
"๐๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐๐ฎ๐ถ๐ฎ"
Sayon : Maaf,, aku sedang mencari pasien disini..
Suster : Bisa aku tau siapa namanya?
Sayon : Hida Hyuki.
Suster : Tunggu sebentar. Ada di lantai 3 nomor kamar 203.
Sayon : Terimakasih! *berlari
"๐๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ช 3"
Sayon : Uh-?!
"๐๐ช๐ฅ๐ข ๐๐บ๐ถ๐ฌ๐ช"
Sayon : Ketemu! Huh.. huh.. huh.. *kelelahan
Dokter : Sekarang sebaiknya jangan gunakan senjatamu dulu.
Sayon : Eh-? *terhenti
Dokter : Akan ku hubungi tuan Hinotama agar-
Hyuki : Jangan.. aku mohon.. jangan hubungi dia..
Dokter : Nona,, jika tuan tidak mengetahui hal ini maka-
Hyuki : Aku tidak mau mengganggunya.. aku mohon.. jangan hubungi dia..
Dokter : Tapi tangan kiri anda sudah terluka parah. Jika menggunakan darah anda sebagai pemulihan saya rasa itu memerlukan waktu yang sangat lama, karena aliran darah anda juga-
Hyuki : Maaf.
Dokter : Maaf?
Hyuki : Bisa tinggalkan aku sendirian?
Dokter : Baiklah.. pastikan anda istirahat..
Sayon : Uh?! *bersembunyi
Dokter : Saya permisi nona.. *keluar kamar
Sayon : Bohong kan? kenapa jadi seperti ini?
(di area sel)
Ryuen : Sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.. tidak ada tahanan yang kabur
Rei : Aku juga tidak merasakan adanya siluman.
Polisi : Terimakasih banyak atas kerjasamanya..
Rei : Tenang saja.. tidak masalah.
Ryuen : Kalau begitu, sekarang bisa kami tinggal? kami masih punya urusan.
Polisi : Tentu saja.. sekali lagi terimakasih.
Rei : Terimakasih kembali.
Ryuen : Ayo Rei..
Rei : Ayo.
(setelahnya)
"๐๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐๐ฎ๐ถ๐ฎ"
Rei : Uh? Sayon?
__ADS_1
Ryuen : Kenapa kau menunggu disini? bagaimana dengan Hyuki?
Sayon : Tadi aku mendengar dokter bicara dengannya..
Ryuen : Apa yang dokter katakan?
Sayon : Katanya.. kemungkinan Hyuki tidak bisa bertarung menggunakan tangannya lagi.
Rei : Huh? *terkejut
Ryuen : Oi. Kau bohong kan?
Sayon : Aku tidak berbohong.. Bahkan.. Tangan kirinya juga mengalami cedera, dia-.
Rei : Hyuki ada diruangan mana??
Sayon : Lantai 3, kamar nomor 203.
Rei : *pergi
Sayon : Uh?!
Ryuen : Tunggu Rei!
Sayon : *pasrah
โ 203 โ
Rei : Aku masuk Hyuki. Uh-?! Hyuki?
Hyuki : Lagi-lagi kau datang.. kenapa kau sangat peduli denganku?
Rei : Karena-
Hyuki : Tadi Sayon juga disini kan?
Rei : Uh?
Hyuki : Sayon dan Ryuen juga bersama mu kan?
Hyuki : Sudah ku duga.
Rei : Kenapa kau tidak mau menghubungi senior Hinotama?
Hyuki : Bukan urusan mu.
Rei : Apa karena kau memiliki masalah dengannya?
Hyuki : Jangan seenaknya saja mencampuri urusan orang lain. Aku tidak punya hubungan apa pun dengannya.
Rei : Pembohong! kau pikir bagaimana wajah senior Hinotama saat tau kalau kau ada di rumah sakit?! Dia khawatir dan cemas padamu.!
Hyuki : Katakan saja padanya untuk tidak perlu cemas lagi.. aku baik-baik saja.
Rei : Hyuki..
(di arena)
Akimoto : Sayang sekali Rei tidak bisa melihat pertarungan kita ya..
Rai : Aku memang berharap dia tidak melihat nya.
*bertarung serius
Saka : Masih belum ada kabar?
Hinotama : Belum.
Saka : Uh?
(suara telfon)
"Sayon"
__ADS_1
Saka: Sayon telfon. Halo?
Sayon : Niisan, apa senior Hinotama ada bersamamu?
Saka : Ya.. dia ada di sampingku..
Sayon : Ada seseorang yang ingin bicara..
Saka : Eh-?
Sayon : Tolong.. berikan telfonnya pada senior..
Saka : Huh.. Baiklah. Hinotama,, telfon untukmu.
Hinotama : Halo?
Saka : Ini pertama kalinya ku dengar Sayon bicara sepolos itu. Apa terjadi masalah?
Hinotama : *berdiri
Saka : Uh?
Raya : Senior? Ada apa?
Hinotama : Baiklah.. kalian kembali saja.. aku akan pergi.
Saka : Sekarang?
Raya : Lalu pertandingan nya?
Hinotama : Maaf, Saka.. bisa kita bertukar jadwal?
Saka : Terserah kau saja.
Hinotama : Aku pergi dulu.
Raya : Uh? lihat.
Saka : Hm?
Akimoto : Tch.
Raya : Apa Akimoto selemah itu?
Saka : Apa sebelumnya Rai pernah bertemu dengan nya?
Raya : Ya,, dulu dia sering ke rumah untuk..
Saka : Bohong! Rai dan dia?!
Raya : Jangan berteriak dasar bodoh!
Saka Ya.. gadis itu memang cantik sih.
Rai : Akimoto.. aku rasa kau tidak punya kemampuan khusus kan?
Akimoto : Kau benar.. memiliki darah manusia belum tentu memiliki kemampuan yang mirip dengan siluman. Ini memang menguntungkan untukmu kan?
Rai : Tidak juga. melawan gadis itu agak merepotkan.
Akimoto : Begitu rupanya. Ya,, jujur saja aku ikut bertarung di sini karena aku.. sangat mencintai mu.. Rai..
Rai : Maaf saja aku sudah tidak punya perasaan padamu.
Akimoto : Kata-kata mu nusuk juga ya.. *melemparkan serbuk
Rai : Uh-?!
Raya : Yang barusan itu apa?!
Rai : Serbuk ini.. rasanya tidak asing.
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
__ADS_1
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....