Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Dua Perasaan Bodoh ?


__ADS_3

Zan liang pulang dengan wajah di tekuk, dia seperti Zombie yang tidak memiliki otak, karena dia baru menyukai Wanita jadi wajar saja jika dia seperti itu.


Keluarganya yang berpapasan dan menyapanya saja dia hanya menjawab dengan malas sapaan mereka.


" Kamu sudah pulang Zan liang?, kenapa tidak meminta kakak menjemput kamu kembali ?" tanya Krisna.


" Aku naik taksi " Ucap Zan liang datar dan langsung berlalu.


Brian memanggil Krisna, Krisna langsung menghampiri Ayahnya " Kenapa Yah ?" tanya Krisna.


" Kamu tadi pagi pergi dengan Zan liang kan ?, kenapa dia jadi seperti itu ?" Brian malah balik bertanya.


Krisna menghela napas, dia duduk di sofa seberang Ayahnya " Masalah anak muda Yah .."


Brian mengerutkan keningnya " Maksud kamu ?"


" Saat aku mengantar dia ke kampus, Zan liang melihat Riska turun dari Mobil pria lain, kurasa itu masalahnya " jawab Krisna enteng.


" Apaa !, berani - beraninya dia mebersaing dengan putraku !" ucap Brian ketus.


" Sudahlah Yah, jangan di perpanjang, biarkana Zan liang menyelesaikan masalahnya sendiri " ucap Krisna santai.


" Tidak !, Zan liang sudah menderita selama ini, jika ada yang berani mengganggunya, Ayah tidak akan tinggal diam !" Ucap Brian emosi.


Brian langsung menghubungi Yugi, saat telepon di angkat Brian langsung bicara " Yugi !, kamu cari tahu informasi tentang orang yang memberi tumpangan pada Riska tadi sekarang !" setelah mengatakan itu Brian langsung mematikan ponselnya.


Krisna tersenyum kecut, dia hanya menggelengakan kepalanya dan kembali ke kamarnya, menemani Melisa yang sedang hamil.


Hanya butuh Waktu satu jam untuk Yugi mencari tahu orang yang mengajak Riska menaiki mobilnya.


Brian membaca pesan dari Yugi, yang isinya tentang identitas Mike secara lengkap.


Brian mengepalkan tangannya " Ternyata kamu sudah kembali ke Indonesia !, dan anakmu malah membuat masalah dengan anakku !!" gumam Brian kesal.


Brian langsung mengirimi pesan Yugi, untuk terus memgawasi Mike, karena dia ingin tahu apa yang akan dilakukannya dengan mendekati Riska.

__ADS_1


Sementara Itu Zan liang terlihat sedang melamun sembari bersandar diranjang, dia seakan kehilangan semangat hidupnya.


Zan liang terus memikirkan kejadian yang dilihat dengan mata kepalanya sendiri, tanpa terasa air matanya menetes.


Mungkin bagi sebagian Orang Zan liang adalah pria yang lemah, padhal dia kaya, dia bisa mendapatkan wanita yang seperti dia inginkan.


Mungkin sebagian orang berpikir jika uang bisa membuat wanita jatuh Cinta, itu memang benar, tapi apakah kita pernah berpikir juga, saat kita bisa membeli Cinta dengan Uang, maka saat kita sedang jatuh tidak memiliki Uang apakah Cinta yang di beli itu dapat dipertahankan ?.


Uang itu memang bisa membeli segalanya, tapi perasaan sampai kapanpun tidak bisa dibeli percayalah.


Jika ada wanita yang mau menemani kita dari Nol perjuangkanlah, tapi jika ada wanita yang datang saat kita sudah sukses Waspadalah. Sedia payung sebelum hujan itu lebih baik.


Zan liang bukan tipe Pria yang suka memainkan perasaan Wanita, walaupun dia terlahir sebagai anak Milyarder tapi dia tidak berniat sedikitpun untuk menghambur - hamburkan uangnya.


Dia hanya akan membeli segala sesuatu sesuai kebutuhannya, baginya wanita bukan untuk di beli tapi untuk di kasihi.


***


Sementara itu Mike yang sudah mengantar Zan liang pulang, dia juga langsung pulang kerumahnya, dia terlihat sedang mengobrol dengan seseorang di telepon.


" Bagaimana perkembangannya Mike ?" tanya seseorang di seberang telepon.


