Academy Heiki -- Fight Together

Academy Heiki -- Fight Together
S3 Part 2 : #22. Kebenaran


__ADS_3

"๐˜™๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜š๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜œ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฎ"


Sayon : Maaf,, aku sedang mencari pasien disini..


Suster : Bisa aku tau siapa namanya?


Sayon : Hida Hyuki.


Suster : Tunggu sebentar. Ada di lantai 3 nomor kamar 203.


Sayon : Terimakasih! *berlari


"๐˜“๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช 3"


Sayon : Uh-?!


"๐˜๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข ๐˜๐˜บ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ช"


Sayon : Ketemu! Huh.. huh.. huh.. *kelelahan


Dokter : Sekarang sebaiknya jangan gunakan senjatamu dulu.


Sayon : Eh-? *terhenti


Dokter : Akan ku hubungi tuan Hinotama agar-


Hyuki : Jangan.. aku mohon.. jangan hubungi dia..


Dokter : Nona,, jika tuan tidak mengetahui hal ini maka-


Hyuki : Aku tidak mau mengganggunya.. aku mohon.. jangan hubungi dia..


Dokter : Tapi tangan kiri anda sudah terluka parah. Jika menggunakan darah anda sebagai pemulihan saya rasa itu memerlukan waktu yang sangat lama, karena aliran darah anda juga-


Hyuki : Maaf.


Dokter : Maaf?


Hyuki : Bisa tinggalkan aku sendirian?


Dokter : Baiklah.. pastikan anda istirahat..


Sayon : Uh?! *bersembunyi


Dokter : Saya permisi nona.. *keluar kamar


Sayon : Bohong kan? kenapa jadi seperti ini?


(di area sel)


Ryuen : Sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.. tidak ada tahanan yang kabur


Rei : Aku juga tidak merasakan adanya siluman.


Polisi : Terimakasih banyak atas kerjasamanya..


Rei : Tenang saja.. tidak masalah.


Ryuen : Kalau begitu, sekarang bisa kami tinggal? kami masih punya urusan.


Polisi : Tentu saja.. sekali lagi terimakasih.


Rei : Terimakasih kembali.


Ryuen : Ayo Rei..


Rei : Ayo.


(setelahnya)


"๐˜™๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜š๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜œ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฎ"


Rei : Uh? Sayon?

__ADS_1


Ryuen : Kenapa kau menunggu disini? bagaimana dengan Hyuki?


Sayon : Tadi aku mendengar dokter bicara dengannya..


Ryuen : Apa yang dokter katakan?


Sayon : Katanya.. kemungkinan Hyuki tidak bisa bertarung menggunakan tangannya lagi.


Rei : Huh? *terkejut


Ryuen : Oi. Kau bohong kan?


Sayon : Aku tidak berbohong.. Bahkan.. Tangan kirinya juga mengalami cedera, dia-.


Rei : Hyuki ada diruangan mana??


Sayon : Lantai 3, kamar nomor 203.


Rei : *pergi


Sayon : Uh?!


Ryuen : Tunggu Rei!


Sayon : *pasrah


โ€œ 203 โ€


Rei : Aku masuk Hyuki. Uh-?! Hyuki?


Hyuki : Lagi-lagi kau datang.. kenapa kau sangat peduli denganku?


Rei : Karena-


Hyuki : Tadi Sayon juga disini kan?


Rei : Uh?


Hyuki : Sayon dan Ryuen juga bersama mu kan?


Hyuki : Sudah ku duga.


Rei : Kenapa kau tidak mau menghubungi senior Hinotama?


Hyuki : Bukan urusan mu.


Rei : Apa karena kau memiliki masalah dengannya?


Hyuki : Jangan seenaknya saja mencampuri urusan orang lain. Aku tidak punya hubungan apa pun dengannya.


Rei : Pembohong! kau pikir bagaimana wajah senior Hinotama saat tau kalau kau ada di rumah sakit?! Dia khawatir dan cemas padamu.!


Hyuki : Katakan saja padanya untuk tidak perlu cemas lagi.. aku baik-baik saja.


Rei : Hyuki..


(di arena)


Akimoto : Sayang sekali Rei tidak bisa melihat pertarungan kita ya..


Rai : Aku memang berharap dia tidak melihat nya.


*bertarung serius


Saka : Masih belum ada kabar?


Hinotama : Belum.


Saka : Uh?


(suara telfon)


"Sayon"

__ADS_1


Saka: Sayon telfon. Halo?


Sayon : Niisan, apa senior Hinotama ada bersamamu?


Saka : Ya.. dia ada di sampingku..


Sayon : Ada seseorang yang ingin bicara..


Saka : Eh-?


Sayon : Tolong.. berikan telfonnya pada senior..


Saka : Huh.. Baiklah. Hinotama,, telfon untukmu.


Hinotama : Halo?


Saka : Ini pertama kalinya ku dengar Sayon bicara sepolos itu. Apa terjadi masalah?


Hinotama : *berdiri


Saka : Uh?


Raya : Senior? Ada apa?


Hinotama : Baiklah.. kalian kembali saja.. aku akan pergi.


Saka : Sekarang?


Raya : Lalu pertandingan nya?


Hinotama : Maaf, Saka.. bisa kita bertukar jadwal?


Saka : Terserah kau saja.


Hinotama : Aku pergi dulu.


Raya : Uh? lihat.


Saka : Hm?


Akimoto : Tch.


Raya : Apa Akimoto selemah itu?


Saka : Apa sebelumnya Rai pernah bertemu dengan nya?


Raya : Ya,, dulu dia sering ke rumah untuk..


Saka : Bohong! Rai dan dia?!


Raya : Jangan berteriak dasar bodoh!


Saka Ya.. gadis itu memang cantik sih.


Rai : Akimoto.. aku rasa kau tidak punya kemampuan khusus kan?


Akimoto : Kau benar.. memiliki darah manusia belum tentu memiliki kemampuan yang mirip dengan siluman. Ini memang menguntungkan untukmu kan?


Rai : Tidak juga. melawan gadis itu agak merepotkan.


Akimoto : Begitu rupanya. Ya,, jujur saja aku ikut bertarung di sini karena aku.. sangat mencintai mu.. Rai..


Rai : Maaf saja aku sudah tidak punya perasaan padamu.


Akimoto : Kata-kata mu nusuk juga ya.. *melemparkan serbuk


Rai : Uh-?!


Raya : Yang barusan itu apa?!


Rai : Serbuk ini.. rasanya tidak asing.


...๐™…๐˜ผ๐™‰๐™‚๐˜ผ๐™‰ ๐™‡๐™๐™‹๐˜ผ ๐™‡๐™„๐™†๐™€, ๐˜พ๐™Š๐™ˆ๐™€๐™‰๐™, ๐™‘๐™Š๐™๐™€ ๐™†๐˜ผ๐™‡๐˜ผ๐™ ๐™Ž๐™๐™†๐˜ผ.....

__ADS_1


...๐™๐™ƒ๐˜ผ๐™‰๐™†๐™Ž๐ŸŒน๐ŸŒน.....


__ADS_2