Academy Heiki -- Fight Together

Academy Heiki -- Fight Together
S4 : #43. Dia yang menjadi panutan


__ADS_3

Raya : Uh!!


Bawahan : Kami disini melawan akademi karena keluarga kami terbunuh!! Insiden saat pertandingan kalian itu-! hanya itu saja sudah menewaskan banyak orang!!


Bawahan : Belum lagi pelanggan saat Setsujin, kalian terlalu sibuk mementingkan pertarungan di arena daripada keselamatan para tahanan!!


Bawahan : Salah satu keluarga ku ada disana, dia dibunuh oleh siluman.


Raya : Ck.


Bawahan : Akademi bisa apa-?! Jika saja tidak ada keluarga Hida dan Ryoko, akademi tidak akan ada. Jadi-!


Raya : Jika semisalnya saja akademi tidak ada, memangnya itu semua bisa dihentikan?


Bawahan : Geh-!


Raya : Oke.. kalau begitu anggap saja akademi tidak ada. Lalu.. bagaimana caranya menghadapi cara siluman itu di arena?


Bawahan : Itu-!!


Raya : Kalian.. sepertinya sangat menghormati Yuika ya. Yuika sudah jadi panutan dalam hidup kalian. Iya kan?


Bawahan : Kalau iya memangnya kenapa?!


Raya : Kalian pikir semua murid di akademi tidak punya panutan..?


Bawahan : Ha?!


Raya : Kalian bicara begitu karena sangat menghormati Yuika, kalian mudah terbawa oleh kata-kata Yuika. Karena itulah kalian menganggap kalau Yuika itu benar, sehingga mengikuti caranya untuk menjatuhkan akademi. Iya kan?


Bawahan : Eh-!!?


Raya : Cara kerja akademi Heiki juga begitu. Setiap murid yang masuk ke akademi adalah mereka yang memiliki panutan hidup pada suatu hal. Entah itu membanggakan orang tua, dihargai dan dipuji oleh orang tersayang, ataupun pada umat manusia.


Bawahan : Ck. Cukup-!


Raya : Intinya.


Bawahan : Uh-huh!


Raya : Apa yang kalian anggap baik adalah apa yang kalian lihat dari sudut pandang kalian. Jika hal itu dianggap jahat oleh orang lain tapi baik bagi kalian maka kalian bisa bicara apa?

__ADS_1


Bawahan : Ck!


Raya : Daritadi.. kami berusaha menahan diri saat bertarung dengan kalian. Kami sengaja tidak menggunakan kemampuan kami karena khawatir bisa membahayakan kapal ini. Tapi.. apa kalian pernah berfikir.. apa yang Yuika lakukan saat ini?


Bawahan : Uh-huh!


Bawahan : Benar juga-!


Raya : Pemikiran kalian terlalu dangkal. Jangan ajak aku berdebat disini. Aku bisa saja membunuh kalian, bahkan tanpa kemampuan sekalipun.


Bawahan : Tch!! CEPAT HABISI DIA!!!


Raya : Padahal Yuika tidak mengharapkan apapun dari kalian. *menendang *memukul


Bawahan : Argh!!


Bawahan : Grr!!


Raya : Kalian bicara soal dendam didepan keluarga yang memiliki dendam lebih. Sama saja seperti mengajari seekor bebek dewasa berenang. Kalian bertindak sok pintar disini, mengganggu saja.


Bawahan : *menyerang dari belakang. KAU YANG MENGGANGGU SIALAN!!


Raya : Tch. *menendang


Bawahan : Geh-!


Bawahan : Argh!!


Raya : Berapa banyak bom yang kalian sembunyikan di kapal ini..? cepat beritahu!


Bawahan : Tidak akan!! biarkan saja kalian mati disini.


Bawahan : Tu-tunggu dulu! daritadi sudah 2 bom yang meledak tapi kenapa kapalnua masih berlayar?!!


Raya : Hmph. Kalian pikir senior Saka sebodoh itu?


Bawahan : Uh!


Raya : Ahhh.. kalau senior Saka disini pasti kalian sudah lenyap sejak awal. Itu karena kalian mengganggu adiknya.


Bawahan : Berisik amat dah!!

__ADS_1


//KRETEKK..


Bawahan : Argh!!


Raya : *menginjak. Aku hanya mengizinkan kalian bicara jika kalian memberitahu kan soal bom itu. Selain itu.. aku harap kalian menurut untuk tidak bicara.


Bawahan : Tch!


Raya : Uh?


β€œ 𝘚𝘦𝘯π˜ͺ𝘰𝘳 𝘚𝘒𝘬𝘒 ”


Saka : Raya, bagaimana keadaan disana?


Raya : Oh, sudah ku atasi.


Saka : Kami sudah menemukan semua bom nya. Sekarang sudah aman!


Raya : Baguslah.. terimakasih senior.


Saka : Untuk sementara sebaiknya kita menghentikan Yuika saja.


Raya : Ya.


*ditempat Rei dan Yuika..


Rei : Sa~kit..


//tangannya tergores parah


Yuika : Kau pikir.. senjataku cuma pistol saja? ayolah setiap ksatria selalu punya senjata tersembunyi.


Rei : *merobek pakaiannya *membalut luka


Yuika : Memangnya dengan membalut luka seperti itu bisa menyelesaikan masalah? *datar


Rei : Tidak. *mengencangkan ikatan. Tapi.. setidaknya lukanya jadi tidak menghambat ku untuk menghentikan mu.


Yuika : Ck.


...π™…π˜Όπ™‰π™‚π˜Όπ™‰ π™‡π™π™‹π˜Ό 𝙇𝙄𝙆𝙀, π˜Ύπ™Šπ™ˆπ™€π™‰π™, π™‘π™Šπ™π™€ π™†π˜Όπ™‡π˜Όπ™ π™Žπ™π™†π˜Ό.....

__ADS_1


...π™π™ƒπ˜Όπ™‰π™†π™ŽπŸŒΉπŸŒΉ.....


__ADS_2