak.


Tapi Riska menolak, dia langsung merangkul leher Zan liang dan mengecup Bibirnya.


Zan liang terkejut dengan tindakan Riska, dia mau mendorong Riska, tapi dia juga menikmati momen tersebut.


Akhirnya Zan liang mengikuti permainan Risaka.


Riska meraih tangan Zan liang dan meletakannya di gunung kembarnya.


Saat menyentuh benda kenyal tersebut libido Zan liang langsung naik drastis, dia yang biasanya tenang. seksrang berubah menjadi Bringas.


" Mppppphhhh


" Mpphhhhhh


******* Riska tertahan oleh pagutan Zan liang.


Zan liang terus memainkan gunung kembar Riska dengan gemas, membuat Riska semakin panas.


Mereka melakukan Foreplay hingga puluhan Menit, sebelum akhirnya Zan liang menggagahi Riska.


Saat pusaka Zan liang merobek sesuatu di Goa Riska, Riska menitihkan Air matanya.


Zan liang mendiamkannya sebentar sembari memeluk Riska yang tidur di bawahnya.

__ADS_1


Zan liang kemudian perlahan - lahan menggerakan Pusakanya.


Riska menggigit bibir bawahnya, dia msaih merasakan perih di goanya.


Tapu Riska mencoba bertahan, karena dia ingin membuat Zan liang terpuaskan.


Setelah beberapa menit Riska yang mulai nyaman, dia mulai bertindak agresive.


Zan liang tidak perlu memompa Goa Riska, tapi Riska yang bertindak sendiri.


Mereka berdua bermandikan peluh, hingga akhirnya Zan liang menyemburkan Lavanya.


Zan liang mengecup Bibir Riska dan tersenyum " Terimakasih Ris " ucap.Zan liang lembut.


Riska balas tersenyum, saat Zan liang mau melepas pusakanya, Riska menahan denga kakinya yang melipat di punggung Zan liang, tangannya juga merangkul leher Zan liang sembari tersenyum manja.


Zan liang yang baru mengeluarkan lava tentu saja merasa tidak nyaman, karena dia perlu istirahat sebentar sebelum melanjutkan ronde kedua.


Apalagi hal tersebut sesuatu yang baru pernah Zan liang lakukan.


" Ris, lepaskan dong, ayo kita mandi " ajak Zan liang.


" Lagi Zan " ucap Riska manja.


Zan liang menghela napas, setelah dia sudah tidak merasakan geli di pusakanya.


Riska yang merasakan Hal tersebut sedikit kaget, karena Goanya kembali penuh.


Zan liang mengangkat Riska yang masih melingkar seperti Ular.


Dia memepet Riska di dinding dan membentangkan kedua Kaki Riska dengan tangannya.


Riska memebelalakan matanya, saat pusak Zan liang mentok di ujung Goa.


" Uhhhhh !


Riska menceracau, ketika Zan liang memompanya dengan kasar.


Zan liang sekarang seperti kesetanan karena dia sudah tidak memperdulikan kelembutannya lagi.


Riska berteriak - teriak kecil, dia merasakan sakit, perih, ngilu dan Enak, semua rasa menjadi satu mengakibatkan Riska sulit mengekspresikannya.


" Zan... is..ti..rahat se..bentar, Hos..hos..." Riska terengah - engah.


Tapu Zan liang tidak mengindahkan ucapan Riska, dia terus menghujam Goa Riska dengan kasar.


" Aahhhh sakit Zan !


" Zan..... !!

__ADS_1


Riska.terus meraung tapi Zan liang terus menghujamkan pusakanya, karena Lavanya sudah hampir meletus.


" Uhhhhh !" Zan liang membenamkan Pusakanya sangat dalam, Riska semakin membelalakan matanya.


Zan liang menurunkan Riska, Riska langsung ambruk di lantai dengan kedua kaki yang gemetar " Hoss..Hoss.... " Riska menatap Lemah Zan liang.


Zan liang tersenyum, dia memapah Riska untuk berdiri " Apa kamu tidak apa - apa ?" tanya Zan liang.


Riska tersenyum getir, dia berusaha menampilkan sebuah senyum semanis mungkin.


Riska di papah Zan liang ke kamar mandi, Kaki Riska masih terlihat bergetar saat berjalan, terpaksa Zan liang menggendongnya Ala Bridal.


Zan liang duduk di bak Mandi, dengan Riska yang duduk dipangkuannya " Zan, jangan tinggalin aku lagi " ucap Riska sembari menyenderkan kepalanya di dada Zan liang.


Zan liang mengusap puncak kepala Riska dan mengecupnya " Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi "


Mereka berdua berdiam diri di bak Mandi hingga beberapa saat, tiba - tiba pusaka Zan liang berdiri lagi.


" Ris, sepertinya aku ketagihan " ucap Zan liang sembari menatap gunung kembar Riska.


Riska mengerutkan keningnya " Maksud kamu apa Zan ?"


" Itu..." Zan liang menunujuk pusakanya di dalam bak Mandi.


Riska baru sadar jika pusaka Zan liang sudah mengeras kembali di sela duduknya.


Riska menatap.Zan liang dengan sendu " Zan, besokkan kita mau menikah, besok saja lagi yah " Riska membalik ucapan Zan liang.


Tapi Zan liang meniru Ucapan Riska juga " Aku maunya sekarang " ucap Zan liang menyeringai.


Zan liang langsung memapah Riska berdiri. dan membungkukannya dan " Slaap !"


Pusaka Zan liang msuk dengan mantap, Riska membelalakan matanya, walaupun dia ingin meolak, tapi dia sadsr jika dia yang telah memulainya, jadi dia hanya pasrah saja.


Zan liang melakukan pergulatan tersebut hinga malam hari, setelah Riska benar - benar kelelahan.


Tapi Zan liang sangat kejam, bukannya menyuruh Riska istirahat, tapi dia malah membawa Riska kerumahnya.


Akibatnya cara Jalan Riska sangat aneh, jika orang tua Zan liang melihat hal tersebut, pasti mereka tahu apa.yang sudah di lakukan Zan liang pada Riska.


Riska duduk di Mobil saja sangat kesusahan, semuanya serba sakit dan ngilu, tapi Riska tetap berusaha tenang, karena demi pernikahannya dengan Zan liang lancar.


Yugi sebenarnya sudah curiga, tapi dia tidak berani bertanya, karena hal tersebut masalah pribadi Tuan mudanya, jadi dia tidak berhak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2