
Zan liang yang sudah memasuki rumah Riska , di duduk diruang tamu bersama Riska dan ibunya.
" Zan... katanya kamu habis kecelakaan ?, apa kamu baik - baik saja ?" tanya Dewi perhatian.
Zan liang tersenyum " Cuma jatuh dari motor bu , hanya dapat luka kecil saja "
" Luka kecil apanya, kamu sampai demam dan pingsan ,apanya yang luka kecil ?" Timpal Riska tidak setuju.
Zan liang tersenyum kecut , pasalnya Riska terlalu blak - blakan ,padahal dia hanya ingin basa - basi saja dengan ibunya "Tapi aku memang tidak apa - apa kan Ris ...?"
" Iya... karena aku dan Alicia tepat waktu bawa kamu kerumah sakit !, kalau waktu itu aku telat bawa kamu ke rumah sakit , apa yang akan terjadi padamu Zan ?" Riska berkata dengan wajah jelek.
Dewi yang melihat perdebatan mereka mulai panas , dia bergegas melerai " Sudah , sudah , lagi pula jugakan masalahnya sudah berlalu ,toh Zan liang juga sudah tidak apa - apa "
Dewi bersyukur karena anaknya mencegah keluarganya dari kehancuran , jika Riska tidak bersama Zan liang mungkin keluarganya sudah hancur.
Zan liang basa - basi sebentar di rumah Riska ,dia kemudian pamit , pasalnya dia tidak mau berlama - lama di tempat seorang Wanita ,karena ibunya mengajarkan boleh bertamu ke rumah seorang Wanita tapi menggunakan adab.
Riska dan ibunya mengantar sampai kedepan rumah , Zan liang berpamitan dan lengaung menarik gas motornya meninggalkan rumah Riska.
Dewi menyenggol anaknya dengan bahu " Cie ... yang diantar orang di suka sampai lupa mobilnya masih di Kampus " ibu Riska antara mnggoda dan mengejek Riska.
Riska menepuk jidatnya " Astaga ...Ibu aku beneran lupa loh kalo aku bawa mobil ke kampus , bagaimana dong Bu ?, mana sudah hampir maghrib " Riska terlihat cemberut.
Dewi tersenyum " sudah ... tadi ibu menelpon Ayah menyuruh Sopirnya untuk membawa mobil kamu "
Riska menatap ibunya dengan tidak percaya " Ibu... terimakasih sudah mengerti Riska " Riska memeluk Ibunya.
Dewi tersenyum manis , dia juga membalas pelukan anaknya .
***
__ADS_1
Sementara itu Zan liang baru sampai di rumah Ayahnya menggunakan Motor Rayan , Sindi yang melihat Zan liang menghampirinya.
" Baru pulang Zan ?" tanya Sindi lembut.
" Ya Bu.... Rayan mana Bu ?"
" Belum pulang kayaknya , katanya mau Touring dengan teman - temannya mumpung besok Minggu " jawab Sindi sambil tersenyum.
Zan liang mengangguk mengerti , dia menyalami Sindi dan masuk ke Vila untuk membersihkan diri.
Karena malam.ini Zan liang tidak ada rencana ,dia mau tidak mau akhrinya makan malam bersama dengan keluarganya untuk pertama kali.
Saat Zan liang sedang duduk menunggu yang lainnya , Krisna yang pertama muncul dengan istrinya langsung menyentuh kening Zan liang dengan punggung tangannya kemudian menyentuh keningnya sendiri.
" Sama tidak panas " Gumam Krisna lirih.
Zan liang mengerutkan keningnya " Apa sih maksud kakak ?!" Ucap Zan liang ketus.
Zan liang mendengus " kalau tidak boleh bilang saja !" Zan liang langsung beranjak dari tempat duduknya.
Krisna panik , dia langsung memegang bahu Zan liang " Eh... tunggu Zan , Astaga .. kamu kaya wanita kalau lagi PMS ,tidak bisa diajak bercanda "
" Terus mau kakak apa sebenarnya ?!" Ucap Zan liang masih ketus.
Krisna tahu jika adiknya madih belum bisa diajak bercanda , dia menghela napas " Ayo duduk lagi , kakak cuma bercanda tadi "
" Bercandanya gak lucu kak !" jawab Zan liang sambil duduk kembali.
Sindi dan ketiga istri Brian yang baru datang menegur Krisna " Ada apa ini ribut - ribut ?" tanya Sindi penasaran.
Krisna tersenyum kecut , Karena sifat jailnya Zan liang jadi marah padanya .
__ADS_1
Melisa menghela napas " Krisna menggoda Zan liang Bu, nih orang memang kalau lagi jail sering nyebelin emang !" Melisa meelototi Krisna.
Krisna menatap istrinya tidak berdaya " Sayang... kok kamu tidak membela aku sih.." ucap Krisna memelas.
Melisa malah nambah memelototi Krusna dengan tajam , membuat nyali Krisna makin menciut.
Sindi dan yang lain menatap Zan liang yang sedang duduk dengan wajah di tekuk, walaupun Zan liang seprti itu ,tapi mereka senang karena akhirnya Zan liang mau makan malam bersama mereka.
Perlahan - lahan keluarga tersebut berkumpul , yang terakhir muncul Brian bersama anak bungsunya Mindi .
Saat Brian melihat Zan liang ada di tempat tersebut , dia terlihat bersemangat , Brian tersenyum menatap anak dari hasil hubunganya dengan Mei sia tersebut dengan penuh kasih.
Saat semuanya sedang asyik makan ,Mindi tiba - tiba berbicara " Kakak Zan... Besok antar aku ke Salon yah ?" ajak Mindi manja.
Zan liang mendongak menatap Mindi " Kenapa harus aku ?" keluh Zan liang.
" Karena aku ingin naik motor bareng kakak, Soalnya kata kak Krisna , kak Zan dapat motor dari Kak Rayan , Mau yah kak Plis ..?" Wajah Sindi terlihat memelas , sorot matanya seperti anak kucing yang sedang meminta makan , sangat menggemaskan.
" Zan... antar Mindi yah , Ibu titip dia ,soalnya kalau tidak di awasi dia sering aneh - aneh " Bujuk Sindi lembut.
" Benar Zan , dan kamu juga jangan tertipu dengan trik rubah kecil ini , dia bisa - bisa menipumu " Krisna menggoda adiknya dengan mengacak - acak rambutnya.
" Kakak ih...., Mindi dah gede !, jangan berantakin rambut Mindi !!" Mindi menggembungkan pipinya.
Seketika semua yang sedang berada di meja makan tertawa bersama , Zan liang hanya tersenyum tipis , dia mulai merasakan sedikit kehangatan di tempat tersebut.
Kali ini Brian tidak buka suara sedikitpun, dia hanya memperhatikan Zan liang , pasalnya dia tidak mau menghancurkan momen tersebut , karena dia yamin jika dia bicara walaupun sepatah kata saja , Zan liang akan langsung pergi dari tempat tersebut.
Sementara Zan liang juga diam - diam melirik Ayahnya , dia heran jika Ayahnya sekarang tidak ikut bicara , Zan liang pikir jika Ayahnya sudah menyerah dengan dia yang terus berikap ketus dengannya.
Pikiran mereka berdua berbanding terbalik , mereka punya pikiran masing - masing, padahal sebenarnya mereka berdua punya perasaan yang sama. Sama - sama ingin mengerti satu sama lain.
__ADS_1