
Hinotama:Perhatian seluruh siswa akademi Heiki! *tegas*
Semuanya:Uh?
Siswa:Ketua OSIS?
Hinotama:Kalian sudah mengikuti banyak latihan khusus dari para OSIS. Untuk itu, aku ingin kalian untuk menunjukan perkembangan kalian semua. Di medan tempur Setsujin! *tegas*
Semuanya:Uh-huh?!
Siswi:Setsujin?
Siswa:Aku pikir aturan itu sudah di hapus..
Siswa:Bohong kan?
Siswi:Bagaimana ini?
Hinotama:Dengarkan aku!
Semuanya:Uh? *terdiam*
Hinotama:Kami para OSIS akan ikut berpartisipasi. Jadi, kami membutuhkan 8 kandidat lagi untuk ikut bertarung mempertahankan akademi. Bagi yang bersedia bisa langsung menemui kami di ruang OSIS. Sekian.
Semuanya:Woahhhhhh!!!! *semangat tapi juga terkejut*
Konan:Apa kira-kira ada yang bersedia?
Hinotama:Aku yakin pasti ada. Siswa akademi Heiki tidak berisi orang-orang penakut dan pecundang.
Hidane:Oi, belakangan ini wajahnya Ketua serius sekali
Hirai:Jangan berkomentar.
Setsujin ya? Aku harus mengikuti nya, demi akademi ini. ~Rei
"ππͺππ£π ππππ"
Yuno:Tolong! Senior!
Asami:Kami akan ikut.
Asuka:Itu benar.
Rei:Aku juga
__ADS_1
Raya:Rei?
Sayon:Kami bertiga juga.
Semuanya:Uh?
Ryuen:Akan kami usahakan untuk menang.
Naka:Aku ingatkan sekali lagi pada kalian. Pertarungan ini juga mempertaruhkan nyawa kalian
Rei:Kami bersedia mengorbankan nyawa kami.
Rui:Karena itulah..
Semuanya:Tolong izinkan kami untuk ikut serta!!
Rai:Baiklah, sekarang akademi juga menjadi tanggung jawab kalian.
Semuanya:Baik!!
(di sisi lain)
(di penginapan)
"ππππ"
Hinotama:*Masuk kamar* Uh?
Hyuki:*Terdiam di pojokan*
Hinotama:Hyuki?
Hyuki:*terdiam*
(Sebelumnya)
Dokter:Oh, tuan Hinotama.
Hinotama:Uh? Ada apa?
Dokter:Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda. Soal nona Hyuki
Hinotama:Dia sudah melukaimu jadi tidak perlu dibahas lagi
Dokter:Bukan soal itu. Saya sudah memeriksa keadaan nya tadi, nona Hyuki tidak sengaja melakukan itu, saya rasa itu terjadi karena trauma nya
__ADS_1
Hinotama:Uh? Trauma katamu?
Dokter:Iya, dalam dunia medis penyakit ini dinamakan PTSD (post-traumatic stress disorder). Mungkin nona merasa ketakutan dan khawatir, saya sarankan untuk tidak membuat nya stress atau cemas selama beberapa hari, dengan begitu mungkin dia bisa normal kembali
Hinotama:Terimakasih informasinya
Dokter:Dan juga. Tadi sebelum siuman, nona berkata "maafkan aku" berkali-kali
(Sekarang)
Hyuki:Kalau mau marah lakukan saja, hukum saja aku bila perlu *dingin*
Hinotama:Dia gemetar, karena kedinginan? Atau karena ketakutan? *bicara dalam hati*
Hyuki:Ayah, baru saja meninggalkan pesan untukmu *dingin*
Hinotama:Uh? Apa katanya?
Hyuki:Perjanjian *dingin*
Hinotama:Huh.. *menghela nafas*
Hyuki:Pihak manusia akan menang kan?
Hinotama:Kenapa kau bertanya? Kau meragukan pihak manusia? Padahal kau sendiri adalah manusia.
Hyuki:Kau masih menganggap ku manusia? Aku tidak bisa mengendalikan kemampuan ku, memangnya aku masih pantas disebut manusia? *dingin*
Hinotama:*terdiam* Kau sudah tau tentang Setsujin?
Hyuki:*menganggukkan kepala* Apa pesertanya sudah cukup?
Hinotama:Belum, kita kekurangan 1 orang lagi..
Hyuki:Tolong.. biarkan aku ikut serta.. *ragu*
Hinotama:Uh? Kau mau ikut serta?
Hyuki:Daripada kemampuan ku kugunakan untuk menghancurkan kamar ini, lebih baik kugunakan untuk menghancurkan siluman. Lagi pula, terimakasih karena sudah mengeluarkan racun dari tubuhku
Hinotama:Kau serius ingin mengikuti nya?
Hyuki:*berdiri* Aku serius.. *khawatir*
Hinotama:Tch!
__ADS_1
π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ..
πππΌππππΉπΉ..