Academy Heiki -- Fight Together

Academy Heiki -- Fight Together
S4 : #35. Permainan yang pernah dimainkan dulu #1


__ADS_3

*keesokan harinya..


โ€œ ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ข ๐˜Š๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฐ โ€


Yuika : Hmph. Akhirnya kau datang juga ya.. ini terlalu pagi sih.


Hyuki : Peduli amat.. yang penting aku sudah mau meladeni mu. Berterimakasihlah.


Yuika : Tidak akan. Te-ehh๐Ÿ˜


Hyuki : ๐Ÿ’ข


Yuika : Oh ya.. kau tidak mau tanya soal bawahan ku yang baru? Namanya Sasaki Haruo. Dia tampan kan?


Hyuki : Lu-


Yuika : Oh ya, kau datang sendiri..? dimana yang lainnya?? Oh ya, kau tidak punya bawahan ya..? sayang sekali..


Hyuki : (ใ€‡oใ€‡๏ผ›)


Haruo : Nona.. kau terlalu berlebihan.


Yuika : Sudahlah.. biar sekalian.. berumpung dia sendirian. *bisik


Hyuki : *memukul meja. Aku bisa mendengarmu babi.


Yuika : ๐Ÿ’ข Hei.. asal kau tau saja.. shio ku itu monyet tau.


Hyuki : Ohh.. sama seperti perilakumu ya.


Yuika : ๐Ÿ’ข aku lebih tua darimu jangan keterlaluan!


Hyuki : Kalau begitu berhentilah menindas yang lebih muda.


Yuika : Harusnya kau menghormati ku tau, karena kubiarkan-


Hyuki : Aku tidak perlu menghormati orang yang tidak menghormatiku.


โšก//musuh abadi _-


Haruo : ๅ‡ธ


*disisi lain casino


Rei : Mereka mau memulai permainannya ya?


Sayon : Ya. Tapi menonton dari sini tidak begitu bagus.


Rei : Kita pindah ke sebelah sana saja.


Sayon : Ya. Uh?! tunggu dulu Rei. *memegang tangan Rei


Rei : Eh? kenapa?


Sayon : Lihat.


Rei : Uh? ada pengawal..?


Sayon : Pasti bawahannya Yuika kan?


Rei : Iya, pasti.


Sayon : Kalau Hyuki tau kita disini..


Rei : Aku khawatir akan mengganggunya. Tapi jika kita kesana para pengawalnya pasti akan berulah.

__ADS_1


Sayon : Mau bagaimana lagi.. kita tetap disini saja.


Rei : Iya. Uh?!


Sayon : Hm? ada apa?


Rei : Tidak.. itu..


Sayon : Hm? Apa..? Uh-?!


Bawahan : *bisik


Bawahan : *menukar sesuatu


Sayon : Apa maksud ini semua?


Rei : Mereka pasti ingin berbuat curang.


Sayon : Yang benar saja?! kalau dia tau tidak bisa menang seharusnya jangan menantang.


Rei : Sifat manusia memang tidak mudah ditebak. Mungkin dia memang ingin menjatuhkan Hyuki, sama seperti yang dia bilang kemarin.


Sayon : Pantas saja Hyuki dendam dengannya. Bagaimana..? harus kita hentikan?


Rei : Aku rasa Hyuki sudah tau.


Sayon : Iya juga ya.. kalau sekedar kecurangan seperti itu Hyuki pasti bisa.


Rei : Tapi.. aku ragu..


Sayon : Ragu? ragu apa?


Rei : Mereka membawa koper, lalu.. Uh-huh?! *syok. Sayon.. lihat.


Sayon : Hm? Uh?! pistol?! tunggu dulu..! sebenarnya apa yang akan mereka mainkan?!


Sayon : Koper hitam selalu bikin penasaran ya. Ya ampun. Lebih baik kita cek.


Rei : Iya.


*di meja kasino


Yuika : Oke.. kita mulai permainan kita ya. Permainan yang akan kita mainkan adalah.. { Red Bullet }. Sesuai dengan namanya-


Hyuki : Kita sudah pernah memainkannya dulu jadi jangan dibahas lagi.


Yuika : (โ—ใƒปั‡ใƒป)?๏ผŸ


Haruo : Nona.. sebaiknya kita mulai saja.


Yuika : Oke. Terserah kau saja..


*disisi lain..


(*Rei dan Sayon menyelinap masuk ke ruangan tempat bawahan Yuika masuk)


Rei : Hmp.


Sayon : Tidak ada pintu masuk lain.


Rei : Ini satu arah. Bukankah ini aneh..?


Sayon : Eh? maksudmu?


Rei : Pintu di depan tidak dijaga ketat, lalu didalam tidak begitu dijaga. Kenapa..?

__ADS_1


Sayon : Kau benar.. ada yang aneh..


Bawahan : *menyergap Rei dan Sayon.


*disisi lain..


Saka : Huh..


โ€œ ๐˜ค๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ ๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ฐ๐˜ฏ โ€


Saka : Kenapa sih dia tidak mengangkat telepon nya..? Kutemui Hinotama saja.. *membuka pintu.


Rai&Hinotama : Oi Saka!!


Saka : ฮฃ(๏พŸะ”๏พŸ๏ผ›) heh?!!


Raya : Kak.. senior.. jangan bersikap seperti anak-anak.


Rai : Bukan begitu!


Saka : Ke-kenapa kalian kemari?


Hinotama : Aku-


Rai : Rei pergi bersama Sayon kan?!


Saka : Eh? aku tidak tau.


Rai : Ha?!


Saka : Sayon bilang dia mau membeli sarapan. Tapi sampai sekarang belum kembali sih.


Raya : Eh? sama seperti yang Rei tulis di surat.


Saka : Coba kulihat.


๐˜•๐˜ช๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข/๐˜•๐˜ช๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ


๐˜™๐˜ฆ๐˜ช_


Saka : Kalau Hinotama..?


Hinotama : Sebenarnya kemarin itu Hyuki melarangku untuk ikut campur dalam perjudiannya. Tapi aku tidak bisa diam saja, aku juga khawatir padanya.


Saka : Huh.. jadi intinya.. kita semua punya tujuan yang sama kan?


Raya : Khawatir pada adik sendiri kan?


Saka : Yup. Rai, sudah coba hubungi Rei?


Raya : Aku sudah mencobanya beberapa kali, tapi dia tidak mengangkatnya.


Saka : Sama seperti Sayon.


Rai : Uh?! Jangan bilang.. mereka berdua ke area kasino?


Raya : Iya juga..


Hinotama : Bisa jadi. Mereka pasti mengawasi Hyuki.


Saka : Tapi sampai tidak mengangkat telepon itu terlalu kurang ajar.


Raya : Apa terjadi sesuatu pada mereka?!


Rai : Kita cek sekarang.

__ADS_1


...๐™…๐˜ผ๐™‰๐™‚๐˜ผ๐™‰ ๐™‡๐™๐™‹๐˜ผ ๐™‡๐™„๐™†๐™€, ๐˜พ๐™Š๐™ˆ๐™€๐™‰๐™, ๐™‘๐™Š๐™๐™€ ๐™†๐˜ผ๐™‡๐˜ผ๐™ ๐™Ž๐™๐™†๐˜ผ.....


...๐™๐™ƒ๐˜ผ๐™‰๐™†๐™Ž๐ŸŒน๐ŸŒน.....


__ADS_2