
Zan liang sudah tidak peduli dengan Riska yang ingin berbuat apa, walaupun dia masih memiliki sedikit harapan dengan Riska, tapi kenyataannya Hati Zan liang mulai tertutup oleh egonya.
Riska menghampiri Zan liang yang sedang duduk sendiri di halaman kampus " Zan.. " dia duduk disebelah Zan liang.
Tapi Zan liang langsung mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Riska yang baru duduk.
Riska menghela napas, dia berbicara dengan keras " Sebenarnya apa sih mau kamu Zan ?! "
Zan liang yang baru beberapa langkah meninggalkan Riska berhenti.
Riska berdiri dan berbicara lagi " Apa kamu tahu ?, semenjak kamu menunjukan identitasmu, kamu berubah Zan !" ucap Riska ketus.
Zan liang membalik badannya, dia berjalan mendekati Riska, tatapannya sangat tajam.
Riska yang melihat hal tersebut sedikit takut dengan tatapan Zan liang.
Saat jarak mereka berdua tinggal sejengkal, Zan liang buka suara " Aku berubah ?, bukankah pertanyaan itu harusnya aku kembalikan padamu ?,kamu selalu berduaan dengan Cowo brengsek itu ! "
" Itu karena kamu terus - terus mendiamkan aku Zan !, hanya Mike yang mau menghiburku, kami hanya berteman !" Riska membela diri.
" Terserah kamu Ris !, aku capek terus - terusan seperti ini, sepertinya lebih baik kita jalan sendiri - sendiri saja dulu !" Setelah mengatakan itu Zan liang berbalik badan akan meninggalkan Riska, tapi Riska mencekal lengannya.
" Zan, kenapa kamu seperti ini !, Hiks..Hiks..." Riska mulai menangis.
Tapi Zan liang mengibaskan tangan Riska dan meninggalkannya, Riska berteriak " Baik kalau itu mau kamu Zan !"
Zan liang tidak memperdulikan ucapan Riska, dia tetap melangkah pergi meninggalkannya dengan dingin.
Sebenarnya beberapa hari ini Zan liang sudah mau menjelaskan kenapa dia mendiamkannya, tapi saat dia kerumah Riska, dia selalu melihat Mobil Mike ada didepan rumah Riska.
Puncaknya saat Zan liang terakhir kerumah Riska, dia melihat Riska pergi dengan Mike, Riska terlihat bercanda dengan Mike seperti tidak punya masalah.
Dari situ Zan liang mulai sangat geram, dia sudah tidak bisa mentolerir perbuatan Riska lagai, akhirnya dia memutuskan untuk menjauh dari Riska terlebih dahulu.
Riska duduk di kursi sambil menangis " Kenapa kamu jadi seperti ini Zan ?"
Tiba - tiba Mike datang, dia langsung berjongkok di hadapan Riska " Hei.. kamu kenapa ?, apakah ada yang menyakitimu Ris?, bilang padaku siapa orangnya !" ucap Mike sambil menghapus air mata Riska dengan tangannya.
__ADS_1
Riska menggeleng " Aku tidak apa - apa Mike, aku cuma tidak tahu harus menjelaskan pada Zan liang dengan cara apa lagi kalau kita cuma berteman "
Mike menghela napas " Kamu sabar yah Ris, pasti nanti dia juga menyesal setelah tahu kamu seperti ini !"
Riska mengangguk, dia seakan sudah sangat percaya dengan Mike.
Mike tersenyum puas " bagus, memang ini yang aku mau, semakin kalian menjauh maka rencanaku akan berhasil, aku yakin sebentar lagi kamu akan kudapatkan dan setelah itu aku akan menikmati tubuhmu dan membuangmu seperti wanita bodoh lainnya !" ucap Mike dalam hati.
" Ya sudah, ayo kita masuk Kelas, bentar lagi mata kuliah di mulai !" Mike memapah Riska untuk berdiri.
Mereka berdua langsung ke kelas untuk mengikuti Mata Kuliah.
Berbeda dengan Riska, Zan liang yang terus di dekati Sherli, dia tidak pernah memberi harapan pada Sherli.
Zan liang selalu menolak ajakan Sherli dengan tegas, karena dia sadar jika di hatinya hanya ada Riska.
Walaupun mereka sedang bertengkar, tapi Zan liang tidak berniat untuk meninggalkan Riska, dia hanya perlu sedikit ketenangan untuk saat ini.
" Zan, Pulang nareng Yuk !" Ajak Sherli.
" Maaf Sher, aku ada urusan !" Tolak Zan liang tegas.
Dia sekarang lebih memilih menghabiskan waktunya untuk belajar menghandle perusahaan di ajari Krisna.
Riska yang melihat Zan liang selalu pulang sendirian, dia mulai sedikit merasa bersalah, pasalnya mau semarah apapun Zan liang dengannya tapi Zan liang tidak pernah terlihat berboncengan dengan wanita lain.
Sementar dia selalu pulang dengan Mike, Riska mulai sedikit sadar kesalahannya, tapi karena dia sedang marah dengan Zan liang, dia tetap pulang bersama Mike.
Zan liang sampai di kantor, para Karyawan yang melihat Zan liang datang memberi salam.
" Tuan Muda Zan !"
" Tuan Muda Zan !"
Mereka membungkuk hormat saat Zan liang memasuki kantor, Zan liang hanya menganggukan kepalanya sembari terus berjalan ke Ruangan kakaknya.
Zan liang masuk keruangan Krisna tanpa mengetuk Pintu karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaannya.
__ADS_1
" Kak.. aku...." Zan liang baru menoleh, tapi terlihat ada dua orang didalam ruangan tersebut, seorang pria paruh baya dan seorang gadis cantik seusianya.
Zan liang seketika terdiam, Krisna langsung berdiri, Sembari tersenyum kearah Zan liang " Zan, kemarilah ... biar kakak perkenalkan mereka padamu !"
Zan liang mengangguk, dia menghampiri Krisna, setelah Zan liang berdiri didekat Krisna, Krisna mengenalkan kedua orang tersebut " Zan, Ini Tuan Husen dan ini Cucunya Zahra !"
Zan liang mengulurkan tangannya " Zan liang !"
Husen menyambut uluran tangan Zan liang " Ah.. kamu pasti anak yang hilang itu yah ?, senang berkenalan denganmu Zan liang !"
Zan liang hanya tersenyum, Krisna kemudian menyuruh mereka duduk kembali di sofa ruangan tersebut, Zan liang duduk di sebelah Krisna.
" Zan, Tuan Husen ini Partner bisnis Ayah di Qatar, dia juga memiliki saham di Axel Capital, seperti Ayah memiliki Saham di perusahaan Tuan Husen !" Ucap Krisna setelah mereka semua duduk.
" Dan satu lagi, Ayah Kalian hampir saja menjadi menantuku, sayangnya Ayah kalian menolak ajakan menikah putriku !" Husen terlihat menghela napas.
Zan liang tidak memperhatikan obrolan, dia sedang fokus melihat gadis cantik yang ada di hadapannya.
Rambut hitam terurai, gaun yang serba putih, Riasan Natural, Wajahnya yang bagaikan bidadari, membuat Zan liang begitu terpesona dengannya.
Krisna yang tidak mendengar Zan liang berbicara sepatah katapun, dia menoleh ke arah Zan liang, saat dia melihat adiknya sedang bengong memperhatikan Zahra, Krisna mengerutkan keningnya.
Zahra juga terlihat tersipu karena dari tadi dia tahu jika Zan liang memperhatikannya, dia menunduk malu - malu.
' Ekhem !' Krisna berdehem, dia sengaja melakukan hal tersebut agar Zan liang tersadsr dari lamunannya.
Benar saja Zan liang tersadar, dia berbicara dengan Reflek " Eh.. saya juga senang bertemu dengan anda !" .
Sontak saja hal tersebut membuat Krisna menghela napas, dia mengangguk ke arah Husen sembari tersenyum kecut.
Husen tertawa " Hahahaha.... Adikmu sama saja dengan Ayahnya !"
" Apa putriku Cantik Zan liang ?" tanya Husen sambil menaik - turunkan alisnya.
.
.
__ADS_1
.