
Zan liang pergi ke acara tersebut dengan naik Taksi , Karena dia tidak mau diantar oleh sopir pribadi yang sudah disiapkan Brian untuknya.
Zan liang turun dari Taksi ,dia menatap bangunan Star Resto , Walaupun Restoran tersebut untuk kalangan menengah ,tapi Star Resto tampak seperti Restoran yang mewah.
Star Resto setiap hari tidak sepi pelanggan , karena harga makanan yang terkesan mewah buat kalangan menengah ,jadi tidak heran jika banyak pelanggan yang setiap hari datang.
Seperti hari ini ,walaupun bukan akhir pekan tapi Star Resto terlihat sangat ramai , pelanggan dari berbagai kalangan menengah terlihat sangat menikmati makanan di Star Resto.
Zan liang menghirup napas panjang untuk menenangkan pikirannya , karena setelah tiga tahun tinggal di Indonesia dia baru akan menginjakan kakinya di sebuah Restoran.
Zan liang masuk kedalam ruangan yang sudah dipesan oleh Dosennya , dia membuka ruangan tersebut , terlihat teman - temannya sudah berkumpul disana.
Karena tempat tersebut ramai jadi tidak ada yang melihat Zan liang datang , dia kemudian duduk di sudut ruangan tersebut.
Makanan dan minuman yang dipesan Dosen terlihat sudah disajikan dimeja depan Zan liang , dia yang memang sudah lapar , tanpa ragu mengambil makanan dan melahapnya dengan rakus.
Seorang Wanita dengan penampilan menor yang melihat Zan liang makan tanpa tata krama mendengus " Anak miskin sepertimu ternyata di undang juga kesini ?!" Cibir Wanita tersebut dengan suara sedikit keras.
Sontak saja semua orang melihat kearah Zan liang yang sedang memegang dua potong paha Ayam ditangannya.
Zan liang langsung meletakan paha Ayam tersebut karena malu ditatap banyak orang.
" Cih.. Sejak kapan kamu duduk disitu ?!, pergi Sana menyingkir dari sampingku !" ucap pria di sebelah Zan liang.
Karena Zan liang memang terkenal dengan kemiskinannya , tentu saja dia dipandang remeh jika di luar kampus .
" Hoi..Hoi... setidaknya biarkan si miskin ini menikmati makanan enak , maklum dia tidak pernah makan Enak jadi seperti itu !" Cibir pria liainnya.
Seketika mereka yang ada.ditempat tersebut tertawa terbahak - bahak , mereka menganggap Zan liang sebgai lelucon bagi mereka.
" Hei ..lihat ini ", seorang Wanita menyentuh pakauan Zan liang yang masih ada Bandrolny
Wanita tersebut melihat Bandrol harga di pakaian Zan liang " Astaga... kamu mencuri di butik Melisa " Wanita itu terkejut saat melihat nama Melisa butik yang ada di Bandrol tersebut.
Zan liang lupa jika bajunya masih Baru dan tidak melepas Bandrol tersebut karena dia tidak kepikiran kesana.
" Ya ampun ..., demi datang ke acara ini kamu rela mencuri pakaian Mahal !"
__ADS_1
" Tuan Roy , lebih baik anda mengusir Zan liang , jika dia masih terus berada disini takutnya kita akan terseret dalam masalahnya !"
" Benar Tuan Roy , Melisa butik miliki istri Axel Krisna , jangan sampai kita berurusan dengan keluarga Axel !"
Semua orang mencemooh dan menghina Zan liang , Roy yang merupakan seorang Dosen , dia berbicara baik - baik dengan Zan liang " Raizan , aku tidak menyangka jika kamu akan melakukan hal yang serendah itu , padahal kamu siswa yang pintar "
Zan liang menciba membela diri " Aku tidak mencuri ini..."
Zan liang belum selesai bicara seseorang memotongnya " Alah.. mana ada maling ngaku , kalau ada maling ngaku ,yang ada penjara penuh !"
" Benar !, cepat usir dia ,sebelum kita terkena masalah !"
" Ya benar !"
Zan liang tidak tahu harus berbuat apa , tidak ada seorangpun yang membela dirinya ditempat tersebut.
" Hei.. Roy ,maaf aku terlambat " Teman Roy yang baru datang menyapanya.
