
Zan liang menghampiri Ibu kantin dan memesan " Bu seperti biasa yah " ucap Zan liang sambil tersenyum.
Ibu kantin menoleh " Kamu ini Zan ,jika kamu memesan Nasi sama oreg saja setiap hari darimana kamu mendapatkan Vitamin !, eh.. wajahmu kenapa Zan ?" tanya Bu kantin cemas saat melihat wajah Zan liang.
Zan luang menggaruk belakang telinganya yang tidak gatal " jatuh dari motor Bu "
Ibu kantin menggeleng - gelengkan kepalanya " Kamu ini , Kalau kamu pesan apa Ris ?" Karena ibu Kantin sering melihat mereka berdua jadi beliau tahu tentang mereka berdua.
" Aku pesan minum saja bu, oh ..ya itu punya Raizan tambahin paha Ayam sama Daging Bu, biar Riska yang bayarin " Ucap Riska ramah.
" Apaan sih kamu Ris , tidak perlu Bu " Zan liang buru - buru menolak.
Riska memelototi Zan liang " Kalau kamu tidak mau menerimanya , amu bongkar rahasia kamu !" ucap Riska mengancam.
Zan liang menghela napas " Gak asik ah ,maennya ancam - ancaman "
Ibu kantin yang melihat itu tersenyum " Kalian berdua memang pasangan yang serasi " ucap Ibu kantin sambil menyerahkan pesanan Zan liang dan Riska.
Mereka berdua langsung tersipu malu , Zan liang buru - buru membawa makanannya ke meja kantin untuk menyantapnya. Sementara Riska mengikuti dari belakang.
Zan liang makan tanoa melihat kearah Riska , dia menyantap makanannya dengan sangat lahap seperti orang tidak makan seharian penuh.
Riska tersenyum - senyum sendiri melihat Zan liang ,dia seakan tidak bosan memandangi Zan liang terus menerus.
" Kamu gak makan Ris ?" tanya Zan liang disela makannya.
" Aku udah kenyang " Riska memegangi perutnya.
Zan liang mengerutkan keningnya " tadi katanya kamu belum makan ?, sekarang sudah , yang bener yang mana ?"
Riska menjulurkan lidahnya " Aku cuma mau nemanin kamu saja "
Zan liang menghela napas , dia melanjutkan menyantap makanannya ,karena dia selama ini selalu hidup kekurangan jadi dia tipikal orang yang tidak menyia - nyiakan mkanan.
Setelah Zan liang selesai menyantap makanannya , Riska menyodorkan sebuah kartu Bank pemberian Martin " Buat kamu Zan " Ucap Riska lembut.
" Apa maksudnya ini Ris ?" Zan liang tidak mau menerima kartu tersebut.
__ADS_1
" Zan .. ambil saja, kamu kan sekarang tidak bekerja , bukannya aku mau merendahkanmu , aku hanya ingin kamu hidup normal seperti yang lainnya , kamu selalu telat makan , dan makanan yang kamu beli juga alakadarnya saja , aku takut kamu sakit Zan , setahun ini saja kamu berapa kali sakit , tolong ambil yah Zan , anggap saja kamu meminjamnya nanti jika kamu sudah bekerja tetap kamu boleh mengembalikannya kok " Ucap Riska penuh harap.
Zan liang ragu - ragu sebentar " Tapi Ris..."
" Sudah ambil saja " Riska mendorong kartu bang tersebut ke arah Zan liang.
Zan liang pikir ucapan Riska ada benarnya , karena dia sekarang sudah tidak bekerja , akibat kecelakaan kemarin dia sudah tidak berangkat beberapa hari ,kemungkinan Manajer Kafe akan memecatnya.
Zan liang menghela napas " Terima kasih yah Ris , aku janji jika aku sudah sukses , pasti akan ku kembalikan uang kamu " ucap Zan liang penuh ambisi.
Riska mengangguk , dalam hati Riska sebenarnya tidak enak membohongi Zan liang , tapi jika tidak dengan cara itu Zan liang pasti tidak akan menerimanya.
Mereka berdua kemudian memasuki kelas ,Setelah mengobrol sebentar di kantin , karena Mata Kuliah mereka akan segera di mulai.
Dosen yang mengajar Zan liang memasuki Ruang kelas , dia mengajar seperti biasanya , selama dua jam.
Saat Mata kuliah berakhir Dosen memberikan pengumuman " Semuanya , sebelum kalian pulang ,saya mau membagi sedikit kebahagiaan dengan kalian !, Nanti malam kita pergi ke Star Resto untuk merayakan pembelian rumah baru saya !, ingat kalian semua harus hadir karena kalian adalah murid - murid saya !"
Seketika sorak sorai di ruangan tersebut bergema, sementara Zan liang hanya menghela napas , dia tidak mau datang tapi tidak enak dengan Dosen yang selalu memberinya bimbingan padanya.
Setelah pengumuman tersebut , Zan liang langsung bergegas akan pulang ke rumah, Karena dia sudah tidak memiliki mata Kuliah lagi.
Zan liang juga tidak lupa memberi pesan pada Riska jika dia sudah pulang terlebih dahulu, agar Riska tidak mencari - carinya.
Saat Zan liang sampai gerbang , dia dikejutkan dengan Krisna yang sudah menunggunya bersender di tembok gerbang.
Zan liang menghela napas " Kakak tidak kerja ?" tanya Zan liang datar.
" ini.. baru saja pulang , Mau menjemput adik kesayangan !" jawab Krisna ramah.
Zan liang tidak menyauti ucapan kakaknya, karena dia tahu jika Krisna tidak bisa dikalahkan kalau bicara , jadi lebih baik dia diam.
Krisna melangkahkan kakinya dan masuk ke Mobil , Krisna yang melihat itu tersenyum , dia juga bergegas masuk ke Mobil.
" Jadi... sekarang sudah tidak usah di rayu lagi nih ceritanya " Ucap Krisna menggoda Zan liang.
" apa sih mau kakak ?, aku turun nih !" Zan liang akan membuka pintu mobil.
__ADS_1
" Emosian amat kaya cewe PMS " Krisna langsung menyalakan mobilnya dan meninggalkan kampus Zan liang.
Zan liang terlihat ingin bertanya sesuatu pada Krisna tapi dia ragu - ragu , Krisna yang melihatnya tersenyum " Ada apa ?, bilang sama kakak "
Zan liang terkejut karena Krisna mengetahuinya , padahal dia mencoba bertingkah sebiasa mungkin agar Krisna tidak melihat keresahannya.
" Tidak ada apa - apa " Zan liang sok jual mahal.
" Ayolah Zan ,walaupun kita baru bertemu lagi , kakak paling tahu tentang kamu loh " Krisna mencoba membujuk.
Zan liang menghela napas " aku diajak ke pesta ,tapi tidak memiliki baju yang cocok buat..."
" Ciiiitttttt !" Zan liang Belum selesai bicara ,Krisna langsung menginjak rem. Untung saja tidak ada mobil di belakang mereka kalau ada mungkin akan terjadi tabrakan beruntun.
" Aduh... !, Kakak apa - apaan sih !" ucap Zan liang marah.
Krisna malah tersenyum " Maaf, Maaf..., kalau masalah soal baju ,serahkan pada kakak iparmu , kita akan ke butik dia sekarang !" Krisan alangsung menginjak pedal gas menuju Butik istrinya.
Hanya lima belas menit mereka sampai di butik Milik istri Krisna , papan nama tertera nama istri Krisna Melisa Butik.
Krisa turun dari mobil " Ayo turun !"
Zan liang mengangguk , dia mengikuti Krisna memasuki butik tersebut , Zan liang sedikit canggung karena dia sebelumnya tidak pernah pergi ke butik.
Melisa yang melihat suaminya langsung menghampiri " Loh..tumben kamu kemari jam segi , ada apa sayang ?"
" Tuh... , adikmu mau pergi berkencan tapi tidak punya baju yang bagus katanya " ucap Krisna menggoda Zan liang.
Zan liang yang mendengar itu sedikit jengkel " Apaan orang kakak yang membawa aku kesini juga !, terus siapa yang mau berkencan ?"
.
.
.
.
__ADS_1