
//disisi lain Hinotama, Saka, Sayon dan Rei masih menghadapi musuh
Sayon : Kenapa tiba-tiba ada boneka sebanyak ini?!!
Saka : Kelihatanya mereka mengikuti kita masuk ke dalam gua!
Rei : Apa mereka juga yang mendorong kita kemari?!
Saka : Bisa jadi.
Hinotama : Minggir!! *menggunakan kemampuan nya
.
.
.
Rei : Uh!!
Saka : Oi! ingatlah kita tidak boleh terlalu serius.
Hinotama : Eh-! aku hampir lupaa..
Sayon : Tapi mereka sudah hilang kan?
Hinotama : Ya. Mereka sudah hangus terbakar
Rei : Lalu sekarang bagaimana?
Sayon : Eh-? apa maksudmu?
Rei : Aku merasakan perasaan yang aneh di depan sana. Rasanya.. aura yang sangat dingin.
Hinotama : Mungkin itu Hyuki.
Sayon : Uh?!
Saka : Dia memiliki aura dingin sekuat ini, keturunan darah langka memang hebat ya.
Hinotama : Ayo pergi.
*disisi lain..
Yuika : Aura ini..
Sugo : *pergi
Yuika : Kau mau pergi kemana?!
Sugo : Aku rasa Lucy tidak bisa menangani gadis itu sendirian.
__ADS_1
Yuika : Uh! bukankah tidak adil 2 lawan 1?
Sugo : Ha? lalu aku harus apa? cuma diam dan mendengarkan ocehan dari gadis cerewet seperti mu? Tidak.. tidak.. itu sangat membosankan tau. Lebih baik aku segera menghabisi temanmu itu saja.
Yuika : Uh-huh!
Sugo : Hmph. Aku penasaran bagaimana rasa dari darahnya itu *menjilat. Pasti sangat segar dan lezat.
Yuika : *menendang gembok
Sugo : Uh! Oi.. oi.. jangan berisik. Kau tidak akan bisa membuka nya kecuali kau membunuh siluman itu.
Yuika : Ha? kata siapa aku akan keluar? *menendang gembok
Sugo : Ha? lalu apa yang kau lakukan?
Yuika : Hmph. Bukan apa-apa.. *menendang dengan keras
Sugo : Uh-huh!
Siluman : *menggeliat
Yuika : *melepaskan borgolnya
Sugo : Apa-?!
Yuika : Jangan malah bersikap seperti kertas dong. Aku kira kau itu keras layaknya batu, ya.. memang keras sih.. tapi cuma tampang mu saja yang keras. Hehe.. *memprovokasi
Siluman : *menyerang
Yuika : *melemparkan belati
Siluman : *meronta kesakitan
Sugo : Uh-huh!
Yuika : *menendang gembok *terbuka
Sugo : Tch. Dasar siluman tidak berguna! Hanya begitu saja kau sudah mati.
Yuika : Kalian hanya berani pada yang lemah, kalian benar-benar pengecut.
Sugo : Jangan banyak bicara gadis cerewet. Aku tidak seperti Lucy yang suka menindas orang lemah.
Yuika : Wah.. apa benar seperti itu?
Sugo : Jangan paksa aku untuk menyerangmu. *kesal
Yuika : Lalu.. kalau kita tidak bertarung apa yang akan kita lakukan? mengobrol santai?
Sugo : *kesal
__ADS_1
Saka : Ohh.. rupanya disini ya.
Sugo : Uh!
Saka : Ternyata kita memang berada di jalan yang tepat.
Rei : Yuika?!
Yuika : Kalian terlambat
Hinotama : Hyuki dimana?
Yuika : Aku tidak tau, dia yang mengurung Hyuki di suatu tempat.
Hinotama : Cepat beritau dimana Hyuki.
Sugo : Hmph. Kau pikir aku akan memberitahu mu? jangan membuat lawakan. Mungkin saja saat ini dia sudah mati.
Hinotama : Uh-huh!! *kesal.
Saka : Huh.. apa dia bodoh? *bergumam
Sayon : Shhh..
Hinotama : Kau-!
Rei : Senior tenangkan dirimu.
Sugo : Hmph. Apa? apa kau marah? apa dia sangat berharga buatmu?
Hinotama : *geram
Yuika : Gadis yang disana, namamu Rei kan?
Rei : Uh?
Yuika : Biarkan yang disini mereka yang urus, sebaiknya kita mencari Hyuki.
Rei : Ya.
Yuika : Oh ya.. sebaiknya kau berhati-hati, habisnya dia itu putranya tuan Hikaru.
Sugo : Uh!!
Yuika : Hmph. Ayo kita pergi.
Sugo : Ck.
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....
__ADS_1