
(sekarang)
Linglyng : Ck. *menahan takut
Sui : Kau-.
Hirai : Kau memaksa adikmu untuk mengikuti pertarungan ini kan?! Sui.
Sui : Hahahahha! *tawa licik, merepotkan. Kalian para manusia selalu saja mencampuri urusan orang lain. Memangnya kenapa jika aku memaksanya? Dia tidak ada hubungan apa pun denganmu.
Hirai : Kata siapa tidak ada?!
Sui : Ha?!
Hirai : 5 tahun yang lalu, aku berhadapan dengannya.
Semuanya : Uh?!
Naka : Apa? Kau serius senior?
Hirai : Ya, tidak salah lagi. Saat itu aku belum menjabat sebagai OSIS, dia juga belum sekuat ini. Sebagai bukti, aku pernah menggores dahinya sampai menimbulkan bekas.
Linglyng : Uh-huh?!
Hirai : Bekas itu tidak akan hilang, karena aku menggunakan salah satu senjata akademi.
Sui : *menarik Linglyng
Linglyng : Uh-huh!
Sui : *melihat goresan di dahinya Heh.. Jadi begitu ya? Kau merahasiakan nya?
Linglyng : Sudah lah. Sekarang itu semua tidak penting! Tidak ada gunanya membahas tentang reuni ini!
Sui : Diamlah Linglyng. *dingin
Linglyng : Uh-huh!
Naka : Apa-apaan? Aura ini?
Linglyng : Gawat.. Su-, tidak.. oniisama.. sedang marah.. *menahan takut
Sui : Kau hebat juga bisa tau semuanya.. Sekretaris OSIS, Hiro Hirai.
Hirai : Awalnya aku memang ragu kalau kalian saudara, aku bahkan ragu dia yang ku lawan dulu. Tapi.. setelah melihat gaya bertarung nya, tidak salah lagi.
Sui : Kalau begini rasanya aku ingin sekali membunuhmu. Sekarang.. kau ingin mati dengan cara apa?
(di sisi lain)
__ADS_1
Pelayan : Permisi, kau tidak boleh lewat sini.
Rei : Biarkan aku masuk, aku harus bicara dengan ketua OSIS.
Pelayan : Itu dilarang. Disini hanya OSIS yang bisa masuk.
Hinotama : Siapa di luar?
Pelayan : Tuan Hinotama? soal itu..
Rei : Ryoko Rei ingin bicara denganmu..
Hinotama : Bicara apa lagi?
Rei : Aku hanya ingin bertanya 1 hal. Dimana Hyuki?
Hinotama : Hyuki berada di sel tahanan.
Rei : Uh-huh?!! *terkejut. Ketua.. kau memasukan Hyuki ke tahanan?
Hinotama : Ya
Rei : Kenapa kau berbuat seperti itu?
Hinotama : Itu adalah hukuman.
Hinotama : Masalah pribadi tidak bisa kujadikan alasan untuk mengesampingkan hukumannya. Hyuki sudah berhianat, hanya itu yang perlu kau ketahui.
Rei : Aku ingin bertemu dengan Hyuki. Beritau aku di sel tahanan mana dia berada.
Hinotama : Sel tahanan milik keluarga Hida.
Rei : Terimakasih. Aku permisi.. *pergi
(di arena)
Hirai : Arghh! *kesakitan
Naka : Sial! Uh-huh! *muntah darah
Hidane : Loh-?
Naka : Apa ini? Kenapa aku malah-? *heran
Sui : Kau juga sudah terkena racun itu.
Naka : Uh-?! Jangan-jangan, pada saat senior Hirai terkena racun itu, aku juga-?! *berfikir
Hirai : Jadi Naka juga terkena racun itu? Sial. Racun itu lebih berbahaya dari yang ku duga *berfikir
__ADS_1
Sui : Setidaknya kalian mempunyai waktu 5 menit lagi untuk mati kesakitan. Tapi.. jika kalian ingin kubunuh sekarang itu lain lagi ceritanya.
Naka : Berisik kau-! *menyerang
*π£π¦π³π΅π’π³πΆπ―π¨.
Raya : Uh?
(suara telfon)
Raya : Dari Rei?
Rai : Biar aku yang angkat.
Raya : Uh?
Rai : Berikan ponselmu.
Raya : Terserah kau saja.
Rai : Halo?
*mengangkat telfon
Rei : Uh? niisama? kenapa kau yang menga-?
Rai : Itu tidak penting. Kau menelfon pasti untuk mengabariku dan Raya kan?
Rei : Uh? Niisama, kau sudah tau?
Rai : Itu terlalu mudah ditebak.
Rei : Maaf.. aku tidak meminta izin padamu dulu..
Rai : Tidak pa-pa.. Aku mengerti kok.
Rei : Eh-? Mak-?
Rai : Kau ingin bertemu seseorang kan? Aku tidak akan melarang nya.
Rei : Niisama.. Terimakasih..
Rai : Sama-sama..
*mematikan telfon
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....
__ADS_1