
Hidane:Kau bohong kan?
Nana:Hm?
Hidane:Lupakan saja.. tidak perlu dipikirkan lagi, aku harus cepat-cepat menyelesaikan pertarungan ini..
Nana:Ya ampun, kau ini tidak sabaran juga ya..
Hidane:Sedikit sih..
Nana:Loh? Serius?
Hidane:Ayo kita lanjutkan.. Hoska.
Nana:Auranya hebat juga ya. Padahal dari luar dia terlihat seperti orang bodoh dan mesum, tapi dari dalam.. auranya berkebalikan. Aura semangat layaknya monster. Menarik juga *bicara dalam hati* Uh?! *terkejut*
Hidane:Kenapa? Apa ada barang yang hilang?
Nana:Uh-huh?! *terkejut*
Hidane:Kau mencari ini kan?
Nana:Bagaimana bisa itu ada padanya?! *heran*
Hidane:Benda yang kau cari adalah racun ini ya?
Nana:Kenapa racun itu bisa ada padamu?
Hidane:Eh-? Maksudmu?
Nana:Bagaimana bisa?!
Hidane:Sebut saja.. dirampas. Kalian menaruh racunnya di samping pinggang kalian kan? Jangan-jangan.. kalian juga takut dengan racun ini? Umumnya kan, jika kalian tidak mau racun ini ketahuan.. tidak mungkin kalian menaruhnya di tempat yang mudah terlihat kan?
Nana:Orang ini. *kesal*
Hidane:Jangan memasang wajah kesal begitu dong. Anggap saja ini.. sebagai balas dendam. Ya.. bagaimana ya? Jika kau terkena racun ini?
Nana:Orang ini.. lebih berbahaya dari perkiraanku. *kesal*
__ADS_1
Hidane:Tapi tenang saja kok.. akan ku pastikan kau tidak merasa tersiksa, aku tidak suka menyiksa seorang gadis.
Nana:Begitu ya? Ternyata kau memang monster ya.. *tertawa kecil*
Sayon:Senior Hidane hebat sekali..
Saka:Sepertinya peluang kemenangan kita bertambah.
Rei:Hebat..
Sayon:Niisan, jangan hanya santai-santai begitu dong. Disini cuma kau saja yang santai-santai.
Saka:Sudahlah.. Aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
Sayon:Niisan, jangan begitu. Nanti aku juga yang harus mengatur semuanya, kau kejam sekali.
Ryuen:Kenapa sih kau jadi pemarah begitu?
Saka:Sayon itu sudah 18 tahun, jadi dia sedang dalam masa-
Sayon:Jangan malah bercanda.˚‧º·(˚ ˃̣̣̥⌓˂̣̣̥ )‧º·˚
Saka:Iya.. iya.. astaga kau ini..
Hidane:Kenapa kau hanya diam saja? Pertarungan nya tidak akan selesai kalau begini caranya~
Nana:Ya.. kau benar juga ya.. Sial. Orang ini.. membuatku merasa kesal. *kesal*
Hidane:Eh-? kau bicara sesuatu tadi?
Nana:*menyerang*
Hidane:Loh?
Nana:Sudah terlambat untuk menghindar!
Hidane:Hoska~
Nana:Uh-huh?! *menghindar* apa yang barusan itu?
__ADS_1
Hidane:Mungkin ada sesuatu yang sudah kau ketahui dari diriku. Aku sangat dendam padamu.
Nana:Uh? Wajar saja kan.. karena kita ini musuh.
Hidane:Bukan hanya itu..
Nana:Hm?
Hidane:Apa kau ingat, gadis bernama Hiashi Hanna?
Nana:Loh? siapa dia?
Hidane:Masa iya kau lupa? dia itu gadis yang kau permalukan dan kau bunuh 12 tahun yang lalu..
Nana:Uh-? *teringat sesuatu*
Hidane:Apa kau ingat?
Nana:Ohh.. gadis yang yang waktu itu ya. Apa kau ada hubungan dengan gadis-?
Hidane:Dia adalah kakak perempuan ku.
Nana:Uh?! kakak.. mu?
Hidane:Kau mempermalukan nya di depan semua orang-orang,, lalu keesokan harinya kau membunuhnya. Kau kejam sekali ya.. *menggila*
Raya:Sosok aslinya muncul juga ya
Rei:Sosok asli?
Ryuen:Apa maksudmu senior?
Raya:Saat serius sifat "menggila" nya akan keluar.
Sayon:"menggila"? menakutkan juga..
Nana:Apa-apaan pria ini? Seharusnya manusia tidak memiliki aura se- *heran* *berfikir*
Hidane:Kenapa ekspresi mu begitu? Tenang saja.. aku tidak akan menyiksa mu kok.. Tapi ya.. itu juga tergantung bagaimana cara mu bertarung nanti..
__ADS_1
...𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝘾𝙊𝙈𝙀𝙉𝙏, 𝙑𝙊𝙏𝙀 𝙆𝘼𝙇𝘼𝙐 𝙎𝙐𝙆𝘼.....
...𝙏𝙃𝘼𝙉𝙆𝙎🌹🌹.....