
Konan:Kenapa kau bicara seolah-olah aku akan kalah?
Xio:Jadi kau pikir aku yang akan kalah? Jangan membuat lawakan, dasar manusia hina.
Konan:Kita lihat saja nanti, siapa yang akan menang.
Xio:Heh! Coba saja..
(di sisi lain)
Saka:Tch!
Hinotama:Kau mau kemana Saka?
Saka:Aku bosan melihat ruangan putih ini, aku ingin keluar dulu.. Daa..
Rai:Kau mau membiarkannya keluar? *menghidupkan rokok*
Hinotama:Dia tidak bisa diatur, aku juga tidak mau mengaturnya.
Wuan:Kau disini rupanya.
Saka:Ha?
Wuan:Hishiro Saka. *tatapan sinis*
Saka:Siapa kau?
Wuan:Kau tidak mengenalku? Apa kau lupa?! *marah*
Saka:Aku benar-benar lupa..
Wuan:Kau ini!!
Sayon:Niisan!
Saka:Uh? Sayon?
Sayon:Uh? Siluman? Niisan, siapa dia?
Saka:Entahlah..
Wuan:Dasar sialan! Kau bahkan tidak mengingatku?!
Saka:Tidak..
Wuan:Baiklah, akan ku buat kau mengingatnya.. 10 tahun lalu..
(10 tahun yang lalu)
Wuan:Ah!! *terpukul*
Wasit:Pemenang taruhan! Hishiro Saka!
__ADS_1
Wuan:Tch! Sial!! *melontarkan pukulan*
Wasit:Oi!! Pertarungannya sudah selesai!! *berteriak*
Wuan:Siapa peduli?!! *berteriak*
Saka:Tch! *menghindar* *melawan balik*
Wuan:Ah!! *terhempas*
Saka:Kalau sudah kalah tidak perlu bangkit lagi.. Jangan terlalu banyak berharap, dirimu yang sekarang tidak akan mampu mengalahkan ku. Butuh waktu yang lama agar kau bisa menang.
Wuan:Uh-huh!! Mata merah sialan.. *kesal*
(sekarang)
Wuan:Sejak saat itu, aku sangat ingin balas dendam padamu. Saat kau bilang "Kalau sudah kalah tidak perlu bangkit lagi".. Kau sudah mempermalukan ku!! *kesal* *benci*
Sayon:Niisan.. apa benar? kau melakukan itu?
Saka:Jadi kau yang waktu itu ya?
Sayon:Niisan.. kata-kata mu malah membuat orang lain merasa putus asa..
Saka:Karena adikku sendiri yang bilang begitu, aku rasa aku memang salah..
Wuan:Uh?
Saka:Maaf ya.. *mengulurkan tangan*
Sayon:Uh?!
Saka:Sakit juga kau menepis tanganku..
Sayon:Niisan! Jangan bicara begitu..
Wuan:Lihat saja Hishiro Saka. Aku akan membalas kekalahan ku 3x lipat. *tatapan sinis*
(setelahnya)
Sayon:Niisan.. kau terlalu santai.. aku kasihan padanya..
Saka:Kau tidak perlu ikut campur urusan orang dewasa
Sayon:Tapi.. kau terlalu berlebihan..
Saka:Menurutmu begitu?
Sayon:Seharusnya kau sadar diri dong.
Saka:*menghidupkan rokok*
Sayon:Niisan.. dia.. siluman yang berbahaya kan?
__ADS_1
Saka:*menghisap rokok*
Sayon:Jawab aku dulu..
Saka:Ya, dia memang siluman yang berbahaya
Sayon:Lalu, kau berani main-main dengannya?
Saka:Kau khawatir padaku kan?
Sayon:Eh-? Tidak juga sih..
Saka:Sudah lah.. jujur saja..
Sayon:Jangan mengalihkan pembicaraan.
Saka:Dia memang siluman yang berbahaya. Tapi kau tidak perlu sekhawatir itu padaku
Sayon:Tapi-!
Saka:Ngomong-ngomong.
Sayon:Uh?
Saka:Kenapa kau mencariku?
Sayon:Uh? Ya.. tadinya aku.. ingin bicara denganmu.. tapi tidak jadi..
Saka:Begitu toh..
Sayon:Eh-! Dasar tidak peka! *kesal*
Saka:Sakit.. sakit.. sakit..
Sayon:*memukul Saka*
(di arena)
*pertarungan masih berlangsung sangat sengit
Shiomi:Aku tidak bisa melihat pertarungan nya dengan jelas
Yachi:Benar. Pertarungan nya semakin lama semakin sengit.
Haruka:Kita hanya bisa berdoa agar bisa menang.
(di sisi lain)
Ryuen:Hebat..
Rei:Mereka sama-sama cepat,, di pertarungan kali ini, siapa yang lebih cepat dia adalah pemenang nya. Tapi, terlihat jelas kalau senior Konan masih bersusah payah, pertandingan sudah berlangsung selama 8 menit lamanya, dan orang itu.. masih belum kalah juga.. *berfikir*
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
__ADS_1
...πππΌππππΉπΉ.....