Roy tersenyum " Tidak apa - apa , acaranya juga baru dimulai ,silahkan duduk Ren.." ucap Roy sopan.
" Raizan pergi cepat !" Seorang Mahasiswa menarik Zan liang.
" Arghhh !" Karena mahasiswa tersebut menarik dengan keras tangan Zan liang yang cedera akibat jatuh dari motor dia menjerit.
" jangan pura - pura kamu Raizan !, ayo cepat usir dia !"
Semua orang menegur Zan liang , mereka tidak segan mencaci maki Zan liang tanpa perasaan sama sekali.
Rendi yang Notabenya Asisten CEO disalah satu perusahaan Axel, dia jelas mengenali wajah Zan liang , pasalnya Semua perusahaan Axel diberitahu jika anak Brian yang menghilang telah kembali ,mereka juga diperlihatkan foto Zan liang agar jika bertemu dengan Zan liang mereka harus bersikap sopan padanya.
Melihat Zan liang yang diperlakukan seperti itu Wajah Rendi langsung memucat , dia tidak percaya jika akan bertemu anak Bosnya dengan kejadian seperti itu.
" Berhenti !, apa yang kalian lakukan !!" Rendi yang baru duduk langsung berdiri menghampiri Zan liang.
Mahasiswa yang menarik tangan Zan liang reflek melepaskannya , dia bertanya " Ada apa Tuan !, dia ini pencuri !, lihat bajunya dari Melisa Butik yang merupakan Butik Milik istri Tuan Krisna !"
" plaaakkkk !!" Rendi tanpa ragu menampar Mahasiswa tersebut.
__ADS_1
Roy langsung berdiri karena terkejut dengan tindakan Rendi , Mahasiswa yang alin juga terkejut dengan kejadian tersebut.
" Ren !, apa yang kamu lakukan ?" Roy menegur Rendi.
" Apa yang aku lakukan ?, apa kamu gila Roy !, kamu tahu siapa di..." Zan liang yang tahu jika Rendi mengenalnya di menarik baju Rendi sambil menggelengkan kepalanya.
Rendi menatap Sendu Zan liang , Tapi.Zan liang langsung meninggalkan tempat tersebut .
" Pergi saja sana kau pencuri !"
" iya pergi saja !!"
Semua orang bersorak senang saat Zan liang pergi dari tempat tersebut.
Rendi menatap tajam semua orang , dia kemudian menatap Roy " Kamu akan menyesal Roy ,karena memperlakukan dia seperti ini !" Ucap Rendi yang langsung pergi mengejar Zan liang.
Roy tercengang dengan ucapan Rendi , pasalnya dia tidak tahu mengapa Rendi terlihat sangat marah , tapi karena sekarang acara pestanya , dia mengabaikan hal tersebut untuk kembali bergabung dengan yang lainnya.
Sementara itu Rendi bergegas mencari Zan liang , saat dia melihatnya Rendi langsung berteriak " Tuan Muda tunggu !"
Zan liang menghentikan langkahnya , Rendi menghampiri Zan liang dengan napas tidak beraturan , pasalnya dia mengejar dengan berbagai lerasaan campur aduk.
" Kamu mengenalku ?" tanya Zan liang pada Rendi.
Rendi buru - buru mengangguk " Tuan maaf atas kejadian barusan , kenapa Tuan Muda tidak memperbolehkan saya membuka status anda ?, padahal dengan membuka status anda mereka pasti akan berhenti mengolok - olok anda "
Zan liang tersenyum " apa kehidupan ini semuanya dilihat memakai Materi ?, karena kejadian ini aku jadi tahu jika mereka bukanlah teman yang baik untukku , Terimaksih karena telah mengkhawatirkan aku " Setelah mengatakan hal itu Zan liang langsung meninggalkan Rendi yang masih tercengang karena mendengar jawaban Zan liang.
Rendi tersadar ,dia bergegas mengejar Zan liang lagi , tapi sayangnya Zan liang sudah naik Taksi " Astaga... Anak Triliuner seperti dia masih tidak malu memakai Taksi , sementara aku brusaha naik Mobil Mewah walaupun membelinya dengan cara kredit " Rendi tersenyum getir saat membandingkan dirinya dengan Zan liang.
.
.
.
.
__ADS_1