
Rei : Aku tau kau tidak berniat melakukan ini semua.. Aku bisa melihat nya, dari ekspresi mu saat bertarung bersama ku. Kau.. menahan diri kan?
Ryuen : Rei, bukankah itu mustahil?
Rei : Memang terdengar mustahil, tapi aku yakin dia melakukan itu. Seharusnya dia bisa membunuhku dengan mudah, tapi entah kenapa dia malah terus menerima serangan ku. Berhentilah melakukan sandiwara bodoh mu, Hyuki..
Sayon : Rei?
Hyuki : Ha?
Ryuen : Uh?
Sayon : Uh?
Hyuki : Sandiwara.. bodoh? Jangan bercanda Rei. Kau terlalu baik dan terlalu mempercayai temanmu. Kau seharusnya tau bagaimana dunia ini berjalan. Di dunia ini, tidak ada yang namanya bersandiwara. *tatapan serius
Rei : Kau salah. Ada beberapa orang yang sengaja menutupi kesedihan bahkan masalah mereka dari orang lain. Ada juga yang menutupi kesalahan mereka karena takut berkata jujur. Bukankah itu semua juga disebut sandiwara?
Hyuki : Jadi kau masih saja menganggap ku bersandiwara? Lalu, apa aku akan menggunakan teknik "๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ข๐ฏ" padamu? Apa kau pikir itu adalah sandiwara belaka?
Rei : Benar.
Hyuki : Aku heran kenapa ada orang sebaik dirimu, sampai-sampai berkata bodoh soal fakta. Kalau begitu.. bagaimana jika kubilang.. kau datang kemari dan merasa kasihan juga peduli padaku, itu semua juga sandiwara kan? *tatapan serius
Ryuen : Uh?!
Sayon : Hyuki. kau sudah kele-!
Rei : Begitu ya?
Ryuen : Rei? kau masih mau melanjutkan pembicaraan nya?
Rei : Aku masih harus bicara dengannya. Tolong jangan mengganggu kami..
Ryuen : Terserah kau saja.
Sayon : Hmp
__ADS_1
Rei : Jika aku memang bersandiwara, Sayon dan Ryuen tidak mungkin ikut dengan ku untuk mengunjungi mu.
Hyuki : Bisa saja itu bagian dari sandiwara kan? Aku sudah tidak kuat dengan pembicaraan ini, kita selesai kan saja.
Rei : Sudah ku duga.
Hyuki : Ha?
Rei : Kau memang sedang bersandiwara Hyuki..
Hyuki : Kenapa kau selalu saja bicara begitu?
Rei : Karena.. kau sudah tidak kuat saat bicara denganku, kau juga cepat-cepat ingin menyelesaikan pembicaraan ini. Apa kau merasa bersalah telah menyakiti perasaan temanmu dengan berkata kasar?
Hyuki: Uh?
Sayon : Kenapa pembicaraan nya jadi setegang ini? Kenapa ya? *berfikir
Ryuen : Sayon.. apa kau menyadari nya? *bisik
Ryuen : Hyuki.. dia.. nada bicara nya jadi gugup dan agak kaku..
Sayon : Aku baru menyadari nya, setelah kau mengatakannya
Ryuen : Selain itu, saat bicara dia selalu menundukkan kepala dan menghindari kontak mata langsung dengan lawan bicaranya.
Sayon : Kau benar juga.
Rei : Hyuki, hanya kali ini saja. Aku mohon.. katakan saja kalau sebenarnya kau sangat membutuhkan teman-temanmu.
Hyuki : Kenapa kau harus memohon pada ku? Jika bersikap seperti itu kau justru semakin mencurigakan Rei.
Rei : Saat ini aku hanya ingin kau kembali. Kau tidak perlu mengikuti apa kata keluarga mu. Jika keluarga mu bersikap tidak adil padamu, percayalah.. masih ada teman-temanmu yang berada di sisi mu.
Hyuki : Aku harus pergi..
Rei : Tunggu Hyuki!
__ADS_1
Hyuki : *pergi
Sayon : Rei, sudahlah.. Aku rasa Hyuki perlu menenangkan dirinya.
Rei : Aku rasa kau benar.
Ryuen : Ayo kita kembali.
Sayon : Ayo Rei..
Rei : Iya.
(di dalam sel)
"๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฑ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ช๐ญ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ.. ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ-๐ต๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ด๐ช ๐ฎ๐ถ"
Hyuki : Bodoh.. apa yang dia pikirkan?
(di sisi lain)
Sayon : Halo?
Saka : Kau dimana sekarang?
Sayon : Kami bertiga dalam perjalanan kembali.
Saka : Begitu ya.
Sayon : Niisan.. bagaimana pertarungan nya?
Saka : Kita kalah.
Sayon : Uh?
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....
__ADS_1