Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )

Zan Liang ( Menjadi Kaya 2 )
Hari pernikahan Zan liang 3


__ADS_3

Zan liang mengacungkan jempolnya pada Rayan, biasanya Rayan sangat menjengkelkan, tapi Hari ini Rayan terlihat begitu menyenangkan untuk Zan liang.


Tentu saja berbeda dengan Krisna, dia seolah ingin menelan Rayan hidup - hidup karena telah mengatakan hal yang membuat Melisa salah paham.


" Mel, jangan dengerin ucapan Rayan, kamu tahu sendiri mulut dia lEmEs !" Krisna memelototi Rayan.


Tapi Rayan mengerutkan keningnya " Loh, aku memang melihat sendiri jika kak Krisna menatap Kak Zahra begitu lama kok " ucap Rayan Lagi.


Krisna semakin tidak berdaya " Mel, percaya dengan suamimu Oke !, waktu itu aku melihat Zahra karena terkejut Zan liang busa bersamanya "


" Jadi ucapan Rayan benar !" Melisa meninggukan Suara sembari menyilangkan tangannya di depan Dada.


" Bukan begitu Mel " Krisna bingung mau menjelaskan apa, karena semakin dia berbicara dia akan semakin salah di mata Melisa.


Melisa mengusap perutnya yang mulai buncit " Sayang, kamu yang sabar yah, mungkin kamu akan terlahir tanoa seorang ayah !" Setelah mengatakan hal tersebut Melisa langsung pergi.


Krisna terkejut, dia Mengincup mulut Rayan dengan gemas " Mulut kamu ini lebih baik di jahit saja !!"


" Mel tunggu !" Krisna langsung mengejar Melisa yang menghampiri gerombolan ke empat ibunya.


Zan liang terkekeh melihat Krisna yang seperti itu " Hahaha... Bagus Rayan !" Zan liang mengacungkan dua jempolnya.


Rayan tersenyum kecut, dia bingung dengan keadaan yang sedang terjadi, Krisna memarahinya sementara Zan liang memujinya.


Rayan tidak tahu harus berekspresi seperti apa, pasalnya dia tidak terlalu mengerti dengan masalah Wanita.


Zahra dan Riska terlihat sangat bahagia, keduanya mengobrol dengan teman Riska, mereka tertawa bersama seolah tidak mempermasalahkan jika mereka berdua akan menjadi istri pria yang sama.


Zan liang menatap keduanya, dia ikut tersenyum senang, karena kedua wanitanya tampak akrab.


Martin menegur Zan liang " Sepertinya beban Tuan muda sudah berkurang " ucap Martin tiba - tiba.


Zan liang menoleh, dia tersenyum " Paman Martin, ini semua berkat paman, terimakasih banyak paman karena telah menyadarkan aku " Zan liang berkata dengan tulus.


Martin menggelengakan kepalanya " ini bukan karena saya, tap karena kemauan Tuan muda, jika Tuan muda tidak membuka hati mungkin Tuan Muda tidak akan mengambil keputasan seperti ini, tapi aku tahu jika Tuan muda orang yang bertanggung jawab, apalagi Nona Riska sangat mencintai Tuan muda, walau dia sedikit berhianat, tali hal tersebut yang membuatnya semakin yakin jika Tuan muda adalah dambaan hatinya "


Zan liang mengangguk setuju " Paman Marti benar, seharusnya aku tidak Egois memikirkan diriku sendiri, aku sadsr jika telah berbuat salah dengan Riska karena tidak pernah memperlakukannya dengan baik selama dia denganku, sekali lagi Terimakasih banyak Paman Martin " Zan liangembungkuk Hormat.


Martin memapah Zan liang agar tidak melakukan hal tersebut, karena tidak oantas baginya mendapat perlakuan seperti itu oleh Zan liang.


Tapi Zan liang memang sungguh - sungguh berterimakasih dengan Martin, pasalnya jika martin waktu itu tidak menegur dan membawa Riska ke hadapannya mungkin dia akan menyesal seumur hidupnya.

__ADS_1


Walaupun ada peran Krisna juga yang menyadarkan Zan liang, tapi yang memicu semua itu adalah Martin.


Jadi menurut Zan liang Martin lah penyelamatnya, karenanya dia bisa menikah dengan wanita yang dia cintai dan Wanita yang mencintainya.


Penghulu datang, Zan liang dan Kedua wanitanya duduk di panggung, mereka bertiga tidak tahu jika sedang ada bahaya yang mengintai mereka.


