
" ๐๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐๐๐ "
Hidane : Silahkan.. *memberikan surat persetujuan
Raya : Kalian tidak harus menyetujui nya, kami tidak memaksakannya.
*setelahnya..
Yachi : Ryuen, selamat ya..
Ryuen : Untuk apa..?
Shiomi : Bodoh, dia belum memperkirakannya.
Yachi : Benarkah..?
Ryuen : Ya.
Yachi : Bagaimana dengan Rei..?
Ryuen : *berdiri dari bangkunya
Yachi : Eh-? Ryuen..?
Ryuen : Aku ingin bicara dengan Rei sebentar.
Shiomi : Oh.
Ryuen : Rei..
Rei : *sibuk melihat suratnya
Ryuen : Eh-? (๏ฟฃใธ ๏ฟฃ ๅธ
Yachi : Pfttt. Dia di abaikan..
Shiomi : Sshhtt..
Ryuen : Oi-! ๐ข
Yachi : Eh-? *terdiam
Shiomi : Kau berisik.
Yachi : Maaf..
Ryuen : Rei!
Rei : Hih! ฮฃ(๏ฝฅo๏ฝฅ;) Ryuen..? maaf, apa kau baru sampai..?
Ryuen : Tidak juga. Aku ingin membicarakan tentang suratnya.
Rei : Ya,, soal itu..
Ryuen : Kau belum memikirkan nya.?
Rei : Aku agak bimbang,, habisnya belum tentu seluruh siswa akan menerima kita. Dan juga, kita juga belum tentu bisa seperti yang lainnya.
Ryuen : Kau benar, tapi ya.. aku akan menerimanya.
Rei : Ryuen.??
Ryuen : Aku menerimanya bukan hanya untuk menyombongkan diri karena terlibat dalam pertarungan Setsujin. Tapi.. aku sangat menghormati akademi ini, akan ku lakukan apa pun. Untuk akademi ini.
Rei : Uh?
" 1 - ๐ "
Sayon : *melirik ke bangku di sebelahnya
Teman : Sayon, nanti mau makan siang bareng..?
Sayon : Maaf ya, aku sedang tidak enak makan.
Teman : Begitu ya, sayang sekali..
Sayon : Maaf ya..
__ADS_1
Teman : Tidak masalah.
Sayon : Sayang sekali Hyuki tidak ada disini, jika dia disini mungkin aku bisa memikirkan nya. *berfikir
*setelahnya...
*di sisi lain
" ๐๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ช๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ต๐ถ๐ณ ๐๐ฌ๐ข๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช "
Hinotama : Sudah saatnya ya..
Razor : Kalian benar, sebentar lagi mungkin aku sendiri akan pensiun menjadi direktur disini.
Saka : Pak Razor, anda sudah bertambah tua ya.
Razor : Kau benar juga.
Hinotama : Aku jadi teringat saat pertama kali datang kemari. Saat itu anda sedikit meremehkan saya.
Razor : Eh-? ya, itu untuk melatih mental mu.
Saka : Memang benar, Hinotama dulu agak cupu ya.
Hinotama : Apa yang kau bicarakan? ๐ข
Rai : Memang cupu.
Hinotama : Ha?!! ๐ข
Saka : Tapi meskipun begitu kau hebat juga bisa langsung menjadi ketua OSIS.
Hinotama : Benar juga.
Razor : Sejauh ini kalian bertiga adalah murid terbaik di Akademi. Tapi ada juga murid yang membuatku tertarik. Shoma Ryuen yang pandai dalam hal membaca situasi, Hishiro Sayon dia lumayan mirip dengan mu Saka.
Saka : Ohh, tapi jika ada yang bilang begitu dia jadi marah.
Hinotama & Rai : Itu sudah jelas. ๐ง
Rai : Ngomong-ngomong, sekarang mereka sedang dalam pelatihan. Sebaiknya kita awasi
Saka : Bukankah ada Hidane dan Raya?
Rai : Perasaan ku mulai tidak enak.
Razor : Kalau begitu kalian bisa pergi.
Hinotama : Kami permisi..
*semuanya keluar ruangan..
Saka : Aku jadi penasaran dengan kerja sama mereka.. bisa saja mereka jadi lebih baik menjalankan akademi dibandingkan kita.
Rai : Bukankah kau terlalu berharap banyak pada mereka?
Saka : Benar juga ya
Hinotama : Kemungkinan yang dikatakan Saka itu benar.
Saka : Hm?
Hinotama : Akademi Heiki sudah berubah drastis, sekarang kita tidak membutuhkan seseorang yang tegaan atau apalah.. Kerjasama tim dan kepedulian satu sama lain, lalu saling mengalah.. itu sangat dibutuhkan. Mereka bertiga memiliki itu semua, karena itulah mereka bisa menjadi anggota OSIS.
Saka : Yosh, kita sudah sampai.
" ๐๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐๐๐ "
Saka : Permi-. Eh-? (ใ๏ผโ๏ผ)
Sayon : Tunggu dulu, kau mau menguranginya..?
Ryuen : Sudah jelas kan.? Jika kita menambahkan nya sama saja kita menambah masalah.
Sayon : Tapi apa kau tidak memikirkan teman-teman yang lainnya jika yang bertarung disini sedikit?
Ryuen : Mereka cuma mengulur waktu, mustahil mereka bisa kalah.
__ADS_1
Sayon : Kau tidak mengerti ya..?!
Rai : Apa-apaan ini..?
Semuanya : (๏ผ โ ๏ผๅธ) ?
Rai : Kalian berdua tarik kembali kata-kata kalian.
Saka & Hinotama : Eh-! (๏ฟฃใธ ๏ฟฃ ๅธ
Sayon & Ryuen : Hmph.
Rei : E-etto..
Saka : Jadi.. masalahnya ada di strategi kalian..?
Ryuen : Sayon lebih mementingkan tim pendukung daripada tim utama.
Sayon : Bukan begitu, bukankah lebih baik jika tim pendukung tetap menjadi tim pendukung..?
Hinotama : Jadi masalahnya..?
Sayon : Tapi Ryuen terlalu banyak mengurangi jumlah tim nya, bagaimana jika tim pendukung rusak lalu berhasil masuk..? Pada saat itu sudah mustahil bagi kita untuk pergi ke wilayah tim pendukung.
Ryuen : Tapi jika tim utama hancur itu lebih sulit!
Sayon : Kau hanya peduli pada tim utama?!
Ryuen : Hanya karena aku mengurangi tim pendukung bukan berarti aku hanya peduli dengan tim utama.๐ข
Rai : Hentikan kalian berdua.
Sayon & Ryuen : Hmph.
Saka : Ya,, sebenarnya kalian berdua tidak salah sih.
Sayon & Ryuen : Eh-? (ใ๏ผโ๏ผ) Bohong-!! ใฝ(`ะดยด๏ผ)/
Semuanya : Eh-! (๏ฟฃใธ ๏ฟฃ ๅธ
Raya : Sulit juga..
Hidane : Ya, dulu tidak sesulit ini ya.
Raya : Itu karena itu kita saling mengalahkan baru bisa menjadi OSIS.
Hidane : Benar juga. ๐ง
Rei : Su-sudahkan kalian berdua.
Saka : Lalu Rei, bagaimana denganmu..?
Rei : Eh-? Ya.. menurut ku sih, lebih baik tidak usah mengurangi tim pendukung.
Sayon : Dengar tuh. *membisik
Ryuen : Berisik. ๐ข
Rei : Tapi, jika keadaan nya terdesak mungkin kita bisa mengurangi tim pendukung.
Ryuen : Benar sekali..
Sayon : (๏ฟฃใธ ๏ฟฃ ๅธ
Rei : Tapi sebelum mengurangi tim pendukung, karena yang menyerang nya adalah musuh yang kuat, kita bisa menggunakan beberapa tim di berbagai wilayah untuk membantu satu sama lain.
Saka : Seperti berpatroli keliling ya. Aku mengerti sekarang.
Sayon : Ya, Rei ada benarnya sih.
Ryuen : Aku juga setuju dengan Rei.
Semuanya : Sekarang mereka malah sependapat ๐ง
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....
__ADS_1