
(*di dapur)
Sayon : Oh, kakak.. kau darimana saja?!
Saja : *mengabaikan
Sayon : Uh? Kakak! Aku bicara-!
Saka : Jangan mendekat.
Sayon : Uh?!
Saka : Jangan ganggu aku.
Sayon : Ka-kakak..? Ke-kenapa kau bicara begitu..?
Saka : Berisik.
Sayon : Jangan bilang.. dia.. sedang marah? *berfikir
Anak : Kak Saka, ayo berma-
Saka : Menyingkir dari hadapanku.
Sayon : Tunggu kak! tidak seharusnya bicara seperti itu!
Saka : Kalau begitu urus mereka!!
Anak : Huh!
Sayon : Kakak..?
Anak : *menangis
Sayon : Uh? Tung-! Uh? Niisan..? Apa kau.. marah..?
Saka : *mengabaikan
Sayon : *menutup pintu menggunakan kemampuannya
Saka : Sayon!!
Sayon : Jawab dulu pertanyaan ku!
Saka : Kau tidak perlu ikut campur!
Sayon : Apa kau marah padaku..? Apa aku membuat kesalahan..?
Saka : Aku bilang bu-! *berbalik
__ADS_1
Sayon : Tidak akan! Sampai kau menjawab pertanyaan ku! Tidak akan kubuka!
Saka : Uh-huh!
Sayon : Kau.. marah karena Takeda muncul lagi dihadapan ku..? Atau.. karena aku bukan adik kandung mu..?
Saka : Uh! orang itu muncul lagi?!!
Sayon : Tidak, mana mungkin dia berani muncul.
Saka : Sayon, jangan membantah-!!
Sayon : Apa kau kesal dan jengkel pada sifatku yang terlalu berlebihan?! maaf karena aku selalu saja membuatmu kesal, maaf karena aku selalu saja membebani mu, maaf.. aku sangat mengecewakan mu. *menangis
Saka : Uh!!
Sayon : Maafkan aku.. aku selalu saja.. membuatmu terbebani dan kesal. Tidak masalah kalau kau membenciku, kau bebas membentak ku, asalkan.. aku mohon.. jangan abaikan aku, jangan tinggalkan aku sendiri. *menangis
Saka : Kenapa..? suaranya sangat berat..? dia seperti memaksakan diri untuk bicara.. kenapa.. apa dia..? *berfikir
Sayon : Kau pasti kesal karena.. adik yang selama ini kau biayai hidupnya.. bukan adik kandung mu.
Saka : *memeluk Sayon. Bukan.. bukan begitu maksudku.. aku tidak mungkin meninggalkan mu.
Sayon : Maaf.
Saka : Benar juga.. bagaimana bisa aku melupakan nya..? Sayon tumbuh besar tanpa kasih sayang dari siapa pun. Semenjak ayah dan ibu meninggal aku malah pergi meninggalkan nya. *berfikir
....
Sayon : Aku mulai lagi.. pikiran negatif ku muncul lagi. *berfikir
*disisi lain..
Hyuki : Kakak.
Hinotama : Ada apa?
Hyuki : Sebenarnya.. soal Sayon tadi. Aku mendengar semuanya dari Rei.
Hinotama : Uh?!
Hyuki : Aku tidak mengerti. Bukankah keluarga Hishiro itu kejam?
Hinotama : Yang membuat sistem keluarga cabang itu adalah ayah. Kau tau sendiri bagaimana sifat ayah kan? Bahkan dia bisa membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Adanya keluarga Hishiro dalam klan Hida, adalah tindakan ayah. Tidak hanya itu, keluarga Hiashi dan Hiro juga.
Hyuki : Tapi.. aku.. tidak mau melihat penderitaan seperti itu lagi.
Hinotama : Ng?
__ADS_1
Hyuki : Bagaimana caranya supaya aturan klan Hida dan Ryoko tidak ada lagi?
Hinotama : Uh?! Kenapa kau berkata begitu..?!
Hyuki : Habisnya. Jika aturan kedua keluarga itu masih ada, maka.. umat manusia lambat laun akan punah kan? Jika kedua keluarga itu masih ada, maka sama saja.. kemampuan milik manusia, para siluman, semuanya.. tidak akan menghasilkan apapun lagi.. selain kehancuran dan penderitaan.
Hinotama : Hyuki..
Hyuki : Jika bisa.. aku.. //ragu. Maaf.. aku lancang.
Hinotama : Sudahlah. //mengelus kepala Hyuki. Aku mengerti, kalau begitu untuk sekarang ayo berjuang bersama. Bagaimana pun juga kita harus membongkar semua fakta tentang Hideyoshi.
Hyuki : Iya!
Rei : Hyuki.
Hyuki : Uh?
Rei : Mau bicara berdua?
Hinotama : Ohh, baguslah. Aku titip Hyuki ya.
Rei : Siap!
Hyuki : Aku pergi dulu ya~
....
Rei : Sayon sudah berbaikan dengan kakaknya.
Hyuki : Syukurlah. Aku pikir tidak akan ada hari seperti ini. Ternyata semua manusia pada akhirnya harus menerima fakta yang sulit untuk mereka terima.
Rei : Saat sudah nyaman menjalani kehidupan, pasti ada masalah yang akan muncul. Kehidupan tanpa masalah, adalah kehidupan terburuk. Kehidupan tanpa masalah lebih seperti neraka.
Hyuki : Setidaknya dalam hidup pasti ada masalah sekecil apapun itu. Tapi ya.. kehidupan yang penuh masalah juga buruk.
Rei : Pada akhirnya semua nya salah. Yasudah mau bagaimana lagi, kita ikuti saja alurnya.
Hyuki : Ya. Sekarang Sayon ada dimana?
Rei : Bersama senior Saka.. berdua di halaman. Aku rasa mereka melakukan pembicaraan pribadi.
Hyuki : Sebaiknya kita biarkan saja.
Rei : Kalau kita usik bisa-bisa Sayon marah.
Hahahahahah //tertawa
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
__ADS_1
...πππΌππππΉπΉ.....