Keluarga Riska sangat senang, Julius yang akan menjadi Wali duduk disebelah Riska, begitu juga dengan Ayah Zahra.


Sementara Dewi ada di barisan depan tempat keluarga ketiga mempelai berkumpul, Dewi meneteskan air mata bahagia saat melihat anaknya menikah dengan Zan liang.


Sedangkan Brian, dia yang menjadi Saksi langsung pernikahan anaknya, dia tidak ingin orang lain yang menjadi Saksi, karena dia ingin menunjukan kasih sayangnya pada Brian.


Sementara itu dua pembunuh bayaran sedang membidik Zan liang, tapi sayangnya penglihatan mereka tertutupi leh orang yang ingin melihat proses ijab kabul.


Dua pembunuh bayaran sudah menyiapkan jarinya untuk menekan pelatuk jika Zan liang terlihat sedikit saja.


Mereka berdua terlihat sangat fokus membidik Zan liang.


Mereka membidik Zan liang bersamaan, karena ingin membuat Zan liang Mati ditempat, tanpa harus mengeksekusinya lagi jika dia lolos.


Pasalnya mereka berdua mengincar kepala dan jantung Zan liang.


Di pojokan tempat pernikahan Zan liang, Wanita bertopi perlahan maju kedepan, dia terlihat memegang sesuatu di punggungnya.


Proses ijab Kabul di mulai,


penghulu " Saya nikahkan dan Kawinkan, Zan liang.......


Zan liang " Saya Terima Nikah dan Kawinnya......


Saat penghulu mengatakan ' SAH ', semua irang langsung berteriak Sah serempak sembari tepuk tangan dan berdiri.


Pembunuh Bayaran sangat sabar menunggu Momen, mereka dengan seksama menunggu dimana orang - orang kembali duduk.


Saat semua orang kembali duduk dan Zan liang terlihat, Peluru dilepaskan secara bersamaan.


Di lain sisi Wanita yang memakai Topi juga berlari, dia menaiki panggung tepat dari datangnya arah peluru pembunuh bayaran.


" Mati kamu Zan !!" Topi wanita tersebut terbang.


Terlihat Sherli yang seperti orang Hila menerjang dan melompat ke arah Zan liang dengan memegang sebuah Pisau yang sangat tajam.

__ADS_1


Para penjaga terkejut, karena ada kejadian tersebut, padahal mereka sudah memeriksa semua sudut gedung. Tapi tetap saja mereka kecolongan.


Reaksi penjaga jelas terlambat, karena Sherli sudah melompat ke arah Zan liang, Bria yang ada di dekat Zan liang langsung berdiri.


Tapi tiba - tiba.


" Cubbb !


" Cubbb !


Dua tembakan menempus punggung dan kepala bagian belakang Sherli, mengakibatkan lompatan Sherli terhenti dan langsung ambruk didepan Brian.


Para tamu Histeris, mereka semua sangat panik.


" Sial !, dari mana datangnya wanita gila itu !" Gerutu si tengil.


Si wajah galak membentak " Cepat bereskan senjatamu !, kita pergi dari sini !, misi kita gagal !"


Mereka berdua langsung mengemasi senjatanya dan bergegas meninggalkan tempat tersebut, pasalnya mereka tahu jika Lokasi mereka cepat atau lambat akan ketahuan oleh anak buah Brian.


Benar saja, Yugi langsung menunjuk gedung yang di gunakan pembunuh bayaran, dia menyuruh anak buahnya agar bergegas ke gedung tersebut.


Tapi sayangnya mereka terlambat, kedua pembunuh bayaran sudah meninggalkan tempat tersebut tanpa jejak sedikitpun.


Sementara itu di tempat pernikahan Zan liang, semua orang sudah kembali tenang, mereka di sarankan untuk meninggalkan acara.


Karena Brian memutuskan untuk mengakhiri acara tersebut secepat mungkin, yang penting Zan liang sudah menikah.


Zan liang meihat mayat seorang wanita yang tergelatak dengan Darah yang mengalir di kepala dan punggungnya.


" Sherli !" ucap Zan liang terkejut.


Riska dan Zahra terlihat ketakutan di pelukan Zan liang.


Zan liang ingin mendekati mayat Sherli tapi anak buah ayahnya menyuruh agar cepat meninggalkan tempat tersebut bersama keluarganya.


Zan liang menurut, dia juga tidak mau membuat kedua istrinya ketakutan terus seperti itu, jadi dia memutuskan mengikuti instruksi anak buah Ayahnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2