
Raya:Yang barusan itu apa?!
Rai:Serbuk ini.. rasanya tidak asing.
Akimoto:Kau pasti pernah melihatnya kan? Rai..
Rai:Yang dipakai oleh siluman di taman bermain itu ya.
Akimoto:Kalau begini jadi merepotkan sih.. habisnya kau sudah tau semua tentangku..
Rai:Murasame!
Akimoto:Uh-huh?! Apa yang barusan-?! *terkejut *tergores
Rai:Jangan pikir aku akan lemah terhadap serbuk racun ini.
Akimoto:Sepertinya ada sesuatu yang tidak ku ketahui tentang dirimu.. apa itu?
Rai:Maaf saja tapi.. aku ini kebal terhadap racun apa pun.
Akimoto:Termasuk racun yang-
Rai:Aku sudah mencobanya tadi.
Akimoto:Kau-! Bagaimana bisa kau..
Rai:Sudah ku duga kau tidak tau Akimoto.
Rei:Niisan.
Raya:Rei?
Ryuen:Bagaimana pertandingan nya?
Rei:Bau ini.. Jangan-jangan.
Raya:Ya.. serbuk racun milik Akimoto.
Rei:Jadi.. Akimoto tidak menggunakan racun yang dibuat oleh pimpinan mereka?
Raya:Aku rasa Akimoto dan Akira tidak mau menggunakan racun seperti itu. Atau mungkin sebenarnya mereka tidak mau bekerja sama dengan siluman lain.
Rei:Uh?
Sayon:Eh-!! Niisan kau tidur?!! ヽ(`д´;)/
Saka:Sekali-kali biarkan aku istirahat dong..
Sayon:Niisan.. (•ˋ _ ˊ•)
Raya:Tidak berubah sama sekali.. sifat pemalas nya masih saja tertanam..
Rei:Niisama..
Sayon:Oh ya. Rio dan teman-temannya belum terlihat sama sekali.. mereka kemana?
Raya:Menjalankan misi..
Sayon:Uh? begitu ya..
Ryuen:Pasti sangat berat ya. Tapi mereka pasti bisa mengatasinya
Raya:Ya..
Akimoto:Ah! *tergores
Rai:Murasame!
__ADS_1
Akimoto:Huh.. huh.. huh.. jadi semua senjata akademi itu bisa menyerap tenaga lawan ya.. Ternyata banyak juga hal yang kau rahasia kan dariku Rai.
Rai:Aku bukan tipe orang yang bisa langsung mempercayai orang lain.
Akimoto:Ck. padahal aku pikir kita ini cocok. Tidak ada main-main lagi. *tatapan serius
(di sisi lain)
"𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘚𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘜𝘮𝘶𝘮"
*bagian belakang rumah sakit
(suara tamparan)
Hinotama:*menampar*
Hyuki:*terdiam*
Hinotama:Kau tau kenapa aku menamparmu kan? Itu karena sifat bodoh mu itu.
Hyuki:Jadi-
Hinotama:Ya, aku sudah mengetahui nya. Soal tanganmu, dan juga soal kejadian di area tahanan. *serius
Hyuki:Kau marah hanya karena ini?
Hinotama:Aku bukannya marah karena kondisi tanganmu, tapi karena kau menyembunyikan nya dariku! Bodoh! *kesal
Hyuki:*hanya diam*
(Pesan masuk)
𝘗𝘦𝘯𝘨𝘪𝘳𝘪𝘮:𝘚𝘢𝘸𝘢𝘬𝘪
𝘗𝘦𝘴𝘢𝘯:
Hinotama:Tch.*berjalan ke pintu keluar
Hyuki:Uh-?! Oniisa-! *menarik lengan baju Hinotama
Hinotama:Apa?
Hyuki:Tubuhku.. bergerak sendiri lagi *bicara dalam hati
Hinotama:Lepas-!
Hyuki:Aku.. *ragu* sejak kecil aku.. selalu menyembunyikan perasaan ku. Menahan sakit.. menahan air mataku.. menahan rasa takut.. Semua itu ku lakukan sampai sekarang. Aku tidak tau itu benar atau salah. Tapi-
Hinotama:Apa kau bodoh-?! *kesal
Hyuki:Hm. *menahan takut
Hinotama:Uh-?!
Hyuki:Maafkan aku.. *melepas lengan baju Hinotama
Hinotama:Ma-!
Sawaki:Uh-?! Tuan?
Hinotama:Sawaki?
Sawaki:Uh? Mohon maaf mengganggu waktu kalian, nona Hyuki..
Hyuki:Tidak kok.. aku yang sudah mengganggu, maafkan aku.. Aku akan kembali *pergi
Hinotama:*kesal
__ADS_1
Sawaki:Tuan? Anda baik-baik saja?
Hinotama:Ya.. Ayo segera ke aula. Apa ada masalah?
(di aula)
Sawaki:Dia..
Hinotama:Siapa?
Sawaki:Siluman yang nona Hyuki lawan.
Zuki:Siapa sangka ya.. ternyata si darah manis itu adik dari ketua OSIS toh.. menarik sekali ya.. entah kenapa dunia terasa sangat kecil,, kebetulan sekali kita bisa bertemu disini.
Hinotama:Kau.. apa kau sudah meminum darah Hyuki?
Zuki:Hanya beberapa tetes sih.. tapi aku berharap bisa menghisap- *terhempas
Hinotama:*memukul* Jangan harap bisa mendapatkan darah Hyuki. Kau mengerti?
Zuki:Ya ampun kau ini.. kalau begini lebih baik ku bicarakan dengan pimpinan Hikaru.
Hinotama:Jangan ganggu urusan kami.
Zuki:Aku ingin melawan adikmu itu tapi.. dia terlalu lemah.. sekarang ya.. aku jadi tertarik denganmu.. KETUA OSIS!! *menggila
Hinotama:Sawaki,, apa Hyuki sudah makan?
Sawaki:Selama dipenjara nona jarang makan.. mungkin dia hanya makan buah yang diberikan,, tadi pun saat di kamar nya dia juga begitu.
Hinotama:Begitu. Akan kuterima tantangan mu. Kita akan bertanding.. di arena Seishi.
Zuki:Hehe!
(di arena)
Akimoto:Tch.
Saka:Pertandingan nya akan segera berakhir.
Sayon:Uh? Kenapa?
Rei:Karena Murasame tidak suka membuang-buang waktu. Mengendalikan pedang Murasame itu sangat sulit,, jika penggunanya tidak bisa menahan amukan Murasame maka penggunanya juga akan tercabik-cabik.
Akimoto:Rai.. kau sudah-!
Rai:Maaf saja Akimoto.. aku akan membunuhmu.
Akimoto:Ah-! Apa-?!
Rai:𝘉𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘔𝘶𝘳𝘢𝘴𝘢𝘮𝘦.
Akimoto:Hanya dengan menusuk bayanganku saja-?! Bagaimana bisa,, hanya dengan menusuk bayangan ku saja bisa membunuhku?! Ah!!
Raya:Kemampuan Murasame untuk menusuk hal-hal yang berhubungan langsung dengan lawannya. Salah satunya adalah bayangan milik lawannya..
Sayon:Mengerikan.
(di sisi lain)
"Toilet"
Rei:*muntah* Akira dan Akimoto.. mereka memang memiliki darah siluman, tapi.. tetap saja mereka manusia.. aku tidak sanggup melihatnya, benar-benar.. tidak sanggup.. *pasrah
...𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝘾𝙊𝙈𝙀𝙉𝙏, 𝙑𝙊𝙏𝙀 𝙆𝘼𝙇𝘼𝙐 𝙎𝙐𝙆𝘼.....
...𝙏𝙃𝘼𝙉𝙆𝙎🌹🌹.....
__ADS_1