
Rai : Jadi.. insiden ledakan itu ulah Hideyoshi?
Hinotama : Ya, Hideyoshi sengaja mengorbankan bawahannya untuk kepentingan nya sendiri.
Rai : Sampai sekarang keberadaan nya masih belum ditemukan, tidak ada yang tau dimana dia bersembunyi.
Hinotama : Hideyoshi tidak punya tempat untuk bersembunyi lagi, kita akan mencarinya. Dan juga.. mengetahui asal usul dirinya.
Rai : Akademi Heiki tidak seharusnya dibangun, leluhur kita percaya akademi Heiki bisa mengubah segalanya. Tapi, yang terjadi disini hanya kehancuran. Mereka menyembunyikan semua senjata yang ada di akademi, lalu terang-terangan melatih siswanya. Sudah jelas kita ketahuan.
Hinotama : Ya, tapi karena sudah terlanjur mau bagaimana lagi?
Rai : Kau bilang ingin memberitahu soal permata itu kan? kenapa tuan Hikaru menghancurkannya?
Hinotama : Karena dia sudah tidak memerlukannya lagi.
Rai : Ha?! π’alasannya se sepele itu?!! π’
Hinotama : Iya. (οΏ£γΈ οΏ£ εΈ
Rai : Tch!
Hinotama : Permata itu ditinggalkan oleh ibu ku sebagai pelindung, dia bilang itu bisa melindungi ku saat aku diasingkan. Tapi ayah selalu berusaha ingin mengambilnya, sampai akhirnya Hyuki menjadi taruhannya.
Rai : Kau membuat keputusan yang salah, memilih permata itu dibandingkan adikmu sendiri yang memiliki darah spesial.
Hinotama : Kau benar.. aku terlalu mementingkan diriku sendiri. Bahkan berkali-kali aku memperlakukan nya seperti ayah memperlakukan nya dulu.
Rai : Jadi intinya, permata itu berguna untuk para siluman sebagai penambah kekuatan. Tapi jika sedikit saja permata itu retak maka berakhir sudah. Aku benar kan?
Hinotama : Ya.. tapi aku masih belum mengetahui darimana ibuku mendapatkan permata itu.
Rai : Apa kau tidak pernah menanyakannya?
Hinotama : Awalnya kupikir itu hanya permata biasa, tapi aku salah.. hanya karena permata itu sekarang semua orang mendapatkan musibah.
Rai : Hyuki tau soal permata itu?
Hinotama : Dia tidak tau soal asal-usulnya. Tidak ada yang menceritakannya.
Rai : Aku rasa sebaiknya tidak perlu membahas itu lagi. Permata nya sudah hancur, para siluman sudah tidak punya pilihan lain lagi selain menyerah. Kita juga tidak bisa berbuat lebih tanpa permata itu.
Hinotama : Ya. Terimakasih sudah datang Rai.
Rai : Lain kali hubungi aku lebih awal, jangan seperti tadi.
Hinotama : (οΏ£γΈ οΏ£ εΈ iya.
Rai : Daa
Hinotama : Daa.. hmm.. kenapa sih..
*flashback 18th yg lalu
Hinotama : Ibu, kenapa tubuh ibu selalu dingin..?
__ADS_1
*Hinotama usia 4th
Yuki : Ibu sudah pernah bilang kan? karena kemampuan ibu.
Hinotama : Ibu.. apa tidak masalah kalau aku meninggalkan ibu sendirian disini?
Yuki : Tidak masalah kok, kenapa kau malah merasa bersalah?
Hinotama : Aku ingin punya adik.
Yuki : Eh? adik?
Hinotama : Supaya ada yang menjaga ibu. Tidak peduli laki-laki atau perempuan, jika wajahnya mirip ibu.. aku semakin senang.
Yuki : Dasar kau ini.. fokus dulu saja pada studimu.
Hinotama : Iya.
*sekarang..
Hyuki : Oniisama..
Hinotama : Uh!
Hyuki : Kenapa oniisama berdiri di depan pintu?
Hinotama : Tidak.. tadi aku hanya kepikiran
Hyuki : Kepikiran? kepikiran apa?
Hinotama : Bukan apa-apa.
Hinotama : Uh? Eh-?! (γoγοΌ)
Hyuki : Rasanya masih sama.. seperti dulu.. saat dia memelukku.. //berfikir
Hinotama : Hyu-Hyuki? ada apa?
Hyuki : Bukan apa-apa..
Hinotama : (οΏ£γοΏ£οΌα΄΄α΄Ήα΄Ή
Hyuki : Kak Saka bilang..
Hinotama : Eh? bilang apa?!
Hyuki : Katanya.. oniisama itu sama seperti senior Rai.
Hinotama : Ξ£(βΠ΄β)
Hyuki : Katanya.. oniisama dingin, pemarah, dan mudah terprovokasi.
Hinotama : (β’Λ _ Λβ’) dia bilang begitu?! Ha?!! π’
Hyuki : ehm.
__ADS_1
Hinotama : Uh? lalu kenapa kau murung sekali?
Hyuki : Aku takut kalau misalnya salah bicara, karena itulah aku ingin menanyakannya. Aku tidak mau oniisama sampai membenciku.
Hinotama : οΌ-""-οΌ) ini pasti gara-gara aku memukulmu waktu itu.. //bergumam
Hyuki : Apa kak Saka benar?
Hinotama : Eh-? y-ya.. mungkin..
Hyuki : //melepas pelukan (Β΄βο½;)
Hinotama : Heh-?! kenapa..?!
Hyuki : //depresi
Hinotama : Tunggu Hyuki, kau salah paham.
Hyuki : Aku ingin meminta maaf.
Hinotama : Uh-?!
Hyuki : Aku belum sempat meminta maaf dengan benar.. aku ingin meminta maaf..
Hinotama : Hyuki.. Uh?! //teringat dengan Yuki
Hyuki : Maaf, oniisama.. untuk semua kesalahan yang kuperbuat. Maaf..
Hinotama : Iya..
Hyuki : (ββΈβγ)
Hinotama : Kenapa wajahmu begitu?!
Hyuki : Aku lapar..
Hinotama : Lagi..?!
Hyuki : Karena.. selama di sel aku tidak makan, aku rasa efeknya baru muncul sekarang.
Hinotama : Astagah kau ini..
Hyuki : Oniisama..
Hinotama : Apa..?
Hyuki : Kau.. tidak membenciku.. kan..?
Hinotama : Eh-? (γοΌβοΌ) Tentunya tidak, dasar Hyuki.. kau tidak bisa diajak bercanda ya? Saka hanya menjahili mu saja. //mengelus kepala Hyuki
Hyuki : Uh! maaf..
Hinotama : Ayo makan.
Hyuki : Uh-?! Iya.
__ADS_1
...π πΌπππΌπ ππππΌ ππππ, πΎπππππ, ππππ ππΌππΌπ ππππΌ.....
...πππΌππππΉπΉ.....