
Zan liang sudah pasrah karena dia sudah tidak berdaya lagi , tubuhnya sudah tidak bisa digerakan karena saking banyaknya dia terkena pukulan.
Tapi saat tangan si Bos penculik mau mencengkram leher Zan liang , tiba - tiba terdengar suara tembakan.
" Dorrr !!
" Dorr !!
" Arghhhh !" Bos penculik ambruk di tanah karena kedua kakinya terkena tembakan.
" Bruuggg " Zan liang juga ambruk ke tanah.
Semenatar Mindi yang baru saja diselamatkan oleh anak buah Ayahnya , dia langsung berlari kearah Zan liang " Kakak !!!!" Mindi berteriak Histeris sambil memapah Kepla Zan liang agar rebahan di pangkuannya.
" Kakak.... , Hiks...Hiks... Maafkan Mindi Kak..." Mindi menangis tersedu - sedu.
Zan liang tersenyum di sela menahan sakitnya " Hei... kakak tidak apa - apa ,jangan menangis lagi oke " Zan liang mencoba mengangkat tangannya untuk menghapus air mata Mindi ,tapi tiba - tiba pandangannya menggelap, dia akhirnya pingsan.
" Kakak !!!"
****
Zan liang sudah di bawa kerumah sakit , Brian ,Sindi dan Krisna langsung kerumah sakit .
" Ayah , ibu " Mindi Langsung memeluk Sindi dengan Air mata bercucuran.
" Sayang kamu tidak apa - apakan ?" Sindi melihat - lihat tubuh anak bungsunya.
Mindi menggeleng " Aku tidak apa - apa Bu , tapi kakak Zan Bu.. Hiks...Hiks..."
" Sudah yah sayang , Zan liang pasti baik - baik saja ,dia anak yang kuat " Sindi memeluk dan mengusap puncak kepala anaknya.
Krisna hanya bisa menatap nanar kamar ICU yang di tempati Zan liang " Kenapa kamu senang banget dirumah sakit sih bodoh !" gumam Krisna dalam hati karena kesal pada dirinya sendiri tidak bisa melindungi adik - adiknya.
__ADS_1
Sementara Brian sedang bertanya pada pengawalnya yang menolong Zan liang " Bagaimana , apa kamu sudah tahu siapa mereka ?"
" Tuan Axel , mereka sepertinya pasukan yang di latih dari Luar negeri , Karena saya sudah melihat senjata - senjata mereka yang ada di dalam Mobil semuanya barang impor " Ucap Yugi yang merupakan pengawal pribadi Brian.
" Yugi !, kamu panggil beberapa orang lagi untuk melindungi semua keluargaku , aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi, dan cepat selidiki siapa mereka sebenarnya !" Ucap Brian tegas.
Yugi mengangguk " Dimengerti Tuan Axel !" Yugi langsung pamit undur diri.
Dokter yang menangani Zan liang keluar , Sindi ,Brian ,Krisna dan Mindi bergegas menghampiri Dokter tersebut " Dokter Richard bagaimana keadaan anak saya ?" tanya Brian khawatir.
Richard menghela napas " Untuk saat ini Tuan Muda Zan sudah baik - baik saja , tapi Hidungnya patah , tangan kanan Retak dan ada dua tulang rusuk yang retak , saya sarankan agar Tuan Axel melarang Tuan Muda Zan untuk tidak melakukan aktivitas berat terlebih dahulu untuk beberapa bulan "
Mindi memeluk ibunya " Ibu... kakak Zan ... "
" Sudah sayang , Zan liang akan baik - baik saja " Sindi mengusap - usap punggung Mindi.
Brian mengepalkan tangannya , Wajahnya menggelap , jika anak buahnya terlambat sedikit saja bisa dipastikan Zan liang bisa menyusul Ibunya.
Brian berjanji dalam hatinya , jika sampai dia tahu siapa pelakunya dia akan memberikan pelajarann yang tidak akan pernah orang tersebut bayangkan.
Terlihat Zan liang yang terbaring lemah ,dengan kepala penuh perban , Wajahnya juga lebam - lebam.
Melihat Zan liang yang seperti itu , Hati Brian terasa sangat perih , dia jongkok disamping ranjang putranya ,dia menggenggam tangan Zan liang dengan lembut " Zan.. maafkan Ayah , Ayah masih belum bisa menjadi Ayah yang baik buat kamu , Entah Ayah harus bagaimana lagi agar kamu bisa memaafkan Ayah " Air mata Brian tanpa terasa menetes.
Sindi yang melihat itu mengusap punggung suaminya , Sindi juga ikut menitihkan air matanya , karena Sindi tahu betapa hancurnya hati Brian saat Mei sia meninggal , sekarang Zan liang seperti itu tentu saja hati Brian semakin sakit.
Krisna hanya bisa memandangi Ayah dan ibunya dengan Sendu , begitu juga Mindi yang tidak berhenti menangis.
Saat Brian dan yang lain sudah tenang, Riska membuka Pintu dengan tergesa - gesa , dia tanpa melihat keluarga Zan liang , langsung menghambur keranjang Zan liang dan menangis .
" Kamu kenapa lagi Zan ?, kenapa kamu begitu ceroboh , berpa kali kamu selalu saja seperti ini !, Hiks..Hiks..." Riska membelai lembut pipi Zan liang yang lebam.
Alicia dan Viona masuk ke ruangan tersebut dengan membawa perbekalan untuk menjaga Zan liang bersama , pasalnya Viona yakin jika Brian tidak akan mau pulang. jadi dia membawa persiapan.
__ADS_1
Alicia menghampiri Riska untuk menenangkannya , karena hanya Alicia yang paling dekat dengan Riska.
Mindi diajak pulang Krisna , tapi dia tidak mau ,Mindi ingin menemani Zan liang bersama Ayahnya .
" Sudah.. kamu pulang dulu sana ,kasihan istrimu . biar Mindi sama Ayah ibu disini " Suruh Sindi pada anak Sulungnya.
Krisna mengangguk mengerti " Krisna pamit pulang dulu Ayah ,Ibu .."
Viona dan Sindi mengangguk , Brian juga mengangguk , Krisna akhrinya pulang terlebih dahulu .
Riska yang sudah mulai tenang di panggil Brian , dia suruh duduk disampingnya " Sini sayang " Ucap Brian Lembut sambil menepuk - nepuk tikar.
Riska mengangguk , dia duduk di samping Brian " Maaf Tuan Axel saya lancang tidak memberi salam terlebih dahulu pada anda " Ucap Riska sopan.
Brian tersenyum " Jangan terlalu formal dengan Calon mertua kamu , panggil saja Aku Ayah atau om " Brian berkata dengan lembut.
Riska menggeleng " Tapi..."
Alicia memotong ucapan Riska yang belum selesai " Benar kata Dady , Sama Calon mertua tidak perlu malu - malu " Alicia menaik turunkan Alisnya menggoda Riska.
" Aawww !!" Riska mencubit Alicia yang menggodanya.
" Jadi kamu benar - benar suka sama anak Ayah ?" tanya Brian lembut.
Alicia menimpali " Tidak usah ditanya Dad, lihat saja dari ekspresinya sudah ketahuan kok "
Riska tersipu malu , wajahnya merah merona bagaikan tomat matang , dia menundukan kepalanya tidak berani menatap wajah Brian karena terlalu malu.
Brian tersenyum , setidaknya dia tahu ada wanita yang benar - benar tulus dengan Zan liang ,jadi dia tidak perlu khawatir jika Zan liang memilih wanita yang salah.
.
.
__ADS_1
.