
(di penginapan akademi)
"RYOKO"
"15.30 sore"
Raya:Aku pulang.. Loh? Rei sudah tidur? Tidak biasanya kau mau diam di balkon seperti ini, Aniki..
Rai:Karena ada Rei aku tidak bisa merokok sembarangan..
Raya:Dulu, kau pernah bilang kalau melihat pemandangan dari balkon, rasanya sangat menyedihkan bukan?
Rai:Kau benar.. Entah kenapa aku selalu terbayangkan banyak hal saat di atas sini.. Terutama, saat kematian Ayah..
Raya:Aniki, suatu hari nanti.. Pastikan kau memberikan warisan ayah dan kendali Klan pada Rei..
Rai:Kau tidak tertarik?
Raya:Bukannya begitu! Habisnya, menurutku Rei lebih pantas untuk itu.. Tapi kita juga tidak tau bagaimana masa depan itu..
Rai:Kenapa bicara mu plin plan sekali?
Raya:Dengar dulu! Aku tidak yakin apa aku bisa terus hidup..
Rai:Jangan berkata yang tidak-tidak! Bodoh! *memukul Raya*
Raya:Aku tidak bermaksud begitu! Ya, apa kau sudah bicara dengan Rei? Tentang sidang tadi?
Rai:Sudah, dia terus saja membela Hyuki..
Raya:Mereka itu berteman kan? Selain itu, aku dengar mereka juga adalah Rival..
Rai:Aku juga sudah menghubungi Hinotama..
Raya:Apa katanya?
Rai:Seharusnya kau sudah tau kan?
Raya:Eh? Mungkin..
Rai:Raya, kau membeli bir yang ku suruh kan?
Raya:Ya, ada di tas..
Rai:Begitu? Terimakasih..
Raya:Sama-sama, aku mau mandi dulu..
"๐๐๐ก ๐๐๐๐๐ฃ๐๐ฃ -- ๐ฟ๐๐๐ง๐๐ ๐ผ๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐ ๐"
Hyuki:Uh-huh?! Aura ini..
Hikaru:Hyuki, ini aku..
__ADS_1
Hyuki:Uh?! Ayah?
*bicara melalui telepati*
Hikaru:Segera kembali kemari, sekarang juga. *kesal*
Hyuki:Tapi, pengamanan disini sangat ketat. Aku tidak bisa..
Hikaru:Apa kau ingin terus disana?! Apa kau ingin menemui Hinotama?!
Hyuki:Uh? Aku tidak bermaksud begitu..
Hikaru:Kalau begitu, cepat kembali. Aku beri waktu 1 jam, jika lebih.. kau tau sendiri akibatnya.
Hyuki:*ketakutan* baik, ayah..
"๐๐ฎ๐ค๐ ๐ค"
(Setelahnya)
"18.30"menjelang malam..
Raya:Rei, bangunlah.. Ini sudah hampir malam..
Rei:Hngg.. *Menutup diri dengan selimut*
Raya:Heh?! (โขห _ หโข) Bangunlah.. *Mencubit pipi Rei*
Rei:Sakit.. Sakit.. Sakit..
Rei:Baiklah.. Baiklah.. Aku bangun..
Raya:Kalau begitu cepat mandi sana..
Rei:Baik..
Rai:Kalian berisik..
Raya&Rei:Eh? (ใ๏ผโ๏ผ)
Raya:Oh, maaf.. Kami membangunkanmu ya Aniki?
Rai:Kalau iya?
Raya:Dingin sekali! *teriak*
Rei:Maaf.. Kalau begitu aku mandi dulu.. *pergi mandi*
Rai:Raya, apa Rei terlihat seperti kesal padaku?
Raya:Eh? Aniki kau ini, di depan kau sangat menyeramkan. Ternyata saat di belakang kau hanya.. Aduh! *di pukul*
Rai:Jangan dilanjutkan!
__ADS_1
Raya:Sakit sekali.. Entah kenapa pukulan mu makin keras saja..
Rai:Saat aku menampar dan membentaknya tadi, dia terlihat sangat sedih
Raya:Itu wajar kan?! Menurut ku Rei bukan tipe orang seperti itu, dia tidak mungkin membenci orang lain..
(setelahnya)
Rei:*selesai mandi*
"Kringg.. " suara telfon
Rai:Biar aku saja
Rei:Baik..
Rai:Halo? Uh-huh?! Apa maksudmu?! Bagaimana bisa dia melarikan diri?!
Raya:Uh?!
Rei:Uh?! Jangan-jangan! Hyuki? *khawatir*
"๐๐๐ก ๐๐๐๐๐ฃ๐๐ฃ -- ๐ฟ๐๐๐ง๐๐ ๐ผ๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐ ๐"
Hinotama:Tch!
Konan:Maaf Ketua.
Hinotama:Tidak perlu meminta maaf. Biarkan saja dia
Semuanya:Uh?
Polisi:Tuan?
Konan:Ketua?
"๐๐๐ฃ๐๐๐๐ฌ๐ - ๐ ๐๐ฅ๐๐ฃ๐"
Hyuki:*ditampar*
Hikaru:Bagus karena kau sudah kembali, tapi kenapa lama sekali? *dingin*
Hyuki:Karena, tahanannya dijaga dengan ketat. Mustahil aku bisa keluar..
Hikaru:Mustahil katamu? Dasar lemah! *berteriak*
Hyuki:*terdiam*
Hikaru:Aku memberikan mu waktu 1 jam, tapi kau menghabiskan waktu selama 3 jam. Sudah ku hilang kan? Kau tau sendiri akibatnya nanti. *mengancam*
Hyuki:*terdiam*
๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ..
__ADS_1
๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น..