" Kamu memang yang terbaik Mike, ya sudah lanjutkan tugasmu !" Ucap orang dimseberang telepon sebelum mematikan panggilannya.


Mike menyeringai licik " Riska !, sebentar lagi kamu pasti akan tergila - gila padaku !"


Mike sangat percaya diri jika dia bisa mendapatkan Riska, dia sangat yakin jika Riska akan mulai menerimanya, apa lagi seharian ini dia menghibur Riska yang sedang bersedih.


Di rumah Riska, dia terlihat sedang gelisah, Ponsel Zan liang tidak aktif, dia menghubungi dari pulang kuliah hingga sekarang sudah larut malam juga belum aktir juga.


Riska tidak bisa tidur, pasalnya dia selalu kepikiran dengan Zan liang yang tiba - tiba seperti menghilang, dia yang biasanya selalu memgirimi pesan padanya terlebih dahulu, tapi hari ini Zan liang terakhir mengirimi Riska pesan saat dia di kafe.


" Zan, kamu kenapa sebenarnya ?, apa kamu benar - benar sakit ?" Riska mentap Ponselnya dengan tidak berdaya.


Dia mau menelpon Alicia tapi takut mengganggunya karena sudah malam, Riska berpikir jika Zan liang akan memghubunginya jadi dia tidak menghubungi Alicia dari tadi.

__ADS_1


Ke esokan harinya, Riska langsung bergegas berangkat ke kampus, dia ingin menemui Zan liang sesegera mungkin, pasalnya dia tahu jika hari ini mata Kuliah Zan liang pagi.


Riska menaruh mobilnya di parkiran, dia kemudian menunggu Zan liang didepan gerbang, terlihat kantung Mata Riska yang sedikit menghitam akibat tidak tidur semalaman.


Tak berselang lama Zan liang berangkat dengan memggunakan Motornya, Riska melambaikan tangannya tapi, dia melewati Riska begitu saja tanpa menyapanya.


Riska semakin yakin jika Zan liang sedang marah dengannya, dia bergegas berlari mengejar Zan liang ke parkiran.


Zan liang turun dsri Mobilnya, dia akan langsung memasuki Kampus, tapi Riska mencekal lengannya " Zan kamu kenapa ?" tanya Riska lembut.


Zan liang membalikan badan, dia menatap Riska Rambutnya terlihat acak - acakan " Aku tidak kenapa - napa " jawab Zan liang datar.


" Zan, jangan diamkan aku seperti ini !, aku tahu kamu marah padaku ?, tolong beritahu aku apa yang membuat kamu marah ?" tanya Riska Sendu.


" Aku tidak marah padamu, aku cuma sedang tidak enak badan saja, maaf Ris Aku hampir terlambat " Zan liang melepaskan cekalan tangan Riska dan meninggalkannya.


Riska mau mengejar, tapi tiba - tiba Mike mencekal tangannya " kenapa kamu berangkat duluan tidak bilang padaku ?, aku tadi kerumah kamu ?"


Riska melepaskan cekalan Mike, tapi Zan liang sudah jauh meninggalkannya, dia menatap punggung Zan liang dengan Sendu.


Mike bertanya lagi " Ris, kamu kenapa ?"


Riska menghela napas, dia membalik badannya " Aku tidak apa - apa !" jawab Riska ketus sembari melangkah pergi meninggalkan Mike.


Mike mengejar Riska, dia jalan beriringan dengan Riska, Mike juga terlihat selalu tersenyum pada Riska, walaupun Riska ketus padanya.


Zan liang yang menyaksikan kedekatan Riska dan Mike dari jauh, lagi - lagi dia menangkapnya dengan salah paham.


Zan liang menggelengkan kepalanya, dia kemudian memasuki ruang kelas dengan wajah tertunduk lesu.


Yugi yang melihat meregangnya hubungan Zan liang dan Riska, dia langsung memberitahu Brian, tapi Brian menyuruh Yugi untuk mengawasinya saja, dia tidak perlu ikut campur terlebih dahulu, karena Brian ingin tahu apa yang sebenarnya di rencanakan Mike.


Tentu saja Yugi mematuhi perintah Brian, tapi semakin hari hubungan Riska dan Zan liang semakin jauh, Zan liang yang tidak mau berinisiatif bertanya, sementara Riska yang perlahan semakin dekat dengan Mike, Riska tidak sadar jika tindakannya sudah membuat Zan liang semakin tidak mempercayainya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2