
Rei:Huh..
(menghela nafas)
Rei:Yosh!
(keluar kamar)
Sayon:Rei!
Rei:Uh?
Sayon:Ayo!
Rei:Baik!
Sayon:Tidurmu nyenyak?
Rei:Eh? sedikit sih..
Sayon:Jadi tidak nyenyak?
Rei:Tidak juga sih..
Sayon:Jangan berbohong..
Rei:Aku serius kok..
Sayon:Mereka terlihat sangat kelelahan..
Rei:Kau benar, apa terjadi sesuatu dengan mereka?
Rai:Kalian terlambat..
Sayon&Rei:Hih!
Rei:Maaf kami terlambat..
Sayon:Apa kita terlambat?
(bisik)
Rei:Entahlah..
(bisik)
Rai:Apa yang kalian bisikan?
Sayon:Bukan apa-apa!
Rai:Kalau begitu persiapkan diri kalian..
Sayon:Eh?
Rei:Sepertinya disini sangat berat..
Sayon:Uh?
(menoleh)
Sayon:Apa ini?!
Rei:Sepertinya, kita harus bertarung melawan wakil OSIS..
Sayon:Apa?! Itu sangat sulit!
Rei:Tidak peduli sampai kapan pun kita akan berlatih, ayo berjuang bersama, Sayon..
Sayon:Uh? Baik..
Rai:Kalau begitu kita mulai, siapa yang mau maju duluan?
__ADS_1
Semuanya:Eh! π¨π¨
(hening)
Rei:Aku..
Semuanya:Uh?
Rai:Kalau begitu majulah..
Sayon:Berjuanglah Rei..
(membisik)
Rai:Kalau begitu, kita mulai.
Rei:Baik.
Rai:Masih belum cukup kuat..
Rei:Uh-huh?! Gawat!
(membalas serangan Rai)
Sayon:Kakak adik sama-sama menyeramkan..
Rei:Uh?!
(menghindar)
Rai:Masih kurang cepat!
Rei:Niisama cepat sekali, tapi aku.. Punya serangan khusus..
Rai:Uh-huh?! Apa?!
Semuanya:π¨π¨
Rei:Aduh..
(Rei jatuh menindas Rai)
Semuanya:Eh! π¨π¨π³π³
Sayon:Rei.. Rei..
Rei:Heh?! Maaf Niisama.. Tidak maksudku wakil OSIS.. Aduh..
(Kaki Rei terkilir)
(Ruang pemulihan)
Rei:Sakit sekali..
Sayon:Kau ini, tadi itu memalukan sekali.. Kau sampai jatuh meniduri wakil OSIS? Untung nya kalian itu saudara..
Rei:Sudahlah jangan di bicarakan lagi, mengingat nya membuatku merasa canggung π
Sayon:Maaf.. maaf.. Tapi penampilan mu tadi hebat sekali, kau mempelajarinya di tempat bendahara OSIS kan?
Rei:Kau tau?!
Sayon:Aku melihatmu latihan dengan Raya-senpai setiap malam
Rei:Memang benar, aku ingin mempelajari teknik bertarung yang baru
Sayon:Tapi, kalau dilihat-lihat kau memang kurang cepat. Padahal saat bersama Konan-senpai kau lebih cepat..
Rei:Aku hanya gugup saja tadi..
Sayon:Eh? "Gugup"? Kenapa?
__ADS_1
Rei:Sudah lah tidak perlu di bahas lagi..
Sayon:Terserlah..
" Tok.. Tok.. Tok.. "
(suara ketukan pintu)
Sayon:Silahkan masuk..
(membuka pintu)
Rai:Permisi..
Sayon:Eh? Ohh, Rai-senpai?
Rai:Bagaimana kondisimu?
Rei:Sudah membaik..
Sayon:Kalau begitu, nanti malam aku akan ke kamar mu. Sampai nanti Rei..
Rei:Oh, daa..
Rai:Apa aku mengganggu waktu kalian?
Rei:Tidak juga sih, kenapa wakil OSIS datang kemari?
Rai:Sudah lah bicara biasa saja, Raya saja biasa memanggilku "Aniki" di depan siswa lainnya
Rei:Baiklah..
Rai:Kaki mu masih sakit kan?
Rei:Sedikit kok..
Rai:Kalau begitu..
(memijat kaki Rei)
Rei:Sakit! Sakit.. π
Rai:Apa sesakit itu? Tahan sedikit saja..
Rei:Sakit..
Rai:Disini masih ada banyak siswa yang belum bisa lolos. Tapi setelah melihat gaya bertarung mu tadi, seharusnya kau sudah boleh pergi
Rei:Eh? Secepat ini? Tapi aku baru sehari disini kan? Aku jadi tidak enak dengan yang lainnya.. Sakit! Jangan menekannya terlalu keras
Rai:Kau ini lucu juga ya, jika kau memang ingin berlatih lebih lama disini silahkan saja
Rei:Uh? Serius?!
Rai:Tapi!
(mendekat)
Rei:Eh?
Rai:Jika kakimu belum sembuh kau tidak akan bisa latihan, mengerti?
Rei:Aku mengerti..
Rai:Kalau begitu akan ku antar ke kamar mu..
Rei:Baik..
π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ..
πππΌππππΉπΉ..
__ADS_1