
*keesokan harinya..
Chishou : Silahkan dinikmati semuanya!
Semuanya : Eh-!
Saka : Wahh.. serius ini untuk kami?
Hyuki : Selamat makan.
Haruo : Tidak diisi oleh racun kan?
Raya : Oi π’
Chishou : Ahahahaha.. aku serius, silahkan dinikmati.
Semuanya : Selamat makan.
Sayon : Aduh.. duh.. duh.. tangan kiri ku masih sakit.
Saka : Mau disuapin?
Sayon : Tidak perlu, yang sakit itu tangan kiri bukan kanan.
Saka : Oh, ya sudah..
Chishou : Ngomong-ngomong Hikaru dimana?
Hyuki : Ayah sedang-
Hinotama : Hyuki kalau makan jangan sambil ngomong.
Hyuki : Iya, maaf.
Hinotama : Dia masih mengecek soal jamur itu.
Rai : Iya juga ya.. meskipun kita sudah mengalahkan siluman itu jamur nya masih berada disana.
Hyuki : Eh? memangnya ada siluman dibawah sana? *polos
Semuanya : εΈεΈ dia gak nyadar
Hinotama : Sudahlah.. kita makan dulu.
Hyuki : Hump.
Chishou : Kalau begitu aku akan menemui Hikaru dulu. Nikmati makanannya ya..
Hyuki : Tolong tambah.
__ADS_1
Hinotama : Kamu beneran lapar? εΈ
Hyuki : *Kruyukk~. Aku masih lapar.
Hinotama : Yaampun.
Saka : Porsi makanmu jadi bertambah ya, awas nanti tambah gendut lo.
Hyuki : Eh?
Saka : Hmmm.. iya juga ya.. kalau kamu tambah gendut Hinotama pasti akan menjauhimu.
Hyuki : Huh! //syok_-
Hinotama : Oi. π’
Saka : Habisnya dia pasti malu punya adik yang gendut. Hmmm.. tidak salah lagi.
Hinotama : AKU BUKAN KAKAK SEPERTI ITU!! π’π’
Hyuki : οΌ-""-οΌ) terimakasih atas makanannya.
Hinotama : O-oi Hyuki, aku tidak-
Saka : Pfftttt.. Hahahahahaha..
Hinotama : π’π’ dasar.
Sayon : Jangan malah jahil! π’
Saka : Tidak sopan melempar sendok ke wajah orang yang lebih tua tau.
Sayon : Ha? kalau keterlaluan aku bisa melemparkan meja ini ke wajahmu. *risih
Saka : Eh-! (οΏ£γΈ οΏ£ εΈ. Dik Hyuki, aku cuma bercanda kok. Maaf ya.
Hyuki : Humm. (β―οΈ΅β°)
Hinotama : Yosh..yosh.. *mengelus kepala Hyuki
*disisi lain..
Hikaru : *duduk di tepian
Chishou : Sedang melihat pemandangan?
Hikaru : Ya.
Chishou : *duduk. Melihat tepian laut seperti ini membuat ku teringat dengan Yuki.
__ADS_1
Hikaru : Ya, aku juga.
Chishou : Aku ingat dulu kau bilang ingin mengajak Yuki ke Amerika, kau pasti ingin dia melihat suasana di Amerika kan?
Hikaru : Bukan cuma itu. Aku ingin mengubah kehidupannya, supaya dia tidak terbebani oleh keluarga nya lagi.
Chishou : Begitu.
Hikaru : Tapi entah kenapa nasib selalu merubah semua rencana, apapun yang kita inginkan selalu berada diluar ekspektasi. Yuki meninggal sebelum aku membawanya kemari.
.
.
.
Chishou : Tapi lihat sisi baiknya, bukankah ada putrimu?
Hikaru : *mengingat Hyuki. Ya.
Chishou : Dan juga ada Hinotama, mereka ada disini bersama mu kan? Di Amerika.
Hikaru : Iya juga.
Chishou : Sekarang kau tidak mau bergabung dengan yang lainnya untuk sarapan?
Hikaru : Tidak perlu, aku sedang tidak mood makan.
Chishou : Kenapa? apa kau masih memikirkan soal jamur itu?
Hikaru : Tidak. Aku hanya ingin memastikan sesuatu.
Chishou : Eh?
Hikaru : Kau tau kan.. kalau sebenarnya Hyuki sudah tidak punya darah abadi lagi?
Chishou : Uh?!
Hikaru : Karena itulah lukanya tidak langsung pulih. Mungkin dia masih punya darah abadi, tapi tidak sebanyak dulu.
Chishou : Berarti.. kalau..
Hikaru : Ya. Jika dia menggunakan kemampuan nya melewati batas maka berakhir sudah. Dia.. sudah tidak bisa ditolong lagi.
Chishou : Kalau begitu kita tidak boleh membiarkan nya menggunakan kemampuan nya kan? Kau sudah bicarakan ini dengan Hyuki?
Hikaru : Tidak, aku yakin Hyuki sendiri sudah tau. Nasib dari pemilik kemampuan es dan darah abadi.
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
__ADS_1
...πππΌππππΉπΉ.....