
Rei&Hyuki : ...
*terbaring lemas
Hyuki : 15 menit sudah berlalu.. aku masih belum bisa mengalahkannya, tenagaku juga sudah hampir habis *berfikir*l
Rei : Jika aku menyerah, aku bisa saja mengecewakan semua orang, tidak.. itu tidak boleh terjadi.. *berfikir
Hyuki : Aku..
Rei : Tidak boleh..
Rei&Hyuki : Sampai kalah!
*bangkit kembali
Rei : Akan kugunakan sisa kekuatan milik ๐ฉ๐ฆ๐ช๐ฌ๐ช. Maafkan aku ๐ฉ๐ฆ๐ช๐ฌ๐ช, aku tidak bisa menggunakan mu sebaik yang dibayangkan semua orang *bicara dalam hati
Hyuki : Kekuatan ku, tenagaku, semuanya sudah hampir habis, di sisi lain dadaku terasa sangat sesak, aku kesulitan untuk bernafas. Aku.. memang sangat lemah.. *bicara dalam hati
"๐๐บ๐ถ๐ฌ๐ช.."
Hyuki : Uh-huh! Argh.. *muntah darah
Rei : Uh-huh? Ada apa ini? Padahal aku bisa menyerang Hyuki sekarang juga, tapi kenapa.. tanganku malah gemetar dan tubuhku tidak bisa digerakan? *berfikir
Hyuki : Tch!
Rei : Hm-!
Hyuki : *menyerang
Rei : *menghindar
Hyuki : Sekarang..
Rei : Saatnya!
Hyuki : ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ข๐ฏ!
Rei : ๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ด๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ข๐ฏ!
*bersamaan mengeluarkan teknik
*info lebih lanjut๐
ยป Belahan kematian, adalah teknik yang bisa membelah apa pun yang terkena serangannya. Teknik ini mustahil untuk dihindari, tapi terkadang mustahil untuk digunakan.
__ADS_1
ยป Tebasan kematian, adalah teknik yang jarang digunakan. Teknik ini terlalu rumit, juga terlalu sulit digunakan. Karena itulah banyak yang tidak tertarik menggunakan nya.
*lanjut.. ๐
Semuanya : Uh-huh?!! *syok berat
Ryuen : Apa.. yang barusan terjadi?
Sayon : Ryuen?!
Asuna : Siapa yang menang?!
*tertutup kabut๐ซ
*perlahan-lahan kabut menipis dan menghilang..
Semuanya : Uh-huh?! *terkejut*
Hidane : Loh?
Hirai : Mereka berdua..
Semuanya : Tersungkur?!! *syok
Siluman : Oi kau!! Jangan buat kami jadi malu!! Dasar bodoh!!
Manusia:Ayo bangkitlah!!
*sorakan
Rei&Hyuki : *berusaha bangkit tapi gagal
Rei : Huh.. huh.. huh.. Hyuki.. dia.. *bicara dalam hati
Hikaru : Tch! *memukul Hyuki
Hyuki : Uh-huh?!
Semuanya : Huh!! *syok
Rei : Uh-huh?! *terkejut. Hyuki?
Wan : Maaf, permisi.. kau dilarang untuk..
Hikaru : Berisik. Kau tidak bisa mengatur ku seenaknya. *kesal*
Wan : Tapi-! Uh-huh?
__ADS_1
Hikaru : Kau memang tidak bisa diharapkan.. Apa aku harus menghajar mu dulu sebelum kau mengerti?! *marah *kesal
Hyuki : Sakit.. *bicara dalam hati
Hikaru : Kau hanya beban bagi keluarga Hida!! Mati saja kau!!
*terus memukul Hyuki
Hyuki : Argh! *muntah darah
Hidane : Uh?!
Raya : Apa?!
Hikaru : Rasanya menyedihkan, kau harus menanggung rasa sakit dari semua luka yang kau dapat, padahal lebih baik kau mati saja kan? *kesal *tatapan kejam
Hyuki : *hanya terdiam
Naka : Ayah macam apa yang tega berbuat seperti itu pada putrinya?!
Hirai : Sial!! Ke-! Uh?
Saka : Dia sudah pergi..
Rei : Uh-huh! *mencoba berdiri
Hikaru : Kalah itu sangat menyedihkan juga memalukan. Aku benci pada kekalahan. *memukul Hyuki
Hinotama : *menarik Hyuki
Hikaru : Uh?!
Hyuki : Uh-huh?! *pingsan
Hikaru : Kau mau ikut campur lagi Hinotama?
Hinotama : Aku yakin Sawaki sudah menyampaikan pesanku padamu..
Hikaru : Hmph. Begitu ya? Jadi sekarang.. kau ingin merebutnya? *tatapan kejam*
Wan : Semuanya! Karena perwakilan kedua belah pihak sama-sama tidak berkutik, dan kedua belah pihak juga saling melanggar aturan dengan masuk ke arena tanpa izin!
Rei : Kenapa? Kenapa semuanya jadi begini? Pria itu, apa dia ayahnya Hyuki? Apa karena dia, semuanya.. Ah.. *kesakitan
Wan : Maka. saya nyatakan pertandingan ketiga hari ini. Tidak sah!
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
__ADS_1
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....