
Raya : Kenapa kalian sangat percaya dengan buku itu?
Rei : Uh?
Haruo : Jadi maksudmu kau tidak percaya?
Raya : Bukan begitu! habisnya buku itu hanya merusak dunia saat ini! buku itu membuat orang-orang menjadi khawatir dan depresi, habisnya Atlas juga belum ditemukan dimana, dan juga keberadaan nya pasti dijaga oleh para siluman. kan?
Hikaru : Tidak.
Raya : Eh?
Hikaru : Tidak ada siluman yang benar-benar setia dengan Atlas.
Rei : Uh?!
Hikaru : Karena kekejaman dan kekejian yang ia lakukan dalam eksperimen nya, dia dibenci oleh semua mahkluk di dunia ini. Ku akui.. dia adalah mahkluk paling hina yang pernah ku kenal. *geram
Saka : Berarti.. dia sudah mati kan? siluman yang merawatmu itu. Kau tau siapa yang membunuhnya?
Hikaru : Entahlah, aku tidak mempedulikan itu.
Hinotama : Uh! tempatnya disini?
Rei : Uh?
Sayon : Eh? ada sungai dibawah laut?!
Saka : Kita sudah berada di area terlarang itu kan?
Raya : Sepertinya sudah.
Sayon : Lalu sekarang bagaimana? kita keluar dan menyelam?
//terdengar suara
Haruo : Ada yang mendekat-?!
Hinotama : *waspada
//kapal perlahan miring
Rei : Uh-huh?!!
Sayon : A-apa yang terjadi?!!
//kapal terjatuh
.
.
.
.
.
Sayon : Aduh.. duh.. duh.. eh?! kita dimana?
__ADS_1
Haruo : Tadi kita terjatuh kan?
Raya : Lihat ke atas.
Rei : Airnya mengambang?
Sayon : A-apa-apaan ini? ahhh.. banyak sekali tak yang tidak pernah kulihat terjadi sekarang.
Saka : Hahahaha..
Sayon : Kenapa malah ketawa?!
Saka : Habis Sayon lucu sih.
Sayon : Berisik!
Rai : Jadi ini semacam pembatas juga ya. Kita berada dibawah air, tapi tidak tenggelam. Aku curiga air itu cuma ilusi saja.
Rei : Iya juga. Kita seperti didalam gua kering.
Hinotama : Sudahlah.. yang penting kita sudah masuk, sekarang kita harus menyusuri gua yang ada disitu kan?
Sayon : Terlihat sangat menakutkan. *merinding
.
.
.
*disisi lain..
Hyuki : Arghh!!
Lucy : Aku menyuruh mu untuk bangun, tapi kenapa daritadi kau hanya diam saja?
Hyuki : Uhukk! *memuntahkan darah
Lucy : Kalau begitu kutanya saja.. apa kau mengingatku?
Hyuki : Uh-huh?!
Lucy : Kau mengingatku kan? *memukul
Hyuki : *menahan sakit
Lucy : Aku.. adalah kakak nya Maru dan Ganryu, apa kau mengingat mereka?
Hyuki : A.. ku.. tidak tau..
Lucy : Ohh.. benar juga ya, bukan kau yang menghabisi mereka tapi temanmu itu kan?
Hyuki : Apa yang kau inginkan..?
Lucy : Ha? tentu saja aku menginginkan nyawamu.
Hyuki : Uh-huh!
Lucy : Aku rasa kau tidak tau kalau aku sangat.. sangat.. sangat membencimu. Habisnya kau bisa terus berada di dekat tuan Hikaru. Kenapa?
__ADS_1
Hyuki : Uh.. huh.. huh.. *kesal pada diri sendiri
Lucy : Kau pasti mengingat orang yang dulu pernah menyiksamu selain tuan Hikaru kan?
Hyuki : Uh-?!
Lucy : Benar sekali, orang itu adalah Fusa.
Hyuki : Uh-huh!
Lucy : Fusa adalah adikku, dulu dia bekerja dengan tuan Hikaru, juga sering menyiksamu karena perintah tuan Hikaru. Tapi suatu hari dia dikeluarkan dan dibuang oleh tuan Hikaru. *menendang wajah Hyuki.
Hyuki : Huh!
Lucy : Aku curiga itu karena kau.
Hyuki : *merenung
Lucy : Lalu.. kau juga membunuh nya..
Hyuki : Uh!
Lucy : Saat aku tiba disana.. Fusa sudah tidak ada, ternyata kau kejam juga membunuh dan menghilangkan jejaknya. Aku agak kagum.
.
.
.
Lucy : Tapi ya.. rasa kagum lama kelamaan bisa saja berubah menjadi kebencian. Kalau kau mengingat semua siksaan yang diberikan oleh Fusa, berarti sekarang kau sudah kebal kan? *menendang
Hyuki : Uhuk!! *memuntahkan darah
Lucy : Karena itulah kau hanya diam!!
Hyuki : Uh-huh!!
.
.
******
Yuika : Itu tidak mungkin!!
Sugo : Apanya yang tidak mungkin? Fusa sudah mati karena Hyuki. Yaaa.. meskipun Maru dan Ganryu dibunuh oleh temannya yang satunya, tapi karena mereka berdua tidak begitu berguna jadi Lucy tidak begitu memperdulikan mereka.
Yuika : Jadi.. dengan kata lain.. Lucy itu.. sangat ingin berada di dekat tuan Hikaru kan?
Sugo : Bingo! benar sekali.
Yuika : Hmph. Palingan dia cuma mimpi.
Sugo : Ha? *sinis
Yuika : Tidak akan ada orang yang bisa mendekati tuan Hikaru. Bahkan anak-anak nya sendiri tidak bisa.
Sugo : *sinis
__ADS_1
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....