
*disisi lain..
"Makam keluarga Shimazaki"
Rei : Haruka.. beristirahat lah dengan tenang *selesai berdoa
Ayah Haruka : Terimakasih sudah mau mengantarkannya kemari.
Ibu Haruka : Kami sangat berterimakasih karena kau sudah mau menjadi teman Haruka.
Rei : Hmph. aku permisi..
*setelahnya..
Rei : Meskipun aku sudah berbicara dengan orang tua Haruka, aku masih belum bisa memaafkan diriku karena tidak bisa melindunginya. *berfikir
Raya :Rei!
Rei : Niisan?
*di dalam mobil
Rai : Kau di skors selama sebulan, sekarang kau sudah puas?
Rei : Maaf..
Rai : Ini karena kau terlalu gegabah. Sudah diperingatkan untuk tidak melawan kan?! *kesal
Raya : Aniki, sudahlah.. Rei juga sedang lelah.
Rai : Kesalahan yang kau berbuat ini masih bisa tergolong rendah karena telah menyelamatkan orang-orang. Tapi karena kecerobohan ini menewaskan 2 siswi akademi. Sejujurnya seharusnya kau di skors selama setahun lebih. Tapi tidak ada gunanya karena sebentar lagi kau akan lulus.
Rei : Kenapa saat itu kalian hanya diam saja..?
Raya : Uh?
Rai : Kau bicara apa?
Raya : Tung-
Rai : Ulangi lagi kata-katamu Rei.
__ADS_1
Rei : Kenapa kalian hanya diam menonton pertandingan?! Bukankah giliran kalian bertarung sudah selesai?!
Rai : Kau pikir hanya karena kami sudah selesai bertanding, kami bisa seenaknya pergi?!
Rei : Apa sesekali kalian tidak bisa melakukan nya?!
Rai : OSIS bukan siswa sombrono seperti siswa lainnya!!
Rei : Uh-! *ketakutan
Raya : Aniki.. Rei sudah tau tentang itu semua.. hanya saja dia merasa depresi setelah teman-teman nya-
Rei : Aku turun disini.
Raya : Tunggu Rei, kau mau kemana?
Rei : Menemui seseorang.
Rai : Aku melarangnya. Jangan turun sampai di tempat tujuan.
Rei : Maaf, aku harus turun.
Rai : Rei!!
Rai : Tch.
Raya : Kalau ada apa-apa hubungi-.
Rei : *menutup pintu mobil
Raya : Astagah dia itu. Kenapa sifat nya berubah sejauh ini?
Supir : Ma-maaf tuan?
Rai : Lanjutkan.
Supir : Baik.
*di arena..
Zuki : Ketua OSIS boleh juga ya!!! *mengarahkan serangan ke bangku penonton.
__ADS_1
Hinotama : Tch. ππ°π¨π°-π΅Ε!!
Zuki : Hei.. barusan aku dapat kabar kalau 3 siswi kalian berhasil menghentikan ledakan di bendungan. Hebat juga ya.. tapi sayang sekali kalian harus kehilangan 2 siswi lainnya.
Hinotama : Apa ayah sialan itu yang memasang nya?!
Zuki : Jujur saja, sebenarnya kami memang berniat menghancurkan umat manusia kalau-kalau nanti kami kalah bertarung.. tapi, siapa sangka pimpinan kami akan melakukan hal semacam ini.
Hinotama : Apa maksudmu Hideyoshi?!
Zuki : Ya. dia yang melakukan ini semua.
Hinotama : Tch!
Zuki : Ohh ya,, aku dengar juga pemilik darah unik itu ikut serta dalam insiden ledakan. Aku harap darahnya masih terasa lezat ya..
Hinotama : Sepertinya kau sangat tergila-gila dengan darah Hyuki.
Zuki : Ya,, lalu saat aku bicara begitu pasti ketua Hikaru akan kesal denganku. Keluarga kalian itu menarik sekali ya..
Hinotama : Begitu ya. Apa ini cukup? *menunjukan botol berisi darah Hyuki
Zuki : Uh-huh!!! Ba-bagaimana bisa..?
Hinotama : Ya, ini hanya darah Hyuki yang sengaja ku minta sedikit.
Zuki : Kau sengaja menambah nafsuku ya.?
Hinotama : Tidak juga.. rencananya mau ku berikan pada ayah sialan itu.
Zuki : Dasar ayah dan anak. Hubungan dari ayah dan anak yang rumit, rumah tangga yang hancur, lalu sekarang ayah dan anak memperebutkan anggota keluarga. Sulit dimengerti juga keluargamu itu.
Hinotama : Jangan seenaknya menilai keluarga orang lain! *menyerang
Zuki : *menghindar
*di sisi lain
β ππͺπ₯π’ - ππ’π―π’π¨π’πΈπ’ β
Hikaru : Dasar Hideyoshi sialan. Berani-beraninya dia mencoba membunuh kami disana.
__ADS_1
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....