Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Salah Paham


__ADS_3

Alicia termehek - mehek dikamarnya saat mendengar cerita kehidupan Zan liang waktu pertama kali tiba di jakarta.


Dia tidak menyangka jika kehidupan kakaknya sangat miris, apa lagi Zan liang sampai sempat menahan lapar seperti orang - orang kalangan bawah di indonesia.


Mereka makan seadanya, mereka tidak pernah mengeluh, karena mereka percaya jika tuhan masih ada bersama mereka.


Riska menenangkan Alicia yang masih menangis, dia tahu jika kehidupan Zan liang dulu sangat memyedihkan, jamgankan Alica yang notabenya masih saudara satu Ayah, Riska saja yang waktu itu bukan apa - apa Zan liang, dia merasakan hal yang sama dengan Alicia.


Sementara itu Zan liang dikamarnya.


" Huaaachiiin !!" Zan liang mengusap hidungnya.


" Kenapa hidungku tiba - tiba gatal, apakah ada orang yang sedang membicarakan aku ?" gumam Zan liang lirih.


Zan liang menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin berpikir yang tidak - tidak.


Zan liang kembali melanjutkan kebiasaannya di kamar, dia sekarang suka membaca Novel saat malam hari.


Zan Liang membaca Novel Menjadi kaya karya Author Alveandra, yang sudah memasuki season 2, Zan liang mendengar pemberitahuan dari Authornya jika Karya tersebut akan lanjut ke Season 3 juga nantinya.


Zan liang masih tetap Fokus membaca Novel tersebut, tapi tiba - tiba sebuah pesan WA masuk ke ponselnya.


Zan liang membuka pesan tersebut, yang ternyata dari Sherli ' Zan, kamu belum tidur kan ?, maaf atas kejadian tadi siang, tapi aku benar - benar suka denganmu '


Zan liang menghela napas, dia lebih memilih tidak menjawab pesan tersebut daripada nantinya Sherli akan menaruh harapan padanya.


Wanita itu makhluk yang sensitif, di baiki perlahan akan mulai nyaman, di sakiti sedikit saja dia akan langsung membenci orang yang menyakitinya.


Tapi jika mereka.sudah jatuh Cinta, mereka akan sangat mengasihi pasangannya, jika ada yang bilang Wanita Cinta padamu tapi nyatanya dia berselingkuh, itu buka Cinta melainkan Dusta.


Jadi bijaklah dalam menanggapi perasaan lawan jenis kita, baik Pria maupun Wanita itu sama saja ada yang setia dan banyak yang mendua.


Zan liang lebih memilih mematikan Ponselnya dan tidur, daripada dia nantinya tidak tega dan ingin membalas pesan Sherli.


Tengah malam, saat semuanya sudah tertidur lelap, penyakit Tidur berjalan Riska yang sudah lama tidak kambuh, tiba - tiba kambuh malam ini.


Sebenarnya Alicia melihat Riska bangun tengah malam, tapi Alicia pikir jika Riska haus, dia ingin mengambil minum di Dapur, jadi Alicia membiarkannya dan dia lebih memilih tidur lagi.

__ADS_1


Siapa yang menyangka jika Riska akan ke kamar Zan liang, pasalnya yang kamarnya lupa di kunci dari dalam cuma kamar Zan liang.


Keesokan Harinya, Zan liang yang terbiasa memeluk guling, dia merasa ada yang aneh saat memegang benda kenyal di genggaman tangannya.


Zan liang memencet - mencet benda tersebut dengan mata yang masih tertutup, karena kelembutannya Zan liang seakan ketagihan dan terus memencetnya.


Jelas saja Riska mulai merasakan sentuhan tersebut, Riska mengerjapkan matanya, dia mengucek matanya.


Saat matanya terbuka semuanya, Wajahnya memerah saat melihat ada tangan yang sedang memencet gunung kembarnya.


" Arghhhhhhhh !!!!!!!" Riska berteriak histeris sembari menendang Zan liang dengan kencang.


" Kedebug !!!" Zan liang jatuh dari ranjangnya, dan langsung terbangun.


" Adu..du..duh !" Zan liang memegangi punggungnya, akibat terbentur dengan lantai.


" Zan Liang !, kenapa kamu disini, apa yang kamu lakukan !" Riska menyelimuti tubuhnya dengan selimut.


" Riska !, kenapa kamu ada di kamarku ?" keduanya sama - sama terkejut.


Jeritan Riska membuat orang yang sudah bangun masuk ke kamar Zan liang, mereka semua buru - buru masuk ke kamar Zan liang.


" Ya ampun kakak Zan !, kamu pura - pura menolak tapi malah tidur bersama, hadeh !" Rayan menggeleng - gelengkan kepalanya.


Sindi langsung masuk dan menjewer telinga Zan liang " Adu..du..duh Bu sakit ".


Sindi mendengus " Kamu ini belum sah !? apa yang kamu lakukan ?!" ucap Sindi ketus.


" Bu.. ini salah paham Sumpah !" Zan liang membentuk tangannya dengan huruf V.


" Salah paham apanya ?, bilang saja kalau sudah kebelet, udah nikahin aja Bu !" Ucap rayan menggoda Zan Liang.


Zan liang memelototi Rayan, dia kemudian menoleh kearah Riska " Ris... tolong jelasin dong kenapa kamu masuk ke kamarku " ucap Zan liang sendu.


Riska mengerutkan kening " Kamar kamu apanya ?, bukannya ini kamar Alicia ?, jangan - jangan kamu sama Alivia bersekongkol ?" ucap Riska jengkel yang menganggap Zan liang menyudutkannya.


" Kamar Alicia ? " Semua keluarga Zan liang saling menatap, pasalnya kamar tersebut memanng milik Zan liang.

__ADS_1


Brian tertawa terbahak - bahak " Hahahaha.... Sudah, sudah, ini hanya salah paham "


Brian menghampiri Riska dan duduk di sebelahnya, dia mengusap rambut Riska " Ris, ini memang kamar Zan liang, Apa kamu lupa jika kamu yang masuk kamar Zan ?"


Keluarga besar tersebut terkejut saat Brian berbicara seperti itu, pasalnya mereka tidak menyangka jika Riska yang pemalu akan bertindak seagresive itu.


Riska mulai menyapu pandangannya keseluruh kamar, benara saja kamar tersebut sangat berbeda dengan kamar Alicia.


Riska terseipu wajahnya merah merona, dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


" Sudah, tidak usah malu - malu begitu, lagian kamu juga nanti akan tinggal dikamar ini juga ?"uvap Brian lembut.


Tapi Riska malah makin tersipu, dia benar - benar tidak tahu harus tertawa atau menangis pasalnya dia yang ternyata salah.


Alicia yang baru bangun, dia langsung ke kamar Zan liang saat melihat keluarganya berkumpul di kamar Zan liang.


" Ada apa ini bu ?" tanya Alicia pada Viona.


" Tidak ada apa - apa, cuma sedikit kesalah pahaman " jawab Viona.


Alicia yang melihat Riska ada diranjang Zan liang, dia bertanya " Ris, kamu semalam kemana ?, kok gak balik ke kamarku ?"


Sontak saja pertanyaan tersebut membuat Riska semakin malu.


Tapi Zan liang menyela semua orang " Sudahlah, kalau disuruh menikah ya menikah saja, aku juga tidak keberatan !" ucap Zan liang tegas, dia tahu jika Riska sudah kehabisan kata - kata, jadi dia harus mengalihkan perhatian.


Brian yang tahu jika Zan liang berusaha mengalihkan perhatian dia menimpali " Nah, itu baru anakku !, Bagaimana Ris, apa kamu mau menikah dengan Zan liang ?"


" Eh..." Zan liang tidak habis pikir jika Ayahnya serius.


Riska menatap Zan liang, dia mengangguk lirih kemudian berbicara " Aku mau, tapi setelah menyelesaikan Skripsiku dulu " ucap Riska mantap.


Zan liang bagai di sambar petir, padahal dia belum punya pekerjaan yang mapan, jika dia harus menikah muda bagaimana dia akan menghidupi Riska, tidak mungkin dia terus meminta pada ayahnya.


" Baiklah, sudah di putuskan !, Sesudah Riska Sarjana, Zan liang akan langsung menikahinya !" Ucap Brian tegas sambil menyeringai seperti Iblis ke arah Zan liang .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2