
Rei : Maaf saya harus. Uh-huh! *terjatuh*
Akira : Wah.. Wah.. jadi ini orangnya?
Rei : Uh-huh?! A.. Akira?
Pelanggan : Siapa kau? *mabuk*
Akira : Kenapa gadis seperti dirimu ada disini?
Rei : Maaf. Aku harus segera pergi.. Uh?!
(suara alarm)
Rei : Gawat.. Uh-huh! *dirampas* Kembalikan!
Akira : Heh? Kenapa kau menghidupkan alarm? Apa kau merencanakan sesuatu? ******.
Rei : Akira, kembalikan.. Uh-huh! *di dorong*
Akira : Terkadang seharusnya kau menyebalkan, terkadang kau juga bisa membuatku tergoda
Rei : Akira, lepaskan..
Akira : Tidak mau, jarang-jarang aku bisa mendapatkan gadis seperti ini.
Rei : Uh?!
Pelanggan : Oi! Apa yang kau bicarakan? *mabuk*
Pelanggan : Dia itu milik kami. *mabuk
Akira : Berisik!
(di sisi lain)
Raya : Uh? Aniki, aku tidak melihat Rei
Rai : Benar juga, seharusnya dia sudah kembali
Rei : Akira? lepaskan aku..
Pelanggan : Hei, ayo berbagilah dengan kami.. *mabuk. Argh! *dipukul
Rei : Huh?
Akira : Uh?! Argh! *terhempas*
Raya : Rei, apa kau terluka?
__ADS_1
Rei : Tidak, aku minta maaf..
Rai Pergilah. *kesal
Pelanggan : Hih! *takut
Pelanggan : Ayo pergi..
Akira : Siapa yang berani memukul ku disini?!
Rai : Kau siapa?
Akira : Hah? Kau sendiri siapa?! Kenapa ikut campur urusan ku?! Ah! *dipukul di bagian wajah*
Raya : Dasar pecundang. Laki-laki macam apa kau? Hanya berani pada perempuan saja. Beraninya, kau menyentuh Rei *marah dan kesal
Rei : Niisan, aku baik-baik saja. Jadi biarkan saja.
Rai : Diamlah Rei. Jika di biarkan dia akan terus mengganggu mu.
Rei : Tapi..
Rai : Kalau kau melawan kau yang akan ku hukum! *marah
Rei : Uh?! Aku minta maaf..
Raya : Sebenarnya siapa kau ini?!
Raya : *memukul dinding
Rei : Huh?
Raya : Sebenarnya, apa yang keluarga kalian pikirkan?! Rei sudah tidak memiliki urusan apa pun di keluarga kalian!
Rai : Raya, aku serahkan dia padamu. Ayo kembali.. *menarik tangan Rei
Rei : Uh? Baik..
(di perjalanan)
Rei : Misi ku hampir gagal karena aku lengah. Andaikan saja tadi aku bisa memotong kabelnya dengan cepat
Rai : Laki-laki tadi itu, siapa?
Rei : Uh? Dia.. adik laki-laki nya.. kak Akimoto.
Rai : Keluarga nya memiliki jabatan sebagai manajer di perusahaan keluarga Ryoko kan?
Rei : Iya..
__ADS_1
Rai : Begitu ya.. *dingin
Rei : Niisama terlihat marah. Dia sengaja mengajak ku kembali agar niisama bisa mengontrol emosinya. Jika niisama marah disana, misi ini pasti sudah selesai. Kemampuan milik niisama lebih besar daripada niisan, itu sudah terlihat jelas
(di sisi lain)
Polisi : Terimakasih sudah melapor. *membungkuk
Raya : Ku peringatkan sekali lagi, jangan pernah menyentuh Rei.. *pergi
(di hotel Ryoko)
Rai : Ganti pakaianmu dan istirahat lah. Aku ada di lobi
Rei : Maaf, mungkin ini tidak sopan tapi.. kamar sebesar ini tidak mungkin aku+
Rai : Kalau begitu, aku Raya akan tidur di kamarmu
Rei : Uh? Baiklah..
Rai : Rei..
Rei : Iya?
Rai : Maaf karena sudah mengancam mu tadi. Aku tidak bermaksud berkata seperti itu padamu
Rei : Tidak, itu juga salahku. Aku terlalu membelanya
Rai : Istirahatlah, aku tidak akan lama *mengusap kepala Rei
Rei : Baik.
Rai : *pergi
"πππ¨π©π€π§ππ£ ππ€π£π π€πππ©π¨πͺ"
Asuka : Sudah selesai..
Hinotama : Yosh.. 3..2..1..
LEDAKAN..!!!
Hinotama : Itu untuk balas dendam..
Warga : Lihat! ada ledakan disana!
Warga : Bagaimana bisa meledak?!
Hinotama : Huh.. *menghela nafas*
__ADS_1
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.. ...
...πππΌππππΉπΉ.....