
*di perjalanan..
Hinotama : Hyuki, kenapa kau memutuskan untuk pulang?
Hyuki : Uh? itu karena.. aku pikir jika aku terus di rumah sakit, itu hanya akan membuat ku semakin menjadi pecundang. Terlebih lagi, aku bisa saja membuat semua orang khawatir.
Hinotama : Aku juga heran kenapa ayah tiba-tiba mengizinkan mu untuk pulang. Kau masih syok dengan yang ayah katakan waktu itu?
Hyuki : Tidak, aku sudah membaik.
Hinotama : Ayah pasti sangat menyayangimu.
Hyuki : Aku.. juga merasa begitu.
Hinotama : Aku belum memaafkan mu karena bertindak ceroboh saat bendungan hancur.
Hyuki : Huh-! ฮฃ(โะดโ) *tercengang
Hinotama : Kau seenaknya pergi dari rumah sakit, apa kau sadar kalau itu lebih merepotkan daripada kau hanya duduk diam di rumah sakit?
Hyuki : Aku minta maaf.
Hinotama : Kenapa kau bisa dipihak siluman?
Hyuki : I-itu karena.. aku juga berhutang budi pada ayah.
Hinotama : Ha? pada ayah? memangnya apa yang dia lakukan selain memarahi dan membentak mu?
Hyuki : Ayah memang selalu marah, tapi ayah juga peduli padaku. Ayah tetap memberikan ku makan, lalu membelikan mainan saat aku kecil dulu.
Hinotama : *merenung
Hyuki : Ya, meskipun ayah selalu ketagihan dengan darah ku. Tapi berkat itu aku bisa tetap mendapatkan tempat tinggal dan dekat dengannya. *merenung sesaat
Hinotama : Begitu.
Hyuki : O-oniisama sendiri.. seingatku tidak pernah menghisap darah ku bukan.?
Hinotama : Hm?
Hyuki : Awalnya aku pikir, oniisama tidak membutuhkan ku karena darah ku sudah tidak berguna. Semakin bertambah usia semakin aku ketakutan, maka darah ku akan semakin tidak berguna. Aku.. sangat.. memin-
Hinotama : *memeluk Hyuki
Hyuki : Uh-!
Hinotama : Jangan berfikiran sembarangan dasar bodoh. Kau adalah satu-satunya saudara yang ku punya. Aku memang tidak begitu tertarik dengan darahmu karena aku belum membutuhkan nya. Jika aku benar-benar membutuhkan nya, aku pasti akan meminumnya darimu. Pasti.
Hyuki : Uh-?! Ha-hangat..
Hinotama : Hm?
Hyuki : Rasanya hangat saat oniisama memelukku.
Hinotama : Iya.
*setelahnya..
" ๐๐ช๐ฅ๐ข - ๐๐ข๐ฏ๐ข๐จ๐ข๐ธ๐ข "
Supir : Kita sudah sampai.
Hyuki : *teringat perkataan Hikaru
__ADS_1
โ ๐๐ข๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ! โ
Hinotama : Hyuki?
Hyuki : Uh-?!
Hinotama : Kenapa hanya diam?
Hyuki : Bukan apa-apa.. maaf..
Hinotama : Kami pulang!
Hikaru : Selamat datang.
Sawaki : Selamat datang kembali tuan Hinotama, nona Hyuki.
Hinotama : Kami pulang Sawaki.
Sawaki : Apa mau saya buatkan minum?
Hinotama : Tidak perlu.
Sawaki : Makan malam sebentar lagi siap, apa nona mau saya-?
Hyuki : Uh? tidak perlu. Aku makan disini saja.
Sawaki : Begitu ya, silahkan duduk
Hinotama : Besok akan ada pelantikan OSIS.
Hyuki : Tapi kata Sayon besok hanya latihan OSIS
Hinotama : Anggap saja seperti sebuah kejutan. Mereka bertiga sudah siap menjadi OSIS.
Hikaru : Uh? *mengingat Yuki
Hyuki : Uh? A-ayah..?
Hikaru : Uh?!
Hyuki : Apa ayah baik-baik saja?
Hikaru : Ya.
Hinotama : Ngomong-ngomong, aku tidak bisa menginap disini.
Hyuki : Kenapa?
Hinotama : Aku harus mengurus pelantikan besok, jadi aku harus kembali ke Tokyo. Tidak masalah jika di tinggal kan?
Hyuki : Iya.
" 22.44 malam.. "
Hinotama : Ayah, jangan membuat Hyuki stress lagi.
Hikaru : Hmph. Anak zaman sekarang masih bisa sok mengajarkan orang tuanya. Kau pergi saja.
Hinotama : Aku pergi.
Hikaru : Hati-hati..
*di kamar Hyuki
__ADS_1
Hyuki : Aku tidak bisa tidur *keluar kamar. Uh? kalau tidak salah, dulu ayah pernah mengurung ku disini. *masuk ke ruangan
Hikaru : Hyuki!
Hyuki : Uh-!
Hikaru : Apa yang kau lakukan disini?
Hyuki : Huh?! A-ayah?? maaf.. aku hanya melihat-lihat saja. *pergi
Hikaru : Tunggu.
Hyuki : *terhenti
Hikaru : Ada yang ingin ku bicarakan dengan mu. Ikuti aku.
Hyuki : Baik.
Hikaru : *membuka pintu
Hyuki : Uh?! Kamarnya ibu?
Hikaru : Sudah ku duga kau langsung mengenalinya. Masuklah.
Hyuki : Uh?
Hikaru : Duduk disini.
Hyuki : *duduk di sofa
Hikaru : Yuki pernah menitipkan sesuatu untukmu.
Hyuki : Uh?
Hikaru : Kau sudah tau soal permata itu kan.
Hyuki : Iya..
Hikaru : Permata itu salah satu dari pemberian Yuki.
Hyuki : Uh? Milik ibu?
Hikaru : Ini ambil lah.
Hyuki : Pita?
Hikaru : Saat Yuki pertama kali datang kemari dia menggunakan pita itu.
Hyuki : *memakai pita
Hikaru : Awalnya-. Uh! *melihat Hyuki
Hyuki : A-
Hikaru : Kenapa.. kenapa kau semakin mirip dengannya..?
Hyuki : Uh?
Hikaru : Ternyata perkataan Yuki memang benar, anak perempuan tetap akan menyayangi ayahnya meskipun ayahnya membencinya.
Hyuki : *memeluk Hikaru
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
__ADS_1
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....