Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Menangkap Dalang di balik Penyerangan Zan liang


__ADS_3

Wildan sudah mengumpulkan orangnya, tanpa basa - basi dia lansung menyergap Hotel Smart Garden.


Manajer Hotel yang Melihat Wildan dan Rombongannya, dia begidik ngeri.


Manajer langsung menghampiri Wildan dengan dahi bercucuran keringat dingin " Bos.. ada apa yah ?" tanya Manajer sopan, pasalnya dia tahu siapa Wildan.


Wildan menatap tajam Manajer " berikan kami kunci kamar 103 cepat !"


" Tapi Bos... "


Wildan mencengkram kerah baju Manajer " Tapi kenapa ?, apa kamu mau menyembunyikan orang yang telah mencelakai Tuan muda Zan !!" ucap Wildan ketus.


Manajer ketakutan, dia langsung menyerahkan Kunci Kamar 103 yang di minta Wildan. Pasalnya jika melawan Wildan sama saja dia melawan Axel Brian.


Para tamu yang melihat rombongan Wildan ketakutan, tapi Wildan tidak memperdulikan hal tersebut.


Beberapa anak buah yang di bawa orang dalang dibalik penyerangan Zan liang, mereka semua panik, pasalnya walaupun mereka jago beladiri, tapi anak buah Wildan sangat banyak.


Salah satu anak buah orang itu memasuki kamar " Tuan gawat !, anda harus cepat pergi dari sini, ada sekumpulan orang yang mencari anda !"


Orang tersebut terkejut " Apa kamu bilang !?, bagaimana mungkin mereka tahu lokasiku secepat ini !?"


" Tidak tahu Tuan, Tuan ayo... lebih baik anda pergi dari sini dulu " anak buah orang tersebut membujuk majikannya.


Orang tersebut langsung beranjak dari tempat duduknya, dia langsung bergegas keluar dari kamar.


Tapi sayangnya Wildan sudah sampai di lorong kamar yang ditempati orang tersebut.


" Bos, itu orangnya !" tangan kanan Wildan menunjuk kearah orang tersebut.


" Sikaaattt !!" Wildan berteriak oada anak buahnya.


" Seranggg !!!" Tangan kanan Wildan menerjang terlebih dahulu, diikuti puluhan anak buah yang mengikutinya.


Para pengawal Orang tersebut yang berjumlah lima orang berusaha menahan.


Terjadilah pertarungan yang tidak seimbang, anak buah Wildan bertarung tanpa rasa takut.


" Bak


" Buk


" Bak


" Buk


Salah satu anak buah Wildan terkena pukulan dan terhuyung jatuh terduduk.

__ADS_1


" Asuu.... sakit goblok !!" Anak buah Wildan yang jatuh bangkit lagi sambil meraung.


Perkelahian tersebut berlanhsung beberapa menit hingga para anak buah dalang dibalik penyerangan Zan liang semuanya tumbang dengan babak belur.


Tersisa satu orang pengawal dan orang tersebut yang berusaha lari.


Tapi karena Lift dan tangga darurat sudah di amankan oleh anak buah Wildan, mereka berdua tidak bisa kemana - mana.


Orang tersebut mengeluarkan pistol dan menembak salah satu anak buah Wildan.


" Dorrr !


" Bruggg !!


" Argghhh !" Anak buah Wildan yang tertembak jatuh , dia meraung kesakitan.


" Maju lagi !, akan kutembaki kepala kalian !!" teriak orang tersebut.


" Cih !, kamu kira bisa melawanku hanya dengan pistol !" Cibir Wildan sambil maju kedepan.


Orang tersebut berkeringat dingin saat Wildan maju kedepan " Jangan maju lagi !, aku benar - benar akan membunuhmu !"


Wildan menyeringai " Lakukan sesukamu !" ucap Wildan tidak peduli.


" Dorr !


" Dorr !


Wildan juga tidak terlihat terluka oleh peluru, Wildan masih melangkah maju dengan santai.


Tangan kanan Wildan menghela napas " mana mungkin pistol bisa mmebunuh Bos, paling tidak butu Bom mungkin Bos akan terluka " gumam tangan kanan Wildan yakin.


Bukan sebuah rahasia umum jika anak Buah Wildan tahu kalau Bosnya memiliki ilmu kekebalan tubuh, di berondong peluru saja Wildan tidak akan mati, paling dia hanya akan terluka ringan.


Orang yang menembaki Wildan panik.


" Dorrr !


" Dorrr !


" Dorrr !


" Ceklek


" Ceklek


Pria tersebut menembaki Wildan hingga pelurunya habis, dia berjalan mundur hingga jatuh terduduk.

__ADS_1


Wildan dengan geram menjambak rambut Pria tersebut " Rambut sudah beruban tapi tidak takut mati juga kau tua bangka !!" ucap Wildan ketus.


Pengawal yang tinggal satu Orang meraung " Bosss !!" saat pengawal tersebut akan menerjang kearah Wildan.


Tangan kanan Wildan yang membawa Centang/(Salahsatu senjata tradisional di Brebes, dengan peluru Batu sekepalan tangan ) langsung melemparkannya tepat mengenai kepala pengawal tersebut. Hingga kepala pengawal pecah.


" Praakkk !!


" Bruugggg !!" Darah mengalir deras dari kepala pengawal hingga dia langsung tewas.


Wildan yang terkena cipratan darah pengawal menoleh kearah tangan kanannya " Bajuku kotor bodoh !, kamu harus menggantinya !" teriak Wildan ketus.


Tangan kanan Wildan menundukan kepalanya " Maaf Boss "


Wildan menghela napas, dia kembali menatap Pria yang masih dia jambak rambutnya.


" Plak


" plak


" Plak


Wildan menampari pria tersebut hingga salah satu giginya lepas.


Wildan menyeret dan melempar orang tersebut kehadapan anak buahnya.


" Bawa bajingan itu !, bilang pada Tuan Yugi Misi Complete !" ucap Wildan tegas.


" Siap Boss !"


Setelah kejadian penangkapan tersebut, Wildan dan anak buahnya meninggalkan Hotel Smart Garden.


Polisi yang diberitahu berdatangan, tapi saat Manajer bilang jika Wildan yang melakukan kerusuhan tersebut, para Polisi hanya bisa menghela napas dan membersihkan tempat tersebut, pasalnya mereka tahu jika Wildan tidak bisa bisa mereka singgung.


Wildan membawa orang tersebut ke Markasnya, Tidak berselang lama, sebuah Helikopter yang akan membawa orang tersebut datang.


Wildan langsung bergegas membawa orang tersebut ke Helikopter, pasalnya dia juga tidak mau repot - repot mengurus orang tersebut.


" Kerja bagus, ini dari Tuan Axel !" Yugi melemparkan sebuah amplop coklat pada Wildan.


Wildan tersenyum saat melihat amplop tersebut " Terimakasih Tuan Yugi, tolong berikan salam saya Untuk Tuan Axel !"


Yugi menganguk mengerti, karena dia bukan orang yang pelit berbagi sesuatu jadi dia akan berbagi kabar baik tersebut dengan Wildan.


Yugi membawa orang tersebut naik Helikopter, Wildan yang melihat kepergian Helikopter melambaikan tangannya. di ikuti anak buah yang selalu patuh pada Wildan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2