Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Kebenaran


__ADS_3

Zan liang terkejut dengan ucapan Ayahnya, dia tidak menyangka jika Ayahnya akan langsumg berkata seperti itu tanpa berdiskusi dulu dengannya.


Tapi Zan liang juga sadar jika dia sendiri yang mengawali jika ingin menikahi Zan liang, dia menhela napas panjang dan menatap Riska sembari tersenyum kecut.


Drama pagi keluarga besar Axel akhirnya berakhir, mereka.semua kembali ke aktivitasnya masing - masing, hanya tersisa Zan liang dan Riska di kamarnya.


Zan liang menghampiri Riska " Kamu kenapa.bisa tidur di kamarku ?" tanya Zan liang penasaran.


Riska menggeleng " Aku juga tidak tahu, saat bangun sudah melihatmu sedang ...." Riska melihat gunung kembarnya.


Zan liang tersipu " Maaf Ris, aku beneran tidak tahu itu kamu "


Riska tersenyum kecut " Aku tahu kok, lagian itu juga salahku karena berada dikamar kamu "


Keduanya bervanda sebenatar, kemudian Riska kembali ke kamar Alicia untuk membersihkan diri, dia juga ganti pakaian milik Alicia, karena tubuh mereka tidak beda jauh, jadi pakaian Alivia juga cocok dengan Riska.


Sementara itu, Brian sedang bersama ke empat istrinya di ruang keluarga, Sindi bertanya " Ayah, kenapa ayah bisa tahu jika Riska yang memasuki kamar Zan liang ?"


Brian tersenyum " Saat aku keluar tengah malam, aku mendengar langkah kaki, biasanya rumah kita jika sudah tengah malam tidak ada yang keluar kamar kan ?, Aku penasaran jadi mencari arah suara, aku terkejut saat melihat Riska berjalan dengan mata tertutup, dia membuka semua kamar yang dilewatinya, tapi semuanya terkunci, nah ketika sampai di kamar Zan liang, mungkin Zan liang lupa mengunci pintu, akhirnya Riska masuk kesana "


" Astaga... kenapa Ayah membiarkannya ?" tanya Tanti terkejut.


Brian menggendikan bahunya " untuk apa menghentikannya ?, semakin cepat Zan liang menikah itu lebih baik, aku ingin melihat anak - anak kita semuanya menikah sebelum aku nanti meninggalkan mereka " ucap Brian sendu.


" Husss !, tidak baik bicara seperti itu, apa kamu mau meninggalkan kami begitu saja ?" tanya Viona marah.


Brian tersenyum " Tentu saja tidak, tapi aku benar - benar ingin melihat mereka semua menikah dan melihat cucu - cucuku nanti "


" Ayah pasti bisa melihat mereka memiliki Cucu, Melisa juga terlihat sudah mulai mual - mual, mungkin dia sedang hamil, iyakan Sin ?" ucap Mira lembut.


Sindi terkejut " Apakah benar seperti itu ?, kok aku tidak tahu ?"


" Kamu ini, Coba langsung tanya sama Krisna !, tapi aku dengan Mira memang melihat Melisa sudah Mual - mual di kamar Mandi Waktu itu " Tanti menimpali.

__ADS_1


Sindi langsung beranjak dari tempat duduknya, dia langsung mencari Melisa ke kamarnya.


Brian dan yang lain hanya menggelengkan kepalanya, mungkin karena Sindi terlalu membagi rata kasih sayangnya, jadi dia tidak tahu jika menantunya hamil.


Karena memang di antara ke empat Istri Brian, hanya Sindi yang selalu memperhatikan semua anak - anak, berbeda dengan yang lain, mereka mungkin menyayangi semuanya, tapi mereka cenderung lebih sayang pada anak kandungnya.


***


Zan liang, Krisna dan Riska mereka naik Mobil yang sama untuk mengantar Riska pulang terlebih dahulu, pasalnya Zan liang dan Krisna memiliki kepentingan yang akan mereka bahas.


Setelah mengantar Riska, Zan liang di bawa ke kantor Krisna, Karena sekarang Axel Capital yang memegang penuh semuanya Dia.


Sementara David ditugaskan seperti Waktu Martin Muda dulu, dia yang menangani semua perusahaan yang ada di luar Negeri.


Zan liang dan Krisna sampai di ruangan Krisna, Krisna menyuruh Zan liang duduk.


Zan liang tanpa basa - basi bertanya " Sebenarnya apa yang ingin kakak perlihatkan padaku ?"


Krisna menghela napas " Kamu ini bukannya basa - basi dulu malah langsung keintinya "


Zan liang mengernyitkan dahi, dia menatap Laptop tersebut, semakin lama dia menonton Zan liang terlihat sangat serius.


Zan liang tiba - tiba mengepalkan tangannya, dia juga menitihkan air matanya, luka lama yang berusaha dia pendam sekarang terbuka lagi.


" Jika kamu memiliki Video ini bukankah kamu seharusnya sudah tahu dalangnya kakak !" tanya Zan liang marah.


" Itulah masalahnya Zan, kami berhasil menemukan dalang yang di Indonesia, tapi sebelum tim kakak datang, dia sudah bunuh diri !, di situ kami kehilangan jejak, kamu harus tahu Zan, kakak dan Ayah selalu mencari mereka, tapi hasilnya nihil !" Ucap Krisna sendu.


Zan liang mengepalkan tangannya " Apakah tidak ada jejak sedikitpun Kak ?!"


Krisna menggeleng " Tidak ada Zan, satu - satunya cara untuk memanving mereka keluar adalah kamu !"


Zan liang mengernyitkan alisnya " Maksud kakak ?!"

__ADS_1


" Dari semua penyelidikan yang telah tima Ayah dan Timku lakukan, mereka mengatakan hal yang sama, Mereka mengincar Kamu, Ayah dan Ibumu!, entah apa yang mereka cari, tapi bukti nyatanya, setelah mereka mengira sudah membunuhmu, mereka tidak pernah muncul lagi, mereka juga terlihat tidak menyerang Ayah, karena setelah kematian kalian di umumkan Ayah Lumpuh total, dia terus menerus mengatakan ingin menyusul kalian !" Ucap Krisna sendu.


Zan liang tersentak saat mendengar penjelasan Krisna, pasalnya dia tidak mengira jika Ayahnya akan melakukan hal tersebut.


Zan liang jadi merasa bersalah setelh mendengar kebenaran tersebut, dia yang selama ini mengira jika Ayahnya tidak peduli dengan mereka, tapi nyatanya Brian malah ingin menyusul mereka, setelah mendengar kebenaran tersebut, hati Zan liang benar - benar sudah terbuka, Batu besar yang mengganjal dihatinya seolah hancur begitu saja.


" Maafkan aku kak, yang yang selama ini telah egois " Ucap Zan liang lirih.


" Sudahlah, ini bukan salahmu, yang salah para pembunuh itu !, sekarang apakah kamu mau menerima rencana ini ?" tanya Krisna serius.


Zan liang mengangguk Mantap, dia tidak ragu - ragu sama sekali, jika dengan dia menunjukan jatidirinya bisa membuat para pembunuh keluar, tentu saja Zan liang mau.


***


Sementara itu di rumah Riska, dia sedang membayangkan apa yanga terjadi semalam, dia sangat senang ketika membayangkan dirinya di peluk Zan liang semalan.


" Apakah Zan liang juga memiliki pemikiran yang sama denganku juga yah ?" Riska bermonolog sambil memeluk gulingnya dengan gemas.


Saat Riska sedang asyik berfantasi membayangkan keintiman dengan Zan liang, Ibunya memanggil dari luar kamarnya.


" Ris, ada teman kamu dibawah ! " Dewi berteriak agar anaknya mendengar.


Fantasi Riska dengan Zanliang buyar seketika, dia menghela napas " Siapa namanya Bu ?!" Riska menyaut dari dalam dengan kesal.


" Ibu tidak tahu, katanya kalau kamu turun juga nanti tahu siapa dia !" Ucap Dewi.


" ya aku keluar !" Riska beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar.


Riska turun kelantai bawah dengan wajah cemberut, pasalnya dia yang sedang Asyik berfantasi liar di ganggu, jadi Otomatos dia jengkel.


Riska tertegun di tangga saat melihat orang tersebut, dia tidak menyangka jika orang tersebut akan datang ke rumahnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2