
*dimeja kasino..
Warga : Ada apa ini..?
Warga : Kenapa hening sekali..??
Saka : Uh?
Yuika : Hmph. Bagaimana..? Hyuki?
Hyuki : Ini sih namanya senjata makan tuan ya.. sudahlah, cepat tembak.
Yuika : Uh-huh?!
Hyuki : Hm? kenapa?
Yuika : Tidak.. kau selalu saja seperti itu ya. Dingin seperti biasanya, saat kecil dulu juga seperti itu. Seolah-olah kau pasrah menerima keadaan. Dengan begini.. *menodongkan pistol ke kepala Hyuki. Kuanggap kau benar-benar lenyap.
Raya : Uh-huh?!
Hyuki : Toh jugaan cuma terisi 2 slot.
Yuika : Uh-?!
Semuanya : Uh-huh?!
Hyuki : Cepatlah..
Yuika : *menarik pelatuk. Apa-?!
Hyuki : Tuh kan.
Yuika : Ck. Tidak kena ya..?!
Saka : Permainan ini mengambil banyak resiko ya.
Raya : Taruhannya bukan hanya uang, sekarang ini.. mereka bertaruh dengan tubuh mereka.
Saka : Hei Raya.. pernah dengar pepatah “ Luka fisik terlihat jelas, luka hati terlihat tidak jelas ”?
Raya : Ha? sejak kapan ada pepatah seperti itu?
Saka : Maksudnya itu sesuai dengan situasi saat ini..
Raya : Ha? jangan ngadi-ngadi deh.
Saka : Aku seriusan kok. Gadis bernama Yuika itu.. sepertinya punya luka hati yang tidak bisa di sembuhkan. Apa ya..?
Raya : Jadi maka dari itu dia melimpahkannya ke luka fisik. Iya kan?
Saka : Tuh ngerti.
Raya : ( ̄へ  ̄ 凸
Saka : Dia ingin suatu luka yang terlihat jelas, aku rasa.. dia benar-benar membenci Hyuki.
Raya : Aku rasa Hyuki juga membencinya. Tapi kudengar dari Rei kalau Hyuki tidak pernah membenci orang lain.
Saka : Ya. Berarti.. kalau Hyuki sampai membenci orang, orang itu tidak bisa dimaafkan lagi.
Raya : Sekarang ronde terakhir kan?
__ADS_1
Saka : Ya.
Raya : Aniki dan senior sudah sampai mana sih..?
*disisi lain..
Rei : Huh..
Sayon : Leherku sakit.
Rai : Uh? cepat sembunyi.
Rei : Uh?!
Bawahan : *masuk. Barang ini harus sampai di tangan tuan Haruo.
Bawahan : Kau.. cepat kunci pintu nya, jangan biarkan orang lain masuk.
Chef : Baik. *menutup pintu
Hinotama : *menendang
Bawahan : Arghh!!
Bawahan : Si-?!
Rai : Diamlah.. *mengancam dengan pisau
Bawahan : Uh-huh?!!
Rai : Sekarang juga.. beritahu kami apa yang kalian rencanakan?
Bawahan : Ck.
Bawahan : Tidak akan kuberitahu-! *melawan
Rai : *memukul tengkuknya
Bawahan : Arghh!! *pingsan
Rai : Tch. Egois.
Rei : Uh-huh?! ada yang datang.
Rai : Ck. Tidak ada gunanya sembunyi lagi.
Bawahan : Uh-huh?!! kalian siapa-?!
Sayon : *memukul
Bawahan : Arghh!!
Bawahan : Dasar!!
Bawahan : Bukankah sudah diperingatkan tidak ada yang boleh masuk?!!
Chef : Maaf.. aku tidak mengenal mereka!
Bawahan : Gadis tidak berguna!!
Bawahan : Tch! aku harus mem-.
__ADS_1
Rei : *menendang tangannya
Bawahan : Uh?! *ponselnya lepas. Sialan kau!!!
Rei : *menendang
Hinotama : Oi kau.
Chef : Uh-huh?!! ma-maafkan saya.. tolong..
Hinotama : Kau tau yang mereka rencanakan?
Chef : T-tidak.. aku tidak tau.
Rai : Bohong!!
Chef : Aku sungguh tidak tau!!
Rai : Ck.
Bawahan : Rasakan ini!!
Rei : *menendang
Bawahan : Arghh!!
Sayon : Huh.. huh.. sudah semuanya ya?
Rei : Iya.
Hinotama : Kau pasti tau sesuatu. Beritahu sekarang juga.
Chef : A-aku cuma tau satu hal.. aku pernah mendengar mereka bilang.. kalau.. mereka.. berencana meledakkan kapal.
Semuanya : Uh-huh?!!
Rai : Ha?!! kau tau mereka akan melakukan itu, kenapa kau masih saja diam?!!
Chef : Aku melakukan ini semua karena diperintah oleh mereka. Mereka bilang akan mengembalikan adik laki-laki ku jika aku menuruti mereka, lalu menjamin keselamatan kami.
Rai : Tch! Kita tidak punya waktu lagi.
Sayon : Tunggu dulu.. bom nya dimana?!
Chef : B-bomnya, sudah dibawa pergi..
Rei : Uh-huh?! *teringat koper hitam. Jangan bilang.. koper hitam itu-?!
Hinotama : Uh?! Yang kalian bicarakan tadi ya?!
Rai : Hinotama, pergilah bersama Rei dan Sayon. Serahkan yang disini padaku.
Hinotama : Ayo!
Sayon : Ck.
Rei : Tolong ya niisama..
Rai : Ya. Tch sialan.. padahal aku datang kesini untuk liburan.
...𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝘾𝙊𝙈𝙀𝙉𝙏, 𝙑𝙊𝙏𝙀 𝙆𝘼𝙇𝘼𝙐 𝙎𝙐𝙆𝘼.....
__ADS_1
...𝙏𝙃𝘼𝙉𝙆𝙎🌹🌹.....