
"2 hari kemudian"
Rei:Yosh! Sudah pulih kembali! Sekarang aku bisa berlatih lagi
Sayon:Oh, Rei!
Rei:Uh? Sayon? Selamat pagi..
Sayon:Pagi.. Benar juga, Rai-senpai memanggilmu untuk datang ke ruangannya
Rei:Uh? Aku akan kesana. Terimakasih infonya!
Sayon:Sama-sama..
(setelahnya)
"Ruangan Wakil OSIS"
"Tok.. tok.. tok.. " ketukan pintu
Rai:Silahkan masuk..
Rei:Baik, aku masuk. Anu, kenapa Niisama memanggilku?
Rai:Aku ingin kau menjalankan misi penting
Rei:Uh? Misi?
Rai:Misi ini hanya diketahui oleh Yuno dan teman-temannya, juga para OSIS dan kepala Akademi ini. Ini menyangkut masa depan Akademi ini
Rei:Aku mengerti, akan ku jalankan misi ini dengan sekuat tenaga.
Rai:Terimakasih kerja sama nya Rei. Nanti sore berkumpul lah di ruang rapat OSIS
Rei:Eh? Di Akademi?
Rai:Iya..
Rei:Oh, baik
Rai:Kalau kau masih merasa kelelahan, aku bisa meminta Raya untuk mengantarmu nanti
__ADS_1
Rei:Tidak perlu seperti itu, aku bisa berangkat sendiri kok
Raya:Masa sih?
Rei:Eh? Niisan?!
Rai:Kebetulan sekali Raya datang tepat waktu
Rei:Untuk apa?
Raya:"untuk apa?" Tentu saja untuk memeriksa keadaan kakimu itu. Bagaimana jika saat menjalankan misi nanti kau malah kesakitan?
Rei:Tapi sekarang sudah membaik kok
Raya:Itu kan sekarang bodoh! Saat misi nanti belum tentu tidak sakit!
Rei:Maaf.. π Lalu, bagaimana dengan latihan di tempat mu?
Raya:Mereka semua masih istirahat, jangan mencoba mengalihkan pembicaraan.
Rei:Ba.. Baiklah..
Rai:Kalau begitu, nanti sore sekalian saja kau berangkat dengan Rei ke Akademi
Rei:A.. Anu, berarti aku belum boleh ikut latihan?!
Raya&Rai:Belum boleh!
Rei:o(β₯οΉβ₯)
(setelahnya)
(di kamar Rei)
Rei:Sakit sekali..
Raya:Tuh kan, ku bilang juga apa
Rei:Maaf..
Raya:Jika tidak bisa ikut untuk misi, sebaiknya jangan dipaksakan
__ADS_1
Rei:Eh? Tidak! Aku bisa kok!
Raya:Oi, jangan malah memaksakan diri..
Rei:Aku tidak memaksakan diri!
Raya:Lalu apa?!
Rei:Niisan, tentang misi yang akan kita jalankan nanti. Sebenarnya itu misi apa?
Raya:Entahlah, Aniki tidak bilang apa pun padaku. Tapi, aku yakin itu adalah misi yang penting
Rei:Niisama juga bilang begitu kok..
Raya:(οΏ£γΈ οΏ£ εΈ
Rei:Niisan..
Raya:Apa lagi?
Rei:Jika misalnya salah satu teman kakak berkhianat dan membuat Niisan merasa kesal dan marah. Apa Niisan, akan tetap menganggap nya sebagai teman?
Raya:Bagaimana ya? Teman adalah seseorang yang kadang membuat kita tertawa, kesal, atau bahkan sedih. Tapi, jika dia sampai membuatku marah, aku masih akan tetap menganggap nya sebagai teman. Tapi jika sudah kelewatan, aku tidak bisa membelanya, Akademi ini adalah Akademi khusus. Itu adalah jawabanku..
Rei:Begitu ya.. Terimakasih atas jawabannya, Niisan..
Raya:Oh, bukan masalah sih. Ayolah, kau harus siap-siap, cepat mandi sana
Rei:Baik! Jika saja waktu bisa di putar ulang, aku bisa mengobrol lebih banyak hal dengannya. Seharusnya saat itu aku menghentikan nya membawa pergi senjata yang seharusnya ku jaga. Tapi, aku malah diam dan menangis, seharusnya aku berkata betapa pentingnya dia, dan membujuk ketua OSIS untuk memaafkan nya
(setelahnya)
(di perjalanan menuju Akademi)
Raya:Aku mengerti aku hampir sampai *menutup telfon*
Rei:Apa itu Niisama?
Raya:Bukan, tadi itu Hidane
Rei:Oh, begitu ya
__ADS_1
π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ..
πππΌππππΉπΉ..