
(dalam mimpi Rei)
Rei:Uh? Apa yang terjadi?
Rin:Rei.. Rei..
Rei:Uh-huh?! Ibu? Uh-huh!!
Rai:Dasar pembunuh!
(terbangun dengan keringat dingin)
Rei:Uh-huh!! Tidak, aku bukan pembunuh..
Raya:Rei, aku boleh masuk?
Rei:Oh, iya.. Maaf..
Raya:Kenapa kau berkeringat? Kau baik-baik saja?
Rei:Aku baik-baik saja..
Raya:Sungguh?
Rei:Ya, sungguh..
Raya:Begitu ya? Tolong siapkan sarapan nya..
Rei:Baik..
Raya:Oh, Aniki akan pulang malam.. Aku juga akan keluar setelah sarapan..
Rei:Eh? Niisama sudah pergi?
Raya:Dia pergi lebih awal, katanya ada urusan di luar kota.. Mungkin akan pulang sore, setelah itu dia ada tugas.. Apa tidak masalah kau tinggal di rumah sendirian?
Rei:Uh? Ya, tidak perlu mengkhawatirkan ku..
Raya:Begitu ya? Syukur lah..
"16.45-sore"
Rei:Gawat, bahan makanan nya habis.. Anu..
Pelayan:Ya? Nona?
Rei:Anu, aku akan membeli bahan makanan..
Pelayan:Bila perlu biar saya saja yang membelinya..
Rei:Tidak, aku saja..
Pelayan:Begitu ya? Hati-hati di jalan..
Rei:Ya..
"TUTUP"
"Keluarga kami pergi berlibur"
Rei:Huh.. Dimana lagi aku harus berbelanja? Sepertinya semua toko di Kediaman ini sudah tutup.. Sebaiknya aku mengecek di luar.. Uh?! Ada!
"Setelahnya"
Kasir:Trimakasih sudah datang..
Rei:Akhirnya.. Uh? Besar sekali, gedung apa ini?
"Liga pertarungan super"
Rei:Ini, pertarungan ilegal?
Shika:Heh.. Siapa yang ada disini?
Rei:Uh? Maaf.. Uh?!
Shika:Namamu?
Rei:Anu, sepertinya aku salah tempat..
Kaiya:Siapa yg kau cari?
Shika:Kami tdk akan membiarkan mu pergi!
Kaiya:Sudah lah, santai saja.. Uh-huh! Ah!
Shika:Heh? Kau bisa bertarung?
Rei:Uh-huh?! Kalung ku?! Kembalikan!
Shika:Kalau begitu, mau selesaikan di ring?
Rei:Uh?!
Wasit:Rai-kun menang! Selanjutnya!
Gin:Pertandingan yg bagus..
Rai:Trimakasih..
Gin:Oh! Itu Shika!
Rai:Uh-huh?! Rei?!
__ADS_1
Shika:Kali ini kita kedatangan tamu!
Gin:Siapa gadis itu?
Shika:Ada gadis yang tersesat disini.. Jika dia kalah, kau akan pulang bersama ku kn?
Rei:Uh-huh?!
Rai:Hentikan!
Rei:Uh-huh?! Niisama?
Shika:Heh.. Ternyata dia Adikmu ya?
Rai:Lepaskn dia..
Shika:Tenanglh Rai.. Aku hanya ingin membuatnya menyesal, karna sdh datang ke arena ini..
Wasit:Dimulai!
Shika:Uh-huh?! Apa?!
Warga:Cepat sekali!
Warga:Dia benar-benar lincah!
Rei:Agar tangannya keram sesaat, disini..
Shika:Ah! Sial!
Gin:Hebat, adikmu.. Aku baru tau kau punya adik perempuan..
Rai:Kami bukan saudara kandung, lebih tepatnya saudara tiri..
Gin:Tapi, dia benar-benar lincah.. Kalau dilihat, seperti nya dia tau betul di mana titik lemah lawan..
Shika:Ah!
Rei:Uh-huh?! Ah!
(goresan)
Shika:Kena kau! Uh-huh?!
Rei:Agar tidak bisa berdiri lagi, serang kaki dan tangannya..
Shika:Ah!
Rei:Lalu lehernya..
Shika:Ah!
Wasit:Pemenangnya! Gadis ini!
Semuanya:Yeee!!
Rei:Huh!
(Suara tamparan)
Gin:Etto, Rai?
Rai:Kenapa kau disini?! Kau pikir ini tempat apa?!
Rei:Maaf.. Tadi aku cuma mau membeli bahan-bahan makanan saja.. Maaf, Niisama..
Rai:Huh..
Rei:Kalau begitu aku pulng dulu.. Permisi.. Uh-huh?!
Rai:Uh?!
Rei:Belanjaannya? Rusak semua? Uh-huh! Kalungnya! Dimana?!
Rai:Rei, tenanglah..
Kaiya:Ada pada kami lo..
Gin:Kalian?! Kalian sudah kalah kan?!
Azami:Yang kalah hanya Shika bukan?
Rei:Kalungnya! Tolong kembalikan! Uh-huh!
Rai:Uh?!
Kaiya:Coba saja kalau bisa.. Uh-huh! Ah!
Azami:Uh?!
Rai:Seharusnya kalian berfikir dulu sebelum bertindak..
Rei:Uh? Niisama, sudah hentikan.. Aku mohon..
Rai:Cih!
Rei:Maaf..
Rai:Sudah cukup Rei! Kenapa malah kau yang meminta maaf?! Jelas-jelas mereka yang salah!
Rei:Uh-huh?
Rai:Jangan buat aku marah lagi!
__ADS_1
Rei:Huh!
(menggenggam tangan Rei terlalu erat)
Gin:Rai? Tenanglah..
Rai:Uh?! Ayo pulang!! Gin, kuserahkan sisanya padamu!
Gin:Oh, ya..
Rei:Niisama.. Niisama sakit.. Uh-huh?!
Rai:Maaf..
Rei:Maaf, aku sudah membuatmu khawatir dan marah.. Maafkan aku Niisama..
Rai:Ku maafkan, ayo pulang..
Rei:Anu, aku harus membeli bahan-bahan untuk makan malam..
Rai:Tidak perlu, titip makanan dengan Raya saja..
Rei:Baik..
"Kediaman Ryoko"
Rai:Kami pulang..
Pelayan:Uh? Tuan? Nona? Selamat datang..
Rai:Tolong hubungi Raya untuk membeli makan malam..
Pelayan:Segera saya hubungi..
Rei:A.. Anu, Niisama, apa kau.. masih membenciku?
Rai:Maksudmu?
Rei:Maksudku, aku merasa sangat bersalah sekarang.. Aku tau aku yang salah, tapi..
Rai:Hentikan!
Rei:Uh?!
Rai:Aku sudah memaafkan mu apa itu kurang cukup?
Rei:Uh? Maaf kalau aku lancang..
Rai:Sebagai Kakak aku sangat khawatir dengan mu, itu bukan tempat untuk gadis seperti dirimu, jangan pernah datang ke tempat itu lagi, kau mengerti?
Rei:Hmp.. Aku mengerti..
Rai:Hanya itu saja..
Rei:Huh.. Wajar saja seorang kakak mengkhawatirkan adiknya..
"Keesokan harinya"
(dalam mimpi Rei)
Akimoto:Aku akan menemuimu..
"Sekarang"
Raya:Rei, sudah pagi.. Kau tidak mau bangun?
Rei:Uh-huh!!
Raya:Uh?! Keringat dingin lagi? Apa kau habis mimpi buruk?
Rei:Uh? Niisan? Kenapa Niisan disini?
Raya:Bagaimana ya? Aniki saat ini sedang keluar, dia memintaku untuk bicara dengan mu, soal kemarin.. Bisa ku ceritakan?
Rei:Aku tidak sengaja lewat di depan gedung itu..
Raya:Heh? Lalu kenapa kau bisa bertemu dengan mereka?
Rei:Mereka mengambil kalung ku, lalu menantang ku bertarung..
Raya:Kalung? Dimana kalung itu sekarang?
Rei:Sudah rusak..
Raya:Uh? Huh.. Kemarilah..
(minta pelukan)
Raya:Aniki memang suka khawatir terlalu berlebihan, jika kau ingin bicara sesuatu dengannya sebaiknya bicarakan dengannya, jangan hanya menyimpannya saja..
Rei:Anu, apa Niisama? Masih marah padaku?
Raya:Aku rasa tidak.. Oh ya, kau ada latihan musik hari ini kan?
Rei:Benar juga, aku pergi dulu..
Raya:Ya ampun..
Rei:Aku tidak tau, apa pun, tentang keluarga saat ini.. Aku benar-benar kebingungan..
...๐๐๐ข๐๐๐ง๐๐ฉ๐๐๐ช๐๐ฃ!...
๐๐ฅ ๐ฃ๐ฎ๐ ๐จ๐๐ฉ๐๐๐ฅ ๐๐๐ง๐ ๐ ๐ช๐ข'๐๐ฉ, ๐๐๐๐ฉ๐ช, ๐๐๐ฃ ๐๐๐ฃ๐๐๐ช..
__ADS_1
๐๐๐ก๐๐ช ๐๐๐ ๐ ๐ง๐๐ฉ๐๐ ๐๐๐ฃ ๐จ๐๐ง๐๐ฃ ๐๐๐จ๐ ๐๐ ๐๐ค๐ข๐๐ฃ๐ฉ, ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ก๐๐ ๐ ๐๐ช๐๐..
๐๐๐๐ฃ๐ ๐จ..