
*keesokan harinya..
โ ๐๐ณ๐ฆ๐ข ๐๐ข๐ด๐ช๐ฏ๐ฐ โ
Yuika : Hmph. Akhirnya kau datang juga ya.. ini terlalu pagi sih.
Hyuki : Peduli amat.. yang penting aku sudah mau meladeni mu. Berterimakasihlah.
Yuika : Tidak akan. Te-ehh๐
Hyuki : ๐ข
Yuika : Oh ya.. kau tidak mau tanya soal bawahan ku yang baru? Namanya Sasaki Haruo. Dia tampan kan?
Hyuki : Lu-
Yuika : Oh ya, kau datang sendiri..? dimana yang lainnya?? Oh ya, kau tidak punya bawahan ya..? sayang sekali..
Hyuki : (ใoใ๏ผ)
Haruo : Nona.. kau terlalu berlebihan.
Yuika : Sudahlah.. biar sekalian.. berumpung dia sendirian. *bisik
Hyuki : *memukul meja. Aku bisa mendengarmu babi.
Yuika : ๐ข Hei.. asal kau tau saja.. shio ku itu monyet tau.
Hyuki : Ohh.. sama seperti perilakumu ya.
Yuika : ๐ข aku lebih tua darimu jangan keterlaluan!
Hyuki : Kalau begitu berhentilah menindas yang lebih muda.
Yuika : Harusnya kau menghormati ku tau, karena kubiarkan-
Hyuki : Aku tidak perlu menghormati orang yang tidak menghormatiku.
โก//musuh abadi _-
Haruo : ๅธ
*disisi lain casino
Rei : Mereka mau memulai permainannya ya?
Sayon : Ya. Tapi menonton dari sini tidak begitu bagus.
Rei : Kita pindah ke sebelah sana saja.
Sayon : Ya. Uh?! tunggu dulu Rei. *memegang tangan Rei
Rei : Eh? kenapa?
Sayon : Lihat.
Rei : Uh? ada pengawal..?
Sayon : Pasti bawahannya Yuika kan?
Rei : Iya, pasti.
Sayon : Kalau Hyuki tau kita disini..
Rei : Aku khawatir akan mengganggunya. Tapi jika kita kesana para pengawalnya pasti akan berulah.
__ADS_1
Sayon : Mau bagaimana lagi.. kita tetap disini saja.
Rei : Iya. Uh?!
Sayon : Hm? ada apa?
Rei : Tidak.. itu..
Sayon : Hm? Apa..? Uh-?!
Bawahan : *bisik
Bawahan : *menukar sesuatu
Sayon : Apa maksud ini semua?
Rei : Mereka pasti ingin berbuat curang.
Sayon : Yang benar saja?! kalau dia tau tidak bisa menang seharusnya jangan menantang.
Rei : Sifat manusia memang tidak mudah ditebak. Mungkin dia memang ingin menjatuhkan Hyuki, sama seperti yang dia bilang kemarin.
Sayon : Pantas saja Hyuki dendam dengannya. Bagaimana..? harus kita hentikan?
Rei : Aku rasa Hyuki sudah tau.
Sayon : Iya juga ya.. kalau sekedar kecurangan seperti itu Hyuki pasti bisa.
Rei : Tapi.. aku ragu..
Sayon : Ragu? ragu apa?
Rei : Mereka membawa koper, lalu.. Uh-huh?! *syok. Sayon.. lihat.
Sayon : Hm? Uh?! pistol?! tunggu dulu..! sebenarnya apa yang akan mereka mainkan?!
Sayon : Koper hitam selalu bikin penasaran ya. Ya ampun. Lebih baik kita cek.
Rei : Iya.
*di meja kasino
Yuika : Oke.. kita mulai permainan kita ya. Permainan yang akan kita mainkan adalah.. { Red Bullet }. Sesuai dengan namanya-
Hyuki : Kita sudah pernah memainkannya dulu jadi jangan dibahas lagi.
Yuika : (โใปัใป)?๏ผ
Haruo : Nona.. sebaiknya kita mulai saja.
Yuika : Oke. Terserah kau saja..
*disisi lain..
(*Rei dan Sayon menyelinap masuk ke ruangan tempat bawahan Yuika masuk)
Rei : Hmp.
Sayon : Tidak ada pintu masuk lain.
Rei : Ini satu arah. Bukankah ini aneh..?
Sayon : Eh? maksudmu?
Rei : Pintu di depan tidak dijaga ketat, lalu didalam tidak begitu dijaga. Kenapa..?
__ADS_1
Sayon : Kau benar.. ada yang aneh..
Bawahan : *menyergap Rei dan Sayon.
*disisi lain..
Saka : Huh..
โ ๐ค๐ข๐ญ๐ญ ๐๐ข๐บ๐ฐ๐ฏ โ
Saka : Kenapa sih dia tidak mengangkat telepon nya..? Kutemui Hinotama saja.. *membuka pintu.
Rai&Hinotama : Oi Saka!!
Saka : ฮฃ(๏พะ๏พ๏ผ) heh?!!
Raya : Kak.. senior.. jangan bersikap seperti anak-anak.
Rai : Bukan begitu!
Saka : Ke-kenapa kalian kemari?
Hinotama : Aku-
Rai : Rei pergi bersama Sayon kan?!
Saka : Eh? aku tidak tau.
Rai : Ha?!
Saka : Sayon bilang dia mau membeli sarapan. Tapi sampai sekarang belum kembali sih.
Raya : Eh? sama seperti yang Rei tulis di surat.
Saka : Coba kulihat.
๐๐ช๐ช๐ด๐ข๐ฎ๐ข/๐๐ช๐ช๐ด๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช ๐ด๐ข๐ณ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ
๐๐ฆ๐ช_
Saka : Kalau Hinotama..?
Hinotama : Sebenarnya kemarin itu Hyuki melarangku untuk ikut campur dalam perjudiannya. Tapi aku tidak bisa diam saja, aku juga khawatir padanya.
Saka : Huh.. jadi intinya.. kita semua punya tujuan yang sama kan?
Raya : Khawatir pada adik sendiri kan?
Saka : Yup. Rai, sudah coba hubungi Rei?
Raya : Aku sudah mencobanya beberapa kali, tapi dia tidak mengangkatnya.
Saka : Sama seperti Sayon.
Rai : Uh?! Jangan bilang.. mereka berdua ke area kasino?
Raya : Iya juga..
Hinotama : Bisa jadi. Mereka pasti mengawasi Hyuki.
Saka : Tapi sampai tidak mengangkat telepon itu terlalu kurang ajar.
Raya : Apa terjadi sesuatu pada mereka?!
Rai : Kita cek sekarang.
__ADS_1
...๐ ๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐, ๐พ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ.....
...๐๐๐ผ๐๐๐๐น๐น.....