Academy Heiki -- Fight Together

Academy Heiki -- Fight Together
S3 Part 2 : #17. Suasana yang "Menggila"


__ADS_3

Hidane:Kau bohong kan?


Nana:Hm?


Hidane:Lupakan saja.. tidak perlu dipikirkan lagi, aku harus cepat-cepat menyelesaikan pertarungan ini..


Nana:Ya ampun, kau ini tidak sabaran juga ya..


Hidane:Sedikit sih..


Nana:Loh? Serius?


Hidane:Ayo kita lanjutkan.. Hoska.


Nana:Auranya hebat juga ya. Padahal dari luar dia terlihat seperti orang bodoh dan mesum, tapi dari dalam.. auranya berkebalikan. Aura semangat layaknya monster. Menarik juga *bicara dalam hati* Uh?! *terkejut*


Hidane:Kenapa? Apa ada barang yang hilang?


Nana:Uh-huh?! *terkejut*


Hidane:Kau mencari ini kan?


Nana:Bagaimana bisa itu ada padanya?! *heran*


Hidane:Benda yang kau cari adalah racun ini ya?


Nana:Kenapa racun itu bisa ada padamu?


Hidane:Eh-? Maksudmu?


Nana:Bagaimana bisa?!


Hidane:Sebut saja.. dirampas. Kalian menaruh racunnya di samping pinggang kalian kan? Jangan-jangan.. kalian juga takut dengan racun ini? Umumnya kan, jika kalian tidak mau racun ini ketahuan.. tidak mungkin kalian menaruhnya di tempat yang mudah terlihat kan?


Nana:Orang ini. *kesal*


Hidane:Jangan memasang wajah kesal begitu dong. Anggap saja ini.. sebagai balas dendam. Ya.. bagaimana ya? Jika kau terkena racun ini?


Nana:Orang ini.. lebih berbahaya dari perkiraanku. *kesal*

__ADS_1


Hidane:Tapi tenang saja kok.. akan ku pastikan kau tidak merasa tersiksa, aku tidak suka menyiksa seorang gadis.


Nana:Begitu ya? Ternyata kau memang monster ya.. *tertawa kecil*


Sayon:Senior Hidane hebat sekali..


Saka:Sepertinya peluang kemenangan kita bertambah.


Rei:Hebat..


Sayon:Niisan, jangan hanya santai-santai begitu dong. Disini cuma kau saja yang santai-santai.


Saka:Sudahlah.. Aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini.


Sayon:Niisan, jangan begitu. Nanti aku juga yang harus mengatur semuanya, kau kejam sekali.


Ryuen:Kenapa sih kau jadi pemarah begitu?


Saka:Sayon itu sudah 18 tahun, jadi dia sedang dalam masa-


Sayon:Jangan malah bercanda.˚‧º·(˚ ˃̣̣̥⌓˂̣̣̥ )‧º·˚


Saka:Iya.. iya.. astaga kau ini..


Hidane:Kenapa kau hanya diam saja? Pertarungan nya tidak akan selesai kalau begini caranya~


Nana:Ya.. kau benar juga ya.. Sial. Orang ini.. membuatku merasa kesal. *kesal*


Hidane:Eh-? kau bicara sesuatu tadi?


Nana:*menyerang*


Hidane:Loh?


Nana:Sudah terlambat untuk menghindar!


Hidane:Hoska~


Nana:Uh-huh?! *menghindar* apa yang barusan itu?

__ADS_1


Hidane:Mungkin ada sesuatu yang sudah kau ketahui dari diriku. Aku sangat dendam padamu.


Nana:Uh? Wajar saja kan.. karena kita ini musuh.


Hidane:Bukan hanya itu..


Nana:Hm?


Hidane:Apa kau ingat, gadis bernama Hiashi Hanna?


Nana:Loh? siapa dia?


Hidane:Masa iya kau lupa? dia itu gadis yang kau permalukan dan kau bunuh 12 tahun yang lalu..


Nana:Uh-? *teringat sesuatu*


Hidane:Apa kau ingat?


Nana:Ohh.. gadis yang yang waktu itu ya. Apa kau ada hubungan dengan gadis-?


Hidane:Dia adalah kakak perempuan ku.


Nana:Uh?! kakak.. mu?


Hidane:Kau mempermalukan nya di depan semua orang-orang,, lalu keesokan harinya kau membunuhnya. Kau kejam sekali ya.. *menggila*


Raya:Sosok aslinya muncul juga ya


Rei:Sosok asli?


Ryuen:Apa maksudmu senior?


Raya:Saat serius sifat "menggila" nya akan keluar.


Sayon:"menggila"? menakutkan juga..


Nana:Apa-apaan pria ini? Seharusnya manusia tidak memiliki aura se- *heran* *berfikir*


Hidane:Kenapa ekspresi mu begitu? Tenang saja.. aku tidak akan menyiksa mu kok.. Tapi ya.. itu juga tergantung bagaimana cara mu bertarung nanti..

__ADS_1


...𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝘾𝙊𝙈𝙀𝙉𝙏, 𝙑𝙊𝙏𝙀 𝙆𝘼𝙇𝘼𝙐 𝙎𝙐𝙆𝘼.....


...𝙏𝙃𝘼𝙉𝙆𝙎🌹🌹.....


__ADS_2