
Hinotama : Uh?! *teringat sesuatu*
Saka : Ada apa?
Hinotama : Aku baru mengingat sesuatu.
Saka : Apa itu?
Hinotama : Dulu dokter pernah memberitau ku, katanya Hyuki tidak boleh merasa stress atau khawatir. Mungkin saja dia trauma dengan apa yang ayah lakukan padanya, karena itulah dia.. bersikap..
Saka : Sekarang aku jadi lebih mengerti.
Rai : Jadi daritadi itu yang kalian bicarakan?
Saka : Heh?! (ยด๏ผะด๏ผ) Kenapa kau disini?
Rai : Tadinya aku mau mencari Rei, dia belum kembali.
Saka : Begitu ya? Dasar Siscon.
("๐๐ช๐ด๐ค๐ฐ๐ฏ \= ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ช ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ")
Rai : Aku bukan Siscon. Dasar bodoh.๐ข๐ข
Saka : Ya.. itu memang sulit dipercaya sih..
Rai : Entah kenapa aku kesal saat bersamamu.
Saka : ๐
Rai : Sudah lah.. aku harus mencari Rei.
Saka : Oke.
(setelahnya)
Saka : Kami kembali..
Sayon : Niisan bodoh. *memukul Saka. Kenapa kau lama sekali?
Saka : Tadi aku bicara banyak dengan Hinotama. Iya kan? Hinotama.
Hinotama : Tidak juga.
Saka : Oi kau-!
Sayon : Niisan pembohong.
__ADS_1
Saka : Astagah.
Sayon : Ayolah, jangan menambah tugasku.
Saka : Iya.. iya..
Hinotama : Sayon.. terlihat lebih bahagia dan manja saat Saka kembali. Dia berbeda dengan Sayon saat Saka pergi. Apa mungkin Hyuki juga berfikir seperti itu? Apa mungkin saat aku tidak bersama nya.. Hyuki jadi kesepian? *berfikir
*di pertarungan
Nana : Kau hebat ya! Hidane.
Hidane : Kau sudah bicara seperti itu berulang kali.. Apa kau sedang meremehkan ku?
Nana : Eheh.. *tertawa kecil. Sepertinya aku dicurigai ya..
Hidane : Aku tidak mencurigai mu kok.
Nana : Ya.. sebenarnya aku agak meremehkan mu sih.
Hidane : Sudah kuduga.
Nana : Habisnya, kau itu hanya bisa bercanda saja. Aku pikir kau itu tidak begitu hebat.
Hidane : Aku benar-benar diremehkan ya? Ya ini agak menyinggung sih.. sebagai bayarannya akan ku selesai kan pertarungan ini.
Hidane : *mengeluarkan senjata. Benar kan? Haska.
(di sisi lain)
Rai : Rupanya kau disini..
Rei : Uh? Niisama? Maaf.. apa aku membuatmu khawatir?
Rai : Sudah jelas kau membuat ku khawatir. Apa kau masih memikirkan nya?
Rei : Ya.. mungkin sih..
Rai : Apa maksudmu?
Rei : Bukan apa-apa.. Maaf membuatmu khawatir..
Rai : Tidak papa.. sekarang sebaiknya kita kembali saja.
Rei : Maaf.. apa aku bisa diam disini sebentar lagi?
Rai : Memangnya kau mau melakukan apa?
__ADS_1
Rei : Ya.. aku mohon..
Rai : Huh.. *menghela nafas. Baiklah, terserah kau saja.
Rei : Terimakasih niisama..
Rai : Kalau begitu ku tinggal saja, jaga dirimu.
Rei : Uh? *menampar diri sendiri. Maaf niisama.
Rai : Hm? Kenapa pipimu merah begitu?
Rei : Bukan apa-apa.
Rai : Kau bohong kan? jelas-jelas pipimu merah begitu.
Rei : Maaf.. aku berubah pikiran.
Rai : Kau ini kenapa sih?
Rei : Aku baik-baik saja. Aku ikut kembali denganmu.
Rai : Begitu. Ayo cepat.
Rei : Baik. Hampir saja.. aku hampir membuat niisama kerepotan *bicara dalam hati
Rai : Aku tau kok.. kau merasa bersalah karena menolak ajakanku. Kau terlalu baik, Rei.. *bicara dalam hati
(di arena)
Nana : Uh-huh?! *menghindar. Apa-apaan tombak itu? kenapa sangat cepat?
Hidane : Kau hebat juga ya, bisa secepat itu.
Nana : Ohh.. soal itu ya? ya, aku sudah memperkirakan nya sih.
Hidane : Kau bohong kan?
Nana : Hm?
Hidane : Lupakan saja.. tidak perlu dipikirkan lagi, aku harus cepat-cepat menyelesaikan pertarungan ini..
Nana : Ya ampun, kau ini tidak sabaran juga ya..
Hidane : Sedikit, karena aku sudah dalam mode pembunuh.
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
__ADS_1